Kabut Asap di Sampit Makin Tebal, Jarak Pandang 10 Meter

Kabut Asap di Sampit Makin Tebal, Jarak Pandang 10 Meter

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan semakin pekat pada pagi hari. Sejumlah warga mulai membatasi aktivitas di luar rumah, sementara pembelajaran jarak jauh diberlakukan di daerah terdampak.

Kabut asap tebal di Sampit akibat kebakaran hutan dan lahan dengan jarak pandang sekitar 10 meter
Kabut asap pekat menyelimuti kawasan Sampit pada pagi hari. Jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 10 meter.

SAMPIT — Pagi yang biasanya menjadi waktu dimulainya berbagai aktivitas warga, Minggu (31/8/2026), berubah menjadi suasana yang berbeda. Kabut asap semakin pekat menyelimuti sejumlah kawasan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kotawaringin Timur yang terus meluas memberikan dampak langsung terhadap kualitas udara. Asap yang terbawa dan berkumpul di kawasan permukiman membuat jarak pandang warga semakin terbatas, terutama pada pagi hari.

Kondisi tersebut terekam melalui foto yang dibagikan oleh salah seorang warga LDII. Foto itu diambil sekitar pukul 06.30 WIB dan memperlihatkan suasana lingkungan yang tertutup kabut asap tebal. Jarak pandang diperkirakan hanya sekitar 10 meter.

“Asap tebal, sekolah memberikan pengumuman, belajar dari rumah saja.”

Ungkapan sederhana tersebut menggambarkan bagaimana kabut asap kini mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan pendidikan. Anak-anak yang seharusnya berangkat ke sekolah pada pagi hari harus mengikuti pembelajaran dari rumah sebagai langkah mengurangi paparan asap.

Kondisi Asap Tidak Bisa Dianggap Sepele

Paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan berisiko mengganggu kesehatan, terutama pada sistem dan saluran pernapasan. Salah satu gangguan yang perlu diwaspadai adalah ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Atas.

Dalam kondisi kabut asap pekat, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi apabila tidak benar-benar diperlukan. Kelompok anak-anak dan masyarakat yang aktivitasnya banyak dilakukan di luar ruangan juga perlu mendapatkan perhatian khusus.

Enam Imbauan Keselamatan Saat Asap Tebal

Abdul Muntholib, salah satu pengurus LDII Kotawaringin Timur, menyampaikan sejumlah imbauan sebagai langkah antisipasi keamanan dan keselamatan masyarakat ketika kondisi asap semakin tebal.

  1. Jangan bepergian apabila tidak sangat penting. Kondisi kualitas udara yang sangat buruk dapat meningkatkan risiko paparan asap.
  2. Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah. Masker menjadi salah satu perlindungan dasar ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
  3. Nyalakan lampu kendaraan. Langkah ini penting untuk membantu meningkatkan visibilitas kendaraan ketika jarak pandang sangat terbatas.
  4. Batasi kecepatan kendaraan maksimal 30 kilometer per jam. Berkendara perlahan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat pandangan yang tertutup kabut asap.
  5. Segera memeriksa kesehatan apabila mengalami gangguan saluran pernapasan. Jangan menunda pemeriksaan apabila muncul keluhan yang mengganggu.
  6. Jaga kecukupan cairan. Abdul Muntholib juga mengimbau masyarakat untuk cukup minum air putih hangat serta mengonsumsi minuman herbal seperti air kunyit dan jahe sesuai kebutuhan.

Pembelajaran Jarak Jauh Diberlakukan

Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, tetapi juga mulai memengaruhi kegiatan pendidikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui surat edaran tertanggal 31 Agustus 2026 menetapkan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi daerah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak hari ini dan akan dievaluasi setiap tiga hari sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Bagi masyarakat Sampit dan wilayah Kotawaringin Timur yang terdampak, kondisi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus ditempatkan di atas aktivitas rutin. Ketika asap semakin pekat dan jarak pandang semakin pendek, membatasi perjalanan dan mengurangi aktivitas di luar rumah menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Kabut asap yang menyelimuti Sampit pada pagi hari menjadi gambaran nyata dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap kehidupan masyarakat. Bukan hanya langit yang berubah kelabu, tetapi aktivitas sekolah, perjalanan, hingga kesehatan warga ikut terpengaruh.

Di tengah kondisi tersebut, kewaspadaan bersama sangat diperlukan. Mengikuti imbauan keselamatan, menjaga kesehatan keluarga, serta terus memperhatikan perkembangan informasi resmi menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi situasi kabut asap yang masih berlangsung.