PEMALANG – Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Comal sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih juara pertama dalam ajang lomba kreasi olahan makanan berbasis sorgum yang diselenggarakan oleh DPD LDII Kabupaten Pemalang pada Minggu, 2 Agustus 2026. Kompetisi kuliner yang diikuti oleh 10 perwakilan PC LDII se-Kabupaten Pemalang ini digelar bukan sekadar untuk adu talenta memasak, melainkan sebagai upaya konkret mendukung program diversifikasi pangan nasional sekaligus memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Gebrakan Brownies Sorgum: Modernisasi Bahan Lokal
Dalam kompetisi yang berlangsung ketat tersebut, delegasi dari Comal menyajikan menu andalan berupa Brownies Sorgum. Inovasi ini berhasil mencuri perhatian dewan juri karena mampu mengubah citra sorgum yang selama ini dianggap sebagai pangan tradisional menjadi sajian modern dengan tekstur yang sangat bersaing dengan produk berbahan terigu.
Kesuksesan ini tidak diraih dalam semalam. Mengingat sorgum tidak memiliki kandungan gluten seperti tepung gandum, para peserta harus memutar otak untuk menemukan formulasi yang tepat agar kue tidak hancur dan tetap memiliki kelembapan yang pas.
“Sorgum memiliki karakteristik yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan tepung terigu biasa. Oleh karena itu, kami melakukan riset dan beberapa kali uji coba dapur sebelum perlombaan dimulai. Sempat ada keraguan di awal, tetapi berkat usaha dan percobaan secara terus-menerus, alhamdulillah kami menemukan formula brownies sorgum yang lembut, enak, dan pas di lidah warga Pemalang,” ujar Hj. Rosmawati, perwakilan peserta dari PC LDII Kecamatan Comal.
Persaingan Sengit di Tingkat Kecamatan
Di belakang Comal, persaingan ketat juga ditunjukkan oleh PC LDII Kecamatan Belik yang berhasil mengamankan posisi Juara Kedua. Mereka menampilkan kreativitas melalui Kue Kering Sorgum yang menonjolkan perpaduan rasa gurih dan tekstur renyah. Sementara itu, posisi Juara Ketiga ditempati oleh PC LDII Kecamatan Randudongkal yang memilih jalur tradisional dengan menyajikan Serabi dan Cendol Sorgum yang segar.
Kehadiran berbagai variasi menu ini menunjukkan bahwa potensi sorgum sangat luas, mulai dari kudapan ringan hingga minuman tradisional. Hal ini membuktikan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap impor gandum sebenarnya bisa ditekan melalui eksplorasi bahan pangan lokal yang lebih sehat.
Misi Strategis di Balik Ketahanan Pangan
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang, H. Agus Sarwono, menegaskan bahwa acara ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab organisasi dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan. Sorgum dipilih karena ketahanannya terhadap perubahan iklim yang ekstrem, menjadikannya tanaman masa depan yang sangat menjanjikan bagi petani di wilayah Pemalang.
“Kami sangat bangga melihat semangat para peserta dari 10 PC LDII se-Kabupaten Pemalang. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengenalkan kepada masyarakat umum bahwa sorgum tidak hanya berfungsi sebagai bahan makanan alternatif penyangga ketahanan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi aneka kuliner bernilai ekonomi tinggi. Harapan kami, kreasi ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan di tengah masyarakat,” tutur H. Agus Sarwono.
Ajang ini diharapkan menjadi pemantik bagi para pelaku UMKM di lingkungan LDII untuk mulai melirik sorgum sebagai bahan baku utama bisnis kuliner mereka. Dengan nilai nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan nasi atau terigu, sorgum memiliki daya saing pasar yang kuat di tengah tren gaya hidup sehat masyarakat saat ini.
📖 Glosarium Istilah
- Sorgum: Tanaman serealia dari keluarga rumput-rumputan yang tahan kekeringan, kaya serat, dan bebas gluten sebagai alternatif pengganti nasi atau gandum.
- Diversifikasi Pangan: Program penganekaragaman konsumsi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan pokok saja (seperti beras atau gandum).
- Gluten: Protein yang ditemukan dalam gandum yang memberikan elastisitas pada adonan; sorgum tidak memiliki unsur ini sehingga membutuhkan teknik pengolahan khusus.
- PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi di tingkat kecamatan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.