Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Dimana Bisa Disaksikan? - BMKG

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Dimana Bisa Disaksikan? - BMKG
Astronomi

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Dimana Bisa Disaksikan?

Berdasarkan rilis resmi BMKG — lintasan, waktu, dan negara yang beruntung bisa menyaksikan fenomena langka ini

12 AGUSTUS 2026

Ilustrasi: Gerhana Matahari Total

Bayangan bulan menutupi seluruh piringan matahari, menciptakan korona matahari yang memukau — namun sayangnya fenomena ini tidak dapat diamati dari Indonesia.

22 Juni 2025
7 menit baca
Astronomi
Pengantar BMKG

BMKG: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Dapat Diamati dari Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi menginformasikan bahwa Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada tanggal 12 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan karena lintasan bayangan total (umbra) bulan tidak melewati wilayah Republik Indonesia.

Gerhana Matahari Total merupakan fenomena astronomi langka yang terjadi ketika posisi bulan berada tepat di antara matahari dan bumi, sehingga bayangan inti bulan (umbra) jatuh ke permukaan bumi dan menutupi seluruh piringan matahari. Pada momen totalitas, matahari tampak seperti cakram hitam dikelilingi korona — atmosfer luar matahari yang berpendar putih keabu-abuan.

Penting: Walaupun tidak terlihat dari Indonesia, masyarakat tetap dilarang keras melihat matahari langsung tanpa alat pelindung khusus (kacamata gerhana). Melihat matahari langsung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata bahkan kebutaan.

Lintasan Gerhana

Lintasan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

Bayangan total bulan akan melintasi permukaan bumi sepanjang jalur yang dikenal sebagai path of totality. Berikut adalah urutan wilayah yang dilalui lintasan totalitas:

LINTASAN TOTALITAS (PATH OF TOTALITY) KUTUB UTARA GREENLAND ISLANDIA SPANYOL INDONESIA ✗ Tidak terlihat Lintasan Totalitas Tidak dilalui
1️⃣
Samudra Arktik
Gerhana dimulai dari wilayah Samudra Arktik dekat Kutub Utara sekitar pukul 08:40 UTC. Tidak ada penduduk permanen di area ini, sehingga tidak ada yang bisa menyaksikan secara langsung.
2️⃣
Greenland
Lintasan totalitas melewati bagian utara Greenland. Beberapa komunitas kecil di pesisir utara Greenland berpotensi menyaksikan gerhana total dengan durasi sekitar 2 menit.
3️⃣
Islandia
Islandia menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana ini. Durasi totalitas di sini mencapai sekitar 2 menit 18 detik — salah satu yang terlama sepanjang lintasan.
4️⃣
Spanyol Bagian Utara
Lintasan berakhir di utara Spanyol, melintasi kota-kota seperti Bilbao dan Santander. Ini menjadi lokasi terakhir di daratan utama yang bisa menyaksikan gerhana total sebelum bayangan bergerak ke samudra.
Tabel Negara

Negara yang Dapat Menyaksikan Gerhana 12 Agustus 2026

Negara/WilayahJenis GerhanaEstimasi Obserba­siStatus
GreenlandTotal~2 menitTotal
IslandiaTotal~2 mnt 18 dtkTotal
Spanyol (utara)Total~1 mnt 45 dtkTotal
PortugalSebagian Besar~85-95%Sebagian Besar
PrancisSebagian Besar~70-90%Sebagian Besar
InggrisSebagian~50-70%Sebagian
JermanSebagian~40-60%Sebagian
ItaliaSebagian~30-50%Sebagian
MarokoSebagian~30-50%Sebagian
NorwegiaSebagian~40-60%Sebagian
Kanada (timur)Sebagian Kecil~10-30%Sebagian Kecil
Rusia (barat laut)Sebagian Kecil~10-25%Sebagian Kecil
IndonesiaTidak Terlihat0%✗ Tidak Terlihat

Catatan: Persentase observasi adalah estimasi porsi diameter matahari yang tertutupi bulan pada titik pengamatan terbaik di masing-masing negara. Nilai bisa bervariasi tergantung posisi tepat pengamat.

Grafik

Persentase Observasi Gerhana per Negara

Estimasi Cakupan Gerhana (Obstruction %)
Sumber: Data lintasan NASA Eclipse Explorer — nilai perkiraan di titik terbaik masing-masing negara
Islandia100% (Total)
100%
Greenland100% (Total)
100%
Spanyol (utara)100% (Total)
100%
Portugal~90%
90%
Prancis~80%
80%
Inggris~60%
60%
Jerman~50%
50%
Maroko~40%
40%
Kanada (timur)~20%
20%
Indonesia0% — Tidak Terlihat
Waktu

Waktu Terjadinya Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

FaseWaktu UTCWaktu WIBKeterangan
Gerhana Sebagian Mulai (P1)~08:35 UTC~15:35 WIBMulai terlihat di wilayah Arktik
Gerhana Total Mulai (U1)~09:00 UTC~16:00 WIBBayangan umbra menyentuh bumi
Totalitas Maksimum~10:17 UTC~17:17 WIBDurasi maks ~2 mnt 18 dtk (Islandia)
Gerhana Total Berakhir (U4)~11:35 UTC~18:35 WIBBayangan umbra meninggalkan bumi
Gerhana Sebagian Berakhir (P4)~13:00 UTC~20:00 WIBGerhana berakhir sepenuhnya

Perhatian: Waktu WIB hanya sebagai referensi perbandingan. Karena gerhana tidak terlihat dari Indonesia, waktu di atas tidak relevan untuk pengamatan di Indonesia. Waktu yang tercantum adalah waktu UTC dikonversi ke WIB (UTC+7).

Penjelasan

Mengapa Indonesia Tidak Bisa Melihat Gerhana Ini?

Menurut BMKG, ada beberapa alasan mengapa Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari Indonesia:

  • Posisi lintasan sangat jauh ke utara — Path of totality berada di lintang 60°-80° LU (Kutub Utara), sedangkan Indonesia berada di lintang 6°-11° LS. Jarak antara lintasan dan Indonesia sangat jauh.
  • Bayangan bulan tidak mencapai Indonesia — Baik bayangan inti (umbra) maupun bayangan semu (penumbra) yang signifikan tidak menyentuh wilayah Indonesia. Artinya, tidak ada pengurangan cahaya matahari yang teramati.
  • Waktu terjadinya tidak sesuai — Gerhana terjadi saat Indonesia sudah malam (sekitar pukul 15:35-20:00 WIB), sehingga matahari sudah terbenam dan tidak bisa diamati sama sekali.

Penjelasan Sederhana: Bayangkan bulan melempar bayangan ke bumi saat gerhana. Bayangan ini hanya "menyentuh" daratan di sekitar Kutub Utara — Greenland, Islandia, dan Spanyol. Indonesia berada sangat jauh dari bayangan itu, plus saat gerhana terjadi, Indonesia sudah malam hari sehingga matahari sudah tidak tampak.

Ke Depan

Gerhana Matahari yang Bisa Dilihat dari Indonesia

Walaupun tidak bisa menyaksikan gerhana 12 Agustus 2026, Indonesia memiliki jadwal gerhana matahari sendiri yang akan datang. Berikut beberapa yang sudah diprediksi:

TanggalJenisWilayah IndonesiaObserba­si
25 Maret 2025SebagianSebagian besar Indonesia30-60%
21 September 2025SebagianSebagian kecil Indonesia10-30%
20 April 2028TOTALSumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua100% Total ✅
12 Agustus 2026-IndonesiaTidak terlihat ✗
26 Januari 2028SebagianSebagian besar Indonesia30-50%

Kabar Gembira! Gerhana Matahari Total berikutnya yang melintasi Indonesia diperkirakan terjadi pada 20 April 2028. Lintasan totalitas akan melintasi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua — menjadi gerhana total yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia.

