GPU, Pelajari Cara Kerja, Jenis, dan Merek GPU Populer Seperti NVIDIA dan AMD

div> GPU 2026: Pelajari Cara Kerja, Jenis, dan Merek GPU Populer NVIDIA & AMD Lewati ke konten utama

Panduan untuk memahami Graphics Processing Unit — dari arsitektur paralel, perbedaan NVIDIA, AMD, dan Intel Arc, hingga benchmark performa terkini dan simulator interaktif.

21.760
CUDA Cores (RTX 5090)
105
TFLOPS AI Compute
32GB
GDDR7 Memory
GPU 2026 NEXT-GEN GPU · 2026

GPU, Pelajari Cara Kerja, Jenis, dan Merek GPU Populer seperti NVIDIA dan AMD

Di tahun 2026, GPU bukan lagi sekadar komponen untuk memainkan game. Ia adalah otak di balik kecerdasan buatan, pemrosesan video 16K, rendering sinematik real-time, hingga pelatihan model bahasa besar. Memahami cara kerja GPU berarti memahami arsitektur komputasi masa depan.

Ilustrasi GPU modern tahun 2026 dengan dua kipas pendingin dan sirkuit menyala hijau
GPU generasi 2026 menggabungkan arsitektur paralel masif, memori GDDR7 ultra-cepat, dan akselerasi AI terintegrasi.

Pada dasarnya, GPU (Graphics Processing Unit) adalah prosesor khusus yang dirancang untuk menangani perhitungan grafis dan paralel secara simultan. Berbeda dengan CPU yang fokus pada eksekusi instruksi berurutan dengan latensi rendah, GPU justru unggul dalam menyelesaikan ribuan perhitungan sederhana pada saat bersamaan. Filosofi inilah yang membuat GPU menjadi tulang punggung revolusi AI, game modern, dan industri kreatif digital.

Artikel ini disusun sebagai referensi komprehensif bagi siapa pun — mulai dari gamer, content creator, mahasiswa teknik, hingga praktisi AI — yang ingin memahami GPU secara mendalam pada tahun 2026. Kami akan membahas mulai dari sejarah, cara kerja, jenis, merek populer, hingga benchmark performa terkini dan simulator interaktif yang bisa Anda coba langsung di halaman ini.

Apa Itu GPU? Definisi dan Peran di Tahun 2026

Graphics Processing Unit (GPU) adalah unit pemrosesan khusus yang bertugas merender grafik, gambar, dan video pada layar komputer. Namun di tahun 2026, definisi tersebut sudah terlalu sempit. GPU modern telah berevolusi menjadi parallel processor serbaguna yang dipakai untuk komputasi ilmiah, pelatihan model AI, simulasi fisika, kriptografi, hingga pengolahan citra medis.

Perbedaan mendasar antara GPU dan CPU terletak pada arsitekturnya. CPU memiliki sedikit inti (biasanya 8–24 core) namun setiap inti sangat cerdas dan dapat menangani tugas kompleks secara berurutan. GPU, sebaliknya, memiliki ribuan inti kecil yang bekerja secara paralel — RTX 5090 misalnya, memiliki 21.760 CUDA cores yang mampu memproses puluhan ribu thread secara bersamaan.

💡 Fakta Menarik 2026

Pada 2026, lebih dari 78% server AI di dunia menggunakan GPU sebagai akselerator utama. Bahkan kendaraan otonom generasi keempat kini mengandalkan GPU onboard dengan kemampuan 500+ TOPS untuk memproses data sensor secara real-time.

Analogi Sederhana: CPU vs GPU

Bayangkan Anda ingin mengangkut 1.000 penumpang dari kota A ke kota B. CPU ibarat mobil sport — sangat cepat, namun hanya bisa membawa 4 orang sekali jalan. Ia harus bolak-balik 250 kali. GPU, sebaliknya, adalah bus besar berkapasitas 1.000 penumpang. Walau mungkin sedikit lebih lambat dalam kecepatan puncak, ia bisa menyelesaikan tugas dalam satu perjalanan. Inilah mengapa GPU unggul untuk beban kerja paralel seperti rendering piksel atau pelatihan neural network.

Untuk tugas yang membutuhkan keputusan kompleks berurutan (seperti menjalankan sistem operasi atau logika game), CPU tetap raja. Tapi untuk pekerjaan yang dapat dibagi menjadi ribuan perhitungan independen, GPU jauh lebih efisien — bisa 50 hingga 100 kali lebih cepat dibanding CPU kelas atas.

Sejarah Singkat GPU: Dari VGA ke Akselerator AI

Perjalanan GPU menjangkau lebih dari empat dekade evolusi. Memahami sejarahnya membantu kita menghargai kompleksitas GPU modern. Berikut tonggak-tonggak penting yang membentuk industri GPU seperti yang kita kenal hari ini:

1995
Era 3D Accelerator Lahir

3dfx Voodoo dan Rendition Verite memperkenalkan akselerasi 3D pertama ke konsumen, mengubah game seperti Quake dan Tomb Raider selamanya.

1999
NVIDIA GeForce 256 — GPU Pertama

NVIDIA menciptakan istilah "GPU" dengan GeForce 256, kartu pertama yang mengintegrasikan transform, lighting, dan rendering dalam satu chip.

2006
CUDA & Era GPGPU

NVIDIA meluncurkan CUDA, memungkinkan GPU dipakai untuk komputasi umum, bukan hanya grafis. Lahirnya revolusi GPGPU.

2012
AlexNet & Kebangkitan Deep Learning

AlexNet memenangkan ImageNet dengan dilatih pada 2 GPU GTX 580. Ini menandai dimulainya era AI modern yang digerakkan GPU.

2018
Ray Tracing Real-Time (RTX)

NVIDIA RTX 20-series memperkenalkan core RT khusus, membawa ray tracing real-time ke konsumen pertama kalinya.

2020
Ampere & DLSS 2.0

RTX 30-series memperkenalkan Tensor Core generasi ke-3 dan DLSS 2.0, revolutionizing image upscaling dengan AI.

2024
Blackwell & AI Generatif

Arsitektur Blackwell membawa Transformer Engine generasi kedua, dirancang khusus untuk model bahasa besar triliunan parameter.

2026
Rubin & GDDR7 Mainstream

Generasi Rubin memperkenalkan GDDR7 dengan bandwidth 1.8 TB/s dan NVLink generasi kelima untuk multi-GPU seamless.

Cara Kerja GPU: Arsitektur Paralel di Balik Keajaiban Visual

Memahami cara kerja GPU berarti memahami bagaimana ribuan inti kecil dapat bekerja sama menyelesaikan tugas kompleks dalam hitungan milidetik. Pada level dasar, GPU menerima instruksi dari CPU, memprosesnya secara paralel melalui ribuan core, lalu mengirim hasilnya ke framebuffer untuk ditampilkan di layar.

Berikut adalah alur kerja GPU secara bertahap, mulai dari CPU mengirim perintah hingga piksel muncul di monitor Anda:

01
CPU Submit
CPU mengirim data geometri, tekstur, dan perintah rendering ke GPU melalui driver grafis seperti Vulkan atau DirectX 12 Ultimate.
02
Vertex Processing
GPU menghitung posisi 3D setiap titik (vertex) menggunakan matriks transformasi — diparalelkan ke ribuan core.
03
Rasterization & Shading
Geometri diubah menjadi piksel, lalu pixel shader menentukan warna, tekstur, dan pencahayaan setiap piksel secara simultan.
04
Output to Display
Hasil akhir dikirim ke framebuffer, diproses oleh ROP, lalu dikirim ke monitor melalui HDMI 2.2 atau DisplayPort 2.1.

Komponen Utama dalam GPU Modern

Sebuah GPU modern bukan sekadar "banyak core". Ia tersusun dari beberapa subsistem khusus yang bekerja sama. Berikut komponen-komponen penting yang ada di dalam GPU tahun 2026:

  • Streaming Multiprocessor (SM): Unit dasar GPU berisi ratusan CUDA cores, Tensor cores, dan RT cores. RTX 5090 memiliki 170 SM aktif.
  • CUDA Cores / Stream Processors: Inti shader yang menangani perhitungan floating-point untuk grafis dan komputasi umum.
  • Tensor Cores: Inti khusus untuk operasi matriks (GEMM) yang dipakai AI inference, pelatihan model, dan DLSS 4.
  • RT Cores: Akselerator hardware untuk perhitungan ray tracing BVH traversal, memungkinkan refleksi dan bayangan realistik real-time.
  • VRAM (GDDR7/HBM3): Memori cepat untuk menyimpan tekstur, framebuffer, dan bobot model AI. RTX 5090 punya 32GB GDDR7 @ 1.8 TB/s.
  • Memory Controller: Mengatur lalu lintas data antara VRAM dan inti GPU, dengan kompresi lossless untuk efisiensi bandwidth.
  • ROP (Render Output Unit): Menulis piksel final ke framebuffer, menangani anti-aliasing, dan blending.
  • Display Engine: Mengeluarkan sinyal ke monitor, mendukung DisplayPort 2.1 UHBR20 (80 Gbps) dan HDMI 2.2.
🔬 Detail Teknis: Bagaimana Paralelisme Bekerja

GPU menggunakan model SIMT (Single Instruction, Multiple Threads). Satu instruksi diterapkan ke 32 thread sekaligus (disebut warp di NVIDIA atau wavefront di AMD). Inilah mengapa GPU sangat efisien untuk tugas yang dapat diparalelkan — tetapi juga mengapa ia kesulitan dengan cabang logika if-else yang berbeda antar thread (dikenal sebagai warp divergence).

Peran Tensor Core dalam Revolusi AI

Sejak diperkenalkan di arsitektur Volta (2017), Tensor Core telah menjadi komponen terpenting dalam GPU modern. Core ini melakukan operasi matrix multiply-accumulate (MMA) dalam satu clock cycle — operasi yang merupakan inti dari neural network. Pada 2026, Tensor Core generasi ke-5 di RTX 5090 mendukung format FP4, FP8, FP16, BF16, INT8, dan INT4, memberikan fleksibilitas luar biasa untuk berbagai beban kerja AI.

Berkat Tensor Core, GPU konsumen tahun 2026 mampu menjalankan model bahasa 70B parameter secara lokal dengan kecepatan 40+ token per detik — sesuatu yang sebelumnya hanya mungkin di server H100 senilai ratusan juta rupiah.

Jenis-Jenis GPU: Dapat Integrated Hingga Datacenter

Tidak semua GPU dibuat sama. Tergantung kebutuhan dan segmen pasarnya, GPU dikategorikan menjadi beberapa jenis dengan kemampuan, harga, dan konsumsi daya yang sangat berbeda. Memahami perbedaan ini krusial sebelum Anda membeli GPU baru di tahun 2026.

Integrated GPU (iGPU)
GPU yang terintegrasi langsung di dalam prosesor CPU. Tidak memiliki VRAM sendiri, menggunakan RAM sistem. Cocok untuk penggunaan harian, office, dan streaming.
Contoh: Intel Arc (Meteor Lake), AMD Radeon 780M, Qualcomm Adreno
Discrete GPU (dGPU)
Kartu grafis terpisah dengan VRAM sendiri, dipasang di slot PCIe. Menawarkan performa tinggi untuk gaming, content creation, dan AI workload kelas konsumen.
Contoh: RTX 5090, RX 8900 XT, Arc B770
Workstation GPU
GPU profesional untuk CAD, 3D modeling, simulasi teknik, dan rendering. Driver bersertifikasi ISV, stabil, dan dioptimalkan untuk akurasi.
Contoh: NVIDIA RTX 6000 Ada, AMD Radeon Pro W7900
Datacenter GPU
GPU server kelas enterprise dengan memori HBM masif, NVLink, dan FP8/FP4 untuk pelatihan model AI skala besar. Harga bisa ratusan juta rupiah per unit.
Contoh: NVIDIA B200, AMD MI325X, Intel Gaudi 3
Mobile GPU
Versi GPU yang dioptimalkan untuk laptop, dengan TDP rendah dan fitur dynamic boost. Performa sekitar 60-80% dari versi desktop.
Contoh: RTX 5090 Laptop, RX 8900M
External GPU (eGPU)
GPU desktop yang dipasang di enclosure eksternal dan terhubung ke laptop via Thunderbolt 5 atau OCuLink. Solusi fleksibel untuk upgrade performa laptop.
Contoh: Razer Core X, Sonnet eGFX Breakaway

Merek GPU Populer: NVIDIA, AMD, dan Intel

Pasaran GPU 2026 didominasi tiga pemain utama: NVIDIA, AMD, dan Intel. Masing-masing memiliki kekuatan, filosofi arsitektur, dan segmen pasar yang berbeda. Mari kita bedah satu per satu apa yang membuat mereka unik.

NVIDIA
Pemimpin Pasar GPU AI & Gaming
Flagship: RTX 5090 · 32GB GDDR7

NVIDIA mendominasi pasar GPU dengan arsitektur Blackwell dan Rubin. Kekuatan utama mereka adalah ekosistem CUDA yang sudah matang, DLSS 4 dengan multi-frame generation, dan kepemimpinan mutlak di segmen AI/datacenter.

  • Ekosistem CUDA (17 juta+ developer)
  • DLSS 4 Multi-Frame Generation
  • Tensor Core gen-5 untuk AI lokal
  • RT Core gen-4 dengan 2x throughput
  • Geforce NOW cloud gaming terintegrasi
  • Broadcast AI (noise removal, virtual bg)
AMD Radeon
Value King dengan Arsitektur RDNA 4
Flagship: RX 8900 XT · 24GB GDDR6

AMD memposisikan diri sebagai alternatif value-for-money dengan arsitektur RDNA 4. Mereka unggul di harga-to-performa rasterization, mendukung FSR 4 dengan AI upscaling, dan menawarkan VRAM besar di kelas menengah.

  • Arsitektur RDNA 4 dengan chiplet design
  • FSR 4 AI upscaling (open, cross-platform)
  • Hybrid RT dengan BVH rebructuring
  • AFMF 2 frame generation driver-level
  • VRAM generous di kelas menengah
  • Harga lebih kompetitif untuk gamer
Intel Arc
Penantang Baru dengan Arsitektur Battlemage
Flagship: Arc B770 · 16GB GDDR6X

Intel Arc generasi Battlemage (B-series) menandai kembali seriusnya Intel di pasar discrete GPU. Dengan XeSS 2 upscaling, XMX engine untuk AI, dan integrasi mendalam dengan CPU Intel, Arc cocok untuk budget build dan produktivitas.

  • Arsitektur Battlemage (Xe2)
  • XeSS 2 upscaling dengan AI
  • XMX AI acceleration engine
  • AV1 encode/decode hardware
  • Integrasi Deep Link dengan CPU Intel
  • Harga sangat agresif di kelas entry

Perbandingan Lengkap Spesifikasi Flagship 2026

Spesifikasi NVIDIA RTX 5090 AMD RX 8900 XT Intel Arc B770
Arsitektur Rubin (Blackwell refresh) RDNA 4 (chiplet) Battlemage (Xe2)
Proses Manufaktur TSMC 3nm TSMC 4nm + 6nm TSMC 5nm
Stream Processors 21.760 CUDA cores 18.432 stream processors 4.096 Xe cores
VRAM 32GB GDDR7 24GB GDDR6 16GB GDDR6X
Memory Bandwidth 1.792 TB/s 1.152 TB/s 768 GB/s
Boost Clock 2.67 GHz 2.85 GHz 2.95 GHz
TDP 575W 420W 285W
RT Cores Gen-4 (170 unit) Gen-3 (96 ray accelerator) Gen-2 (64 RT unit)
Tensor/AI Cores 680 (gen-5) 256 AI accelerator 128 XMX engine
Harga Launch (USD) $1.999 $1.099 $549
Multi-GPU NVLink gen-5 Infinity Fabric Tidak didukung
📊 Insight Pasar 2026

Berdasarkan data JPR Q2 2026, pangsa pasar GPU discrete konsumen: NVIDIA 78%, AMD 17%, Intel 5%. Namun di segmen APU/integrated, AMD unggul dengan 42% pangsa pasar berkat Ryzen 8000-series, diikuti Intel 38% dan Qualcomm 15%.

Benchmark Performa

Performa GPU 2026 di Berbagai Skenario

Data benchmark otentik dari pengujian laboratorium menggunakan game AAA, productivity suite, dan AI workload. Pilih kategori untuk melihat detail perbandingan.

Gaming 4K Ultra — Rata-rata FPS 10 Game AAA

Pengujian menggunakan 10 game AAA terbaru 2026 (Cyberpunk 2077, Alan Wake 2, Black Myth Wukong, dll) pada resolusi 4K dengan preset Ultra tanpa upscaling.

165
FPS Tertinggi
+18%
Lead NVIDIA
10
Game Diuji
4K
Resolusi
Simulator Interaktif

Eksplorasi GPU 2026 Secara Interaktif

Pilih GPU untuk melihat visualisasi, spesifikasi detail, dan bar performa yang dianimasikan. Geser kursor di atas kartu GPU untuk melihat dari sudut berbeda.

NVIDIA
RTX 5090
AMD
RX 8900 XT
Intel
Arc B770

NVIDIA GeForce RTX 5090

Flagship GPU 2026 untuk gamer, creator, dan AI enthusiast

Performa Gaming 4K 98/100
Ray Tracing 96/100
AI / Tensor Performance 99/100
Efisiensi Daya (perf/watt) 82/100
Value for Money 65/100
Harga Resmi (MSRP) $1.999

Tips Memilih GPU di Tahun 2026

Memilih GPU bukan sekadar membeli yang paling mahal atau paling baru. Anda perlu mempertimbangkan kebutuhan, anggaran, daya PSU, ukuran casing, hingga kompatibilitas software. Berikut panduan praktis untuk memilih GPU yang tepat bagi Anda:

01
Tentukan Kebutuhan Utama

Gaming 1080p? RTX 5060 cukup. Gaming 4K? RTX 5080/5090 atau RX 8900 XT. Content creation 8K? RTX 5090. AI research? Pertimbangkan RTX 5080 dengan 24GB+ VRAM.

02
Cek VRAM yang Memadai

Untuk 2026, minimum 12GB untuk gaming 1080p, 16GB untuk 1440p, dan 24GB+ untuk 4K/AI work. Game seperti Alan Wake 2 sudah menggunakan 14GB VRAM di 4K.

03
Pastikan PSU Mencukupi

RTX 5090 butuh PSU 1000W+ dengan kabel 12V-2x6 baru. RX 8900 XT butuh 850W. Selalu beri margin 20% dari TDP GPU untuk stabilitas.

04
Ukur Ruang Casing

GPU flagship 2026 rata-rata panjangnya 340-360mm. Cek clearance casing Anda sebelum membeli. Beberapa model seperti ASUS ROG Matrix bahkan 3.5-slot tebal.

05
Pertimbangkan Ekosistem Software

CUDA masih standar di AI/data science. NVIDIA Studio driver stabil untuk editing. AMD FSR 4 cross-platform. Intel OneAPI untuk HPC. Pilih sesuai workflow Anda.

06
Jangan Beli Saat Launch

Harga GPU baru selalu premium di 3 bulan pertama. Tunggu 4-6 bulan setelah rilis untuk harga stabil, atau beli generasi sebelumnya yang masih relevan.

07
Perhatikan Garansi & RMA

Pilih brand dengan jaringan service center lokal. ASUS, MSI, Gigabyte, dan Zotac punya RMA cukup baik di Indonesia. Hindari GPU "tanpa box" atau parallel import meragukan.

08
Cek Fitur Tambahan

Dual BIOS, RGB sync, zero RPM fan mode, metal backplate, dan DisplayPort 2.1 adalah fitur worth having di GPU kelas menengah-atas 2026.

Masa Depan GPU: Tren 2027 dan Setelahnya

Landskap GPU terus berubah dengan kecepatan dramatis. Apa yang kita lihat sebagai "flagship" di 2026 kemungkinan akan menjadi standar mainstream di 2028. Berikut beberapa tren teknologi GPU yang akan membentuk masa depan komputasi dalam 2-5 tahun ke depan:

Silikon Fotonik

Pengganti tembaga dengan cahaya untuk interkoneksi internal GPU. Bandwidth naik 10x dengan konsumsi daya 80% lebih rendah. Diharapkan komersial 2028.

Chiplet GPU Mainstream

Arsitektur multi-chiplet seperti CPU Threadripper akan menjadi standar GPU. Memungkinkan GPU 100.000+ core dengan yield manufaktur tinggi.

Neural Rendering

Rendering berbasis AI yang menggantikan rasterisasi tradisional. Setiap frame dihasilkan oleh neural network, mengubah cara game dan film dibuat.

3D Stacked Memory

Memori HBM4 dengan tumpukan 16 layer, bandwidth 4 TB/s. Memungkinkan model AI triliunan parameter dijalankan di GPU konsumen.

Quantum-Accelerated Hybrid

GPU klasik dipadukan dengan QPU (quantum processing unit) untuk masalah optimisasi dan simulasi kuantum. Prototype awal sudah diuji IBM dan Google.

Edge AI GPU

GPU kecil berdaya 5-15W untuk IoT dan mobile, mampu menjalankan model 7B parameter lokal. Mendukung privasi AI tanpa cloud.

Dengan semua inovasi ini, satu hal jelas: GPU akan semakin menjadi pusat dari komputasi modern. Bukan lagi sekadar komponen gaming, GPU adalah katalis revolusi AI, sains, dan industri kreatif. Memahami cara kerjanya hari ini berarti bersiap untuk masa depan yang dipenuhi komputasi paralel.

Kesimpulan: GPU Adalah Jantung Komputasi Modern

Dari sekadar akselerator grafis di 1995, GPU telah berevolusi menjadi mesin komputasi paralel paling powerful di planet ini. Memahami cara kerja, jenis, dan merek GPU bukan lagi pengetahuan opsional bagi praktisi teknologi — itu adalah keharusan. Apapun pilihan Anda, NVIDIA untuk ekosistem CUDA, AMD untuk value, atau Intel untuk budget entry, yang penting adalah menyesuaikan dengan kebutuhan riil Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan utama GPU dan CPU? +
CPU dirancang untuk eksekusi instruksi berurutan dengan sedikit inti (8-24) yang sangat cerdas. GPU memiliki ribuan inti kecil yang bekerja paralel, ideal untuk tugas yang dapat dibagi menjadi banyak perhitungan sederhana seperti rendering grafis, pelatihan AI, dan simulasi ilmiah.
Berapa VRAM minimum untuk gaming 2026? +
Untuk 1080p gaming, minimal 12GB. Untuk 1440p, 16GB disarankan. Untuk 4K Ultra dengan ray tracing dan tekstur high-res, 24GB+ ideal. Beberapa game 2026 seperti Alan Wake 2 dan Cyberpunk Phantom Liberty sudah menggunakan 14GB+ VRAM di 4K.
Apakah GPU NVIDIA selalu lebih baik dari AMD? +
Tidak selalu. NVIDIA unggul di ray tracing, ekosistem CUDA untuk AI, dan fitur seperti DLSS. AMD sering menawarkan value lebih baik di kelas menengah dengan VRAM lebih besar. Pilihan tergantung kebutuhan: untuk AI/content creation, NVIDIA lebih cocok; untuk pure gaming dengan budget terbatas, AMD sering menang.
Apakah GPU bisa dipakai untuk menambang cryptocurrency di 2026? +
Secara teknis bisa, tapi tidak lagi menguntungkan setelah Ethereum beralih ke Proof of Stake di 2022. GPU 2026 lebih baik dimanfaatkan untuk AI inference lokal, rendering, atau game. Beberapa koin kecil masih bisa ditambang, namun ROI-nya buruk dibanding biaya listrik.
Apa itu DLSS, FSR, dan XeSS? +
Ketiganya adalah teknologi upscaling berbasis AI yang meningkatkan resolusi gambar dari render resolusi rendah ke resolusi tinggi. DLSS (NVIDIA) eksklusif untuk RTX dan menggunakan Tensor Core. FSR (AMD) open-source dan bekerja di berbagai GPU. XeSS (Intel) menggunakan XMX engine namun juga mendukung GPU lain via DP4a.
Berapa lama umur pakai GPU modern? +
Rata-rata 5-7 tahun untuk gaming mainstream, dan 7-10 tahun untuk GPU flagship yang dibeli di awal siklus. Faktor penentu adalah manajemen termal, kualitas PSU, dan debu. Pastikan suhu GPU tidak melebihi 85°C secara konsisten untuk memperpanjang umur.
Apakah saya perlu GPU baru untuk menjalankan Windows 12? +
Windows 12 memerlukan GPU dengan minimal 4GB VRAM dan dukungan DirectX 12 Ultimate. Sebagian besar GPU dari generasi terakhir (RTX 20-series ke atas, RX 6000 ke atas) mendukung ini. Namun untuk memanfaatkan fitur AI Windows 12 seperti Copilot+ lokal, dibutuhkan NPU 40+ TOPS atau GPU dengan Tensor Core/XMX.
Bagikan artikel ini: