Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sekaligus Anggota DPR RI, Hj. Erna Sari Dewi, SE., MH., melakukan kunjungan kerja ke kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Bengkulu guna menyerap aspirasi masyarakat sekaligus meninjau fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Huda, Kamis (27/8/2026). Kedatangan legislator ini disambut hangat oleh ratusan santri dan jajaran pengurus harian LDII Bengkulu dalam suasana dialogis yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur pendidikan berbasis keagamaan.
Kehadiran Erna Sari Dewi di Gedung Aula DPW LDII Provinsi Bengkulu diterima langsung oleh Ketua DPW LDII Provinsi Bengkulu, Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd., didampingi Wakil Ketua Ponpes Al Huda H. Tono Sugiartono, M.Pd., Dewan Penasihat wilayah, serta jajaran pimpinan Yayasan FII Daril Muqoddas dan SMA Budi Utomo Kota Bengkulu. Pertemuan ini menjadi ruang bagi para praktisi pendidikan pesantren untuk menyampaikan berbagai tantangan riil yang dihadapi di lapangan.
Sinergi Strategis Lembaga Dakwah dan Pemerintah dalam Pembangunan Daerah
Dalam sambutannya, H. Tono Sugiartono mengungkapkan perkembangan pesat Ponpes Al Huda yang kini membina lebih dari 250 santri. Meskipun telah memiliki legalitas formal yang kuat, pesantren ini masih bergelut dengan keterbatasan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar. Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah sangat krusial untuk memastikan akselerasi pembangunan infrastruktur pondok.
"Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur agar pembinaan pendidikan dapat berjalan semakin optimal," ujar H. Tono Sugiartono.
Ketua DPW LDII Bengkulu, Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd., turut memberikan apresiasi mendalam atas kunjungan ini. Menurutnya, momentum tersebut sangat tepat untuk menyinkronkan 8 Program Pengabdian LDII untuk Bangsa dengan kebijakan nasional, terutama di bidang pendidikan karakter. LDII terus konsisten menanamkan 29 karakter luhur kepada para santri sebagai fondasi mencetak generasi profesional religius.
"Kunjungan ini menjadi momentum memperkuat sinergi dalam mendukung pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda," ungkap Meri Sasdi dengan nada optimis.
Komitmen Konstitusional dalam Pemenuhan Hak Dasar Pendidikan Warga Negara
Menanggapi berbagai aspirasi yang masuk, Erna Sari Dewi menegaskan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari mandat konstitusional untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Ia menyoroti pentingnya aksesibilitas pendidikan yang setara bagi seluruh anak bangsa, baik melalui jalur pendidikan formal maupun pesantren.
"Hari ini saya sebagai anggota DPR RI sekaligus anggota MPR RI menjalankan tugas konstitusional sebagai agenda penampungan aspirasi masyarakat, memberikan pemenuhan hak-hak dasar sesuai UUD 1945, sekaligus memberikan motivasi kepada santri dan siswa," tegas Erna Sari Dewi di hadapan ratusan audiens.
Tak sekadar berdialog, legislator ini juga meninjau langsung berbagai fasilitas di lingkungan Ponpes Al Huda dan SMA Budi Utomo. Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan prioritas yang akan diperjuangkan di tingkat pusat. Ia meyakini bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai kawah candradimuka bagi pemimpin masa depan bangsa.
"Yang terpenting hari ini adalah melihat langsung fasilitas pondok pesantren agar setiap anak bangsa mendapatkan fasilitas yang sama di mana pun berada selama masih dalam NKRI," tambah Erna.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif antara lembaga legislatif dengan DPW LDII Bengkulu. Melalui penyerapan aspirasi ini, diharapkan ada langkah nyata dalam peningkatan mutu dan fasilitas pendidikan pesantren di Provinsi Bengkulu.
📖 Glosarium Istilah
- MPR RI: Lembaga tinggi negara yang memiliki wewenang mengubah dan menetapkan UUD serta melantik Presiden dan Wakil Presiden.
- 8 Program Pengabdian LDII: Klaster kontribusi strategis LDII untuk bangsa yang mencakup bidang kebangsaan, keagamaan, ekonomi, pendidikan, pangan-lingkungan, kesehatan, teknologi digital, dan energi terbarukan.
- Aspirasi Masyarakat: Harapan, keinginan, atau keluhan warga yang disampaikan kepada wakil rakyat untuk diperjuangkan dalam kebijakan pemerintah.
- 29 Karakter Luhur: Prinsip pembinaan karakter dalam LDII yang mencakup tri dharma (rukun, kompak, kerjasama yang baik) dan karakter mulia lainnya.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.