Doa Perlindungan dan Pengayoman, Menjaga Diri Dari Segala Kejelekan dan Kemaksiatan

Doa Perlindungan dan Pengayoman, Menjaga Diri Dari Segala Kejelekan dan Kemaksiatan
🤲

Doa Perlindungan dan Pengayoman, Menjaga Diri Dari Segala Kejelekan dan Kemaksiatan

Dokumen Doa-Doa Pengayoman dalam bahasa Arab untuk perlindungan dan keselamatan dari segala kejelekan

Dokumen Doa-Doa Pengayoman — Kumpulan doa perlindungan dalam bahasa Arab

Bagikan:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a'ūdzu birabbil falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab. Wa min syarrin naffātsāti fil 'uqad. Wa min syarri hāsidin idzā hasad.
"Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan apa yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap, dari kejahatan wanita-wanita yang meniup pada simpul-simpul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."
— QS. Al-Falaq: 1-5

Pentingnya Doa Perlindungan dalam Islam

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang mukmin senantiasa menghadapi berbagai ujian dan gangguan, baik yang terlihat maupun yang tidak kasat mata. Doa perlindungan dan pengayoman merupakan senjata utama yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk menjaga diri dari segala bentuk kejelekan, kemaksiatan, gangguan jin, sihir, hasad (dengki), serta marabahaya lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah (QS. An-Nisa: 28), sehingga sangat membutuhkan perlindungan dan pengayoman dari Sang Pencipta. Doa bukan sekadar ucapan, melainkan penghubung antara hamba dan Tuhannya, sarana untuk meraih ketenangan, keamanan, dan ketentraman jiwa.

📖 Dalil Kehujudan Doa Perlindungan

Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka Jahannam atau di surga." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, maka apakah kita tidak bertawakkal saja?" Beliau menjawab: "Bertawakkal, tapi berusaha (berdoa dan berikhtiar)." (HR. Bukhari no. 6602)

Dokumen "Doa-Doa Pengayoman" yang tertera pada gambar di atas memuat kumpulan doa-doa pilihan dalam bahasa Arab yang dirangkum secara khusus untuk membantu setiap muslim memperoleh perlindungan menyeluruh dari berbagai ancaman, baik lahir maupun batin.

Surah Al-Falaq — Perlindungan dari Kejahatan Makhluk

Surah Al-Falaq (surah ke-113 dalam Al-Qur'an) merupakan salah satu dari dua surah yang dikenal dengan sebutan Al-Mu'awwidzatain (dua surah pelindung). Surah ini mengajarkan kita untuk berlindung kepada Allah dari segala kejahatan yang berasal dari makhluk-Nya.

1
Surah Al-Falaq (Lengkap)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Bismillāhir raḥmānir raḥīm. Qul a'ūdzu birabbil falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab. Wa min syarrin naffātsāti fil 'uqad. Wa min syarri hāsidin idzā hasad.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan apa yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap, dari kejahatan wanita-wanita yang meniup pada simpul-simpul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."
📖 QS. Al-Falaq: 1-5 | Dibaca 3x setiap pagi dan sore

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "ghāsiqin idzā waqab" merujuk pada kejahatan malam ketika gelap gulita, yaitu saat berbagai jenis bahaya dan gangguan sering muncul. Sedangkan "naffātsāti fil 'uqad" adalah para tukang sihir yang mengikat simpul sambil meniupkan mantera.

Surah An-Nas — Perlindungan dari Gangguan Setan

Surah An-Nas (surah ke-114) melengkapi Surah Al-Falaq dengan fokus pada perlindungan dari gangguan setan, baik dari kalangan jin maupun manusia, yang selalu berusaha menyesatkan dan merusak.

2
Surah An-Nas (Lengkap)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Bismillāhir raḥmānir raḥīm. Qul a'ūdzu birabbin nās. Malikin nās. Ilāhin nās. Min syarril waswāsil khannās. Alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin nās. Minal jinnati wan nās.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Raja manusia. Sesembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia."
📖 QS. An-Nas: 1-6 | Dibaca 3x setiap pagi dan sore
💡 Keutamaan Al-Mu'awwidzatain

Dari Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidakkah engkau melihat ayat-ayat yang diturunkan malam ini? Belum pernah terlihat yang semisalnya." Yaitu Surah Al-Falaq dan An-Nas. (HR. Muslim no. 814)

Ayat Kursi — Penjaga Utama

Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) merupakan ayat yang paling agung dalam Al-Qur'an. Membacanya menjadi salah satu bentuk doa perlindungan yang paling kuat untuk menjaga diri, keluarga, dan harta benda.

3
Ayat Kursi — QS. Al-Baqarah: 255
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allāhu lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūm. Lā ta'khudzuhū sinatun wa lā naum. Lahū mā fis samāwāti wa mā fil arḍ. Man dzal ladzī yasyfa'u 'indahū illā bi idznih. Ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bisyai'in min 'ilmihī illā bimā syā'. Wasi'a kursiyyuhus samāwāti wal arḍ. Wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā. Wa huwal 'aliyyul 'aẓīm.
Artinya: "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar."
📖 QS. Al-Baqarah: 255 | Dibaca setelah setiap shalat fardhu dan sebelum tidur

Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang membaca Ayat Kursi saat sebelum tidur, maka Allah akan menugaskan seorang penjaga untuknya yang tidak akan pernah menjauh hingga ia bangun di pagi hari." (HR. Al-Bukhari no. 2311)

Doa Perlindungan Pagi dan Sore Hari

Rasulullah ﷺ sangat menekankan pembacaan doa perlindungan pada waktu pagi (setelah shalat Subuh) dan waktu sore (setelah shalat Ashar). Beliau mengajarkan doa yang sangat komprehensif yang mencakup perlindungan dari berbagai kejelekan.

4
Doa Pagi dan Sore — Perlindungan Menyeluruh
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillāhil ladzī lā yaḍurru ma'as mihī syai'un fil arḍi wa lā fis samā'i wa huwas samī'ul 'alīm.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
📖 HR. Abu Dawud no. 5088, At-Tirmidzi no. 3388 | Dibaca 3x pagi dan sore
5
Doa Penolak Segala Bala
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
A'ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq.
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala yang Dia ciptakan."
📖 HR. Muslim no. 2709 | Dibaca 3x pagi dan sore
6
Doa Kepuasan dan Perlindungan Agama
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ ﷺ نَبِيًّا
Raḍītu billāhi rabban wa bil islāmi dīnan wa bi muḥammadin ﷺ nabiy-yā.
Artinya: "Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai nabiku."
📖 HR. Abu Dawud no. 5072, At-Tirmidzi no. 3389 | Dibaca 3x pagi dan sore

Doa Sebelum Tidur

Tidur merupakan mini kematian di mana jiwa seseorang dalam keadaan rentan terhadap gangguan. Oleh karena itu, doa sebelum tidur menjadi sangat penting sebagai perisai perlindungan sepanjang malam.

7
Doa Sebelum Tidur — Meniup Kedua Tangan
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Bismikallāhumma amūtu wa aḥyā.
Artinya: "Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup."
📖 HR. Al-Bukhari no. 6312, Muslim no. 2711
8
Doa Bangun Tidur
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Alḥamdulillāhil ladzī aḥyānā ba'da mā amātanā wa ilaihin nusyūr.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan."
📖 HR. Al-Bukhari no. 6312
🌙 Sunnah Rasulullah Saat Tidur

Rasulullah ﷺ apabila hendak tidur di tempat tidurnya, beliau meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanannya, kemudian membaca: "Ya Allah, peliharalah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu" (HR. Abu Dawud no. 5045). Selanjutnya beliau meniupkan kedua tangannya setelah membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu mengusapkan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian tubuh lainnya. Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali.

Doa Menjaga Diri dari Kemaksiatan

Salah satu bentuk kejelekan yang paling berbahaya adalah kemaksiatan, karena dosa tidak hanya merusak hubungan seorang hamba dengan Allah, tetapi juga membuka pintu-pintu kejelekan lainnya. Berikut doa yang diajarkan untuk menjaga diri dari kemaksiatan:

9
Doa Mohon Perlindungan dari Kesesatan dan Kemaksiatan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allāhumma innī a'ūdzu bika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal jubni wal bukhl, wa ḍala'id dayni wa ghalabatir rijāl.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekhawatiran dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, dari beban hutang dan tekanan manusia."
📖 HR. Abu Dawud no. 1555, Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad
10
Doa Memohon Petunjuk dan Kebaikan
اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي
Allāhumma ihdinī wa saddidnī.
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah aku."
📖 HR. Muslim no. 2725

Selain doa-doa di atas, menjaga diri dari kemaksiatan juga dilakukan dengan cara-cara berikut:

  • Menjaga shalat lima waktu secara berjamaah di masjid, karena shalat adalah pencegah dari perbuatan keji dan munkar (QS. Al-Ankabut: 45)
  • Memperbanyak istighfar — Nabi ﷺ beristighfar lebih dari 70 kali sehari (HR. Al-Bukhari)
  • Menghindari tempat-tempat yang mendekatkan pada maksiat dan memilih lingkungan yang baik
  • Menjaga pandangan sebagaimana perintah Allah dalam QS. An-Nur: 30-31
  • Mengisi waktu dengan kebaikan seperti membaca Al-Qur'an, dzikir, dan amal shaleh
  • Berpuasa sunnah sebagai perisai dari syahwat dan perbuatan tercela

Adab dan Waktu Membaca Doa Perlindungan

Agar doa perlindungan yang kita panjatkan lebih makbul dan memberikan efek yang optimal, perlu diperhatikan beberapa adab berdoa berikut ini:

Waktu Doa yang Dibaca Jumlah
Pagi hari
(setelah Subuh)
Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi, Doa pagi Masing-masing 3x
Sore hari
(setelah Ashar)
Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi, Doa sore Masing-masing 3x
Sebelum tidur Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi Al-Mu'awwidzatain 3x
Ayat Kursi 1x
Setelah shalat fardhu Ayat Kursi, dzikir pascashalat Ayat Kursi 1x
Saat bepergian Doa safar, doa naik kendaraan 1x
Merasa takut/gelisah Al-Falaq, An-Nas, doa penenang Disesuaikan

Adab Berdoa yang Disunnahkan

1

Menghadap Kiblat

Mengarahkan wajah dan tubuh ke arah Ka'bah saat berdoa

2

Mengangkat Tangan

Mengangkat kedua tangan setinggi dada atau wajah

3

Mulai dengan Hamdalah

Memulai doa dengan memuji Allah dan shalawat Nabi

4

Bersungguh-sungguh

Berdoa dengan penuh penghayatan dan keyakinan dikabulkan

5

Mengakhiri Amin

Menutup doa dengan mengucapkan "Aamin" dengan sepenuh hati

6

Bersikap Istiqamah

Membaca doa perlindungan secara rutin setiap hari tanpa putus

Pertanyaan Umum (FAQ)

Doa perlindungan sebaiknya dibaca setiap hari, terutama saat pagi dan sore hari (pagi setelah Subuh dan sore setelah Ashar), sebelum tidur, saat akan bepergian, dan ketika merasa ada gangguan atau ketakutan. Rasulullah ﷺ sangat rutin membaca doa-doa ini setiap harinya.

Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas (dikenal sebagai Al-Mu'awwidzatain) merupakan surah yang paling utama untuk perlindungan dari kejelekan, ditambah dengan Ayat Kursi (Al-Baqarah ayat 255) dan Surah Al-Ikhlas. Keempat surah/ayat ini menjadi kombinasi perlindungan yang sangat kuat dan diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk membaca Surah Al-Falaq dan An-Nas masing-masing 3 kali setiap pagi dan sore. Untuk keperluan ruqyah atau perlindungan khusus, bisa diperbanyak sesuai kebutuhan. Hadits dari Uqbah bin 'Amir menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan beliau untuk membacanya setiap kali selesai shalat.

Ya, doa perlindungan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bisa dibacakan untuk melindungi keluarga, anak-anak, dan rumah tangga dari segala kejelekan, gangguan jin, dan kemaksiatan. Rasulullah ﷺ biasa meniupkan doa ke kedua tangan lalu mengusapkan ke tubuh anak-anaknya sebagai bentuk perlindungan.

Doa perlindungan adalah doa sehari-hari yang dibaca untuk mencegah dan menjaga diri dari kejelekan secara umum. Sedangkan ruqyah syar'iyyah adalah terapi penyembuhan dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa khusus yang ditujukan untuk mengobati gangguan tertentu seperti sihir, gangguan jin, atau penyakit. Ruqyah menggunakan ayat-ayat yang lebih banyak dan dibaca dengan metode tertentu.

Untuk doa-doa yang berasal dari Al-Qur'an dan hadits (seperti Surah Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi, dan doa-doa spesifik yang diajarkan Rasulullah ﷺ), hukumnya harus dibaca dalam bahasa Arab sesuai lafal aslinya. Namun untuk doa pribadi yang menggunakan kata-kata sendiri, boleh menggunakan bahasa Indonesia selama maknanya sesuai dan tidak mengandung hal yang bertentangan dengan syariat.

Penutup

Doa perlindungan dan pengayoman merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang muslim sehari-hari. Dengan membaca doa-doa yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ secara istiqamah, seorang mukmin akan senantiasa berada dalam lindungan dan pengayoman Allah Subhanahu wa Ta'ala dari segala bentuk kejelekan, kemaksiatan, dan marabahaya.

Jadikanlah doa-doa ini sebagai amalan harian yang tidak pernah terlewatkan. Ajarkanlah kepada anak-anak, keluarga, dan saudara-saudara kita agar mereka juga mendapatkan perlindungan yang sama. Sungguh, tidak ada pelindung yang lebih baik dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Dialah sebaik-baik Pelindung."
(QS. Ali Imran: 173)