Mengukur Kualitas Pembinaan Melalui Uji Kompetensi Santri
Pandeglang — Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Karaton mengambil langkah konkret dalam memperkuat fondasi keagamaan generasi muda dengan menyelenggarakan Munaqosah Generus bagi santri jenjang Sekolah Dasar (SD). Perhelatan yang kental dengan suasana kekeluargaan ini dilaksanakan di Masjid Al-Muttaqin, Pandeglang, Banten, pada Minggu (5/7/2026).
Sebanyak 18 peserta didik mengikuti rangkaian ujian ini di bawah pengawasan langsung para pengajar dan didampingi orang tua mereka masing-masing. Kehadiran orang tua bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan moral yang sangat krusial dalam ekosistem pendidikan karakter yang dibangun oleh LDII.
Pentingnya Kolaborasi Orang Tua dan Pengajar
Ketua DPD LDII Kabupaten Pandeglang, Siam Al Fajar, hadir secara langsung untuk meninjau jalannya kegiatan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa munaqosah merupakan instrumen krusial untuk memetakan sejauh mana materi yang diajarkan telah diserap oleh para santri.
"Orang tua dapat mengetahui kemampuan putra-putrinya sekaligus memberikan motivasi agar mereka terus semangat mencapai target pembelajaran," ujar Siam Al Fajar saat memberikan sambutan di hadapan para peserta.
Munaqosah ini dirancang secara komprehensif untuk mengukur kemampuan teknis dan spiritual para santri. Materi ujian mencakup kelancaran membaca Al-Quran, hafalan doa-doa harian, hingga hafalan surat-surat pendek dalam Juz Amma. Tak hanya itu, aspek afektif juga menjadi sorotan utama melalui pemahaman 29 Karakter Luhur yang menjadi kurikulum wajib bagi generasi penerus LDII.
Evaluasi Berkala Demi Target Pembelajaran
Siam menjelaskan bahwa pembinaan agama tidak boleh dilakukan secara stagnan tanpa ada parameter keberhasilan yang jelas. Oleh karena itu, evaluasi dilakukan secara berkala sesuai dengan jenjang usia dan target yang telah ditetapkan. Hasil dari munaqosah ini nantinya akan menjadi rapor bagi pengajar untuk menentukan pola bimbingan di masa mendatang.
"Pembinaan generasi penerus merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan para pengajar. Karena itu, kolaborasi yang baik dinilai menjadi kunci agar proses pendidikan agama dan pembentukan karakter berjalan secara optimal," tandas Siam Al Fajar.
Ketajaman evaluasi ini tidak berhenti sampai di sini. Pihak penyelenggara telah menjadwalkan agenda tindak lanjut untuk melihat konsistensi progres belajar para santri. Hal ini menunjukkan komitmen LDII dalam menjaga kualitas output pendidikan secara berkelanjutan.
"Insya Allah pada evaluasi berikutnya di bulan Desember nanti akan kembali dilihat apakah target pembelajaran telah tercapai atau masih memerlukan pembinaan lebih lanjut," jelasnya lebih mendalam.
Di akhir sesi, Siam mengingatkan para orang tua agar senantiasa menghargai setiap tetes keringat anak dalam belajar. Pemberian apresiasi, sekecil apa pun, diyakini mampu menyalakan api semangat dalam diri anak untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan akhlaknya di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para santri, kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada seluruh peserta. Harapannya, nilai-nilai luhur yang telah diujikan tidak hanya berhenti di lisan, tetapi juga teraplikasikan dalam perilaku sehari-hari.
📖 Glosarium Istilah
- Munaqosah: Ujian atau evaluasi kemampuan santri dalