Kemah Kebangsaan CAI ke-47 LDII Polman: Penguatan Karakter Generasi Muda Menuju Masa Depan Gemilang

Kemah Kebangsaan CAI ke-47 LDII Polman: Penguatan Karakter Generasi Muda Menuju Masa Depan Gemilang
foto: ilustrasi

Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, secara resmi membuka gelaran Kemah Kebangsaan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Polewali Mandar. Bertempat di kawasan Wisata Alam Kalibiru, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, pada Kamis (20/8/2026), kegiatan ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur dan wawasan kebangsaan di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.

Inovasi Pembinaan Generasi Muda Melalui Konsep Luar Ruangan

Penyelenggaraan CAI tahun ini mencatatkan sejarah baru bagi DPD LDII Polewali Mandar. Untuk pertama kalinya, kegiatan pembinaan generasi penerus (generus) ini dilaksanakan sepenuhnya dengan konsep outdoor atau perkemahan di alam terbuka. Langkah inovatif ini diambil untuk memberikan pengalaman yang lebih nyata bagi para peserta dalam mengasah kemandirian serta kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar.

"Terima kasih atas kedatangan Bapak Bupati Polewali Mandar dan Kepala Desa Batetangnga. Kegiatan CAI ke-47 ini untuk pertama kalinya kami laksanakan secara outdoor dalam bentuk kemah kebangsaan," — ujar Ketua DPD LDII Polewali Mandar, Saifuddin.

Saifuddin menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan transfer pengetahuan dan pembentukan mentalitas. Ia berharap para peserta yang berasal dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) di wilayah Polewali Mandar dapat menyerap materi secara maksimal. Nantinya, setiap individu diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan nilai-nilai positif tersebut kepada rekan-rekan mereka di lingkungan masing-masing.

Integrasi Karakter Profesional Religius dan Kecakapan Digital

Tantangan disrupsi digital menjadi salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan besar ini. Ketua DPW LDII Sulawesi Barat, Rianto, hadir memberikan pembekalan mendalam mengenai pentingnya keseimbangan antara aspek profesionalitas dan religiusitas. Menurutnya, generasi muda saat ini harus dibekali dengan 29 karakter luhur sebagai fondasi utama dalam menghadapi modernisasi.

"Sekarang kita berada di zaman yang serba digital. Kita dituntut untuk mampu memahami dunia digital, tetapi tetap harus memiliki karakter yang baik agar teknologi dapat digunakan untuk hal-hal yang positif," — jelas Rianto saat memberikan materi kepada peserta.

Rianto menambahkan bahwa penguasaan teknologi tanpa landasan moral yang kuat dapat menjadi bumerang. Oleh karena itu, kurikulum pembinaan dalam Kemah Kebangsaan CAI ini sengaja menitikberatkan pada pembentukan individu yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral (karakter religius) yang kokoh sebagai benteng menghadapi konten-konten negatif di dunia maya.

Sinergi Keberagaman dalam Memperkokoh Persatuan Bangsa

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam acara ini menjadi simbol dukungan nyata terhadap ormas yang konsisten membina umat. Bupati H. Samsul Mahmud dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi LDII dalam mendidik generasi muda. Ia memandang bahwa pemuda memegang peran ganda; mereka bisa menjadi kekuatan besar untuk pembangunan, namun juga rentan jika tidak diarahkan dengan tepat.

Bupati mengibaratkan potensi generasi muda seperti mata pisau yang sangat tajam. Jika diasah dan digunakan dengan bijak, ia akan mendatangkan kemaslahatan besar, namun jika salah arah, bisa merugikan diri sendiri dan masyarakat. Ia mendorong agar keberagaman latar belakang suku, budaya, dan bahasa yang ada di Sulawesi Barat dijadikan sebagai energi pemersatu, bukan pemicu keretakan sosial.

"Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun relasi, memperkuat persaudaraan, serta membentuk akhlak yang baik," — pesan Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa kesuksesan seorang pemimpin atau tokoh besar tidak pernah lahir secara instan. Diperlukan ketekunan, kemauan untuk berproses di lapangan, dan keberanian untuk belajar dari pengalaman, seperti halnya proses pembinaan dalam kemah kebangsaan ini. Penyelenggaraan CAI ke-47 di Polewali Mandar pun diharapkan menjadi pemicu semangat kolaborasi antar-elemen bangsa dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan nasionalis.

📖 Glosarium Istilah

  • CAI (Cinta Alam Indonesia): Program pembinaan pemuda tahunan LDII yang fokus pada wawasan kebangsaan, kemandirian, dan pelestarian alam.
  • Generus: Singkatan dari Generasi Penerus, sebutan untuk anak-anak hingga pemuda dalam lingkup pembinaan LDII.
  • PAC (Pimpinan Anak Cabang): Struktur organisasi LDII di tingkat desa atau kelurahan.
  • 29 Karakter Luhur: Sistem nilai pembinaan karakter yang diterapkan LDII untuk membentuk SDM Profesional Religius.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.