Edukasi

Apa Itu Gerhana Matahari Total?

Gerhana Matahari Total terjadi ketika bulan berada tepat di antara matahari dan bumi, sehingga bayangan gelap bulan menutupi seluruh piringan matahari yang terlihat dari permukaan bumi. Fenomena ini hanya bisa terjadi saat bulan dalam fase baru (new moon) dan berada di atau sangat dekat dengan titik simpul orbitnya (lunar node).

  • Korona Matahari — Atmosfer luar matahari yang biasanya tidak terlihat karena cahaya matahari terlalu terang. Saat totalitas, korona tampak sebagai halo putih memukau di sekeliling cakram hitam matahari.
  • Diamond Ring — Saat awal dan akhir totalitas, titik terakhir cahaya matahari yang menembus lembah-lembah di tepi bulan menciptakan efek "cincin berlian" yang spektakuler.
  • Prominensa — Tombol-tombol merah muda di tepi matahari yang sebenarnya adalah ledakan gas besar di fotosfer matahari, hanya terlihat saat totalitas.
  • Suhu Turun Drastis — Saat totalitas, suhu udara bisa turun 5-10°C secara tiba-tiba dan burung-burung berhenti bernyanyi karena mengira sudah malam.

PERINGATAN KEAMANAN: JANGAN PERNAH melihat matahari langsung tanpa kacamata gerhana yang bersertifikat ISO 12312-2. Kacamata hitam biasa, film negatif, CD, atau kacamata hitam tidak aman. Kerusakan retina bisa terjadi dalam hitungan detik tanpa rasa sakit awal.

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Tidak. Menurut rilis resmi BMKG, Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia karena lintasan bayangan total (umbra) bulan tidak melewati wilayah Indonesia. Selain itu, saat gerhana terjadi, Indonesia sudah memasuki waktu malam sehingga matahari sudah terbenam.
Negara-negara yang dilintasi bayangan total adalah Greenland, Islandia, dan Spanyol bagian utara. Sebagian besar Eropa, Afrika Utara, dan timur Kanada dapat melihat gerhana sebagian dengan persentase yang bervariasi.
Gerhana Matahari Total berikutnya yang lintasannya melalui Indonesia diperkirakan terjadi pada 20 April 2028. Lintasan totalitas akan melintasi wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Ini akan menjadi gerhana total yang sangat dinantikan karena terakhir kali Indonesia mengalami GMT adalah pada 9 Maret 2016.
Durasi totalitas maksimum sekitar 2 menit 18 detik, terjadi di wilayah dekat Islandia. Durasi ini bervariasi tergantung posisi pengamat sepanjang lintasan totalitas — semakin dekat ke tepi lintasan, semakin pendek durasinya.
Gunakan kacamata gerhana bersertifikat ISO 12312-2 yang dibeli dari penjual terpercaya. Jangan gunakan kacamata hitam biasa, film negatif, CD, atau filter kamera tanpa pelindung khusus. Jangan juga melihat melalui teropong tanpa filter solar yang tepat. Selalu awasi anak-anak saat mengamati gerhana.
Gerhana Matahari Total rata-rata hanya terjadi sekali setiap 18 bulan di suatu tempat di bumi, namun di lokasi tertentu bisa menunggu ratusan tahun. Secara global, terjadi sekitar 2-5 kali per tahun, tetapi lintasannya sangat sempit (lebar sekitar 150-200 km) sehingga persentase permukaan bumi yang bisa melihatnya sangat kecil — kurang dari 0,5% permukaan bumi.

Sumber: Artikel ini disusun berdasarkan rilis resmi BMKG — "Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Dapat Diamati dari Indonesia", dikombinasikan dengan data lintasan dari NASA Eclipse Explorer.

Bagikan:
Link berhasil disalin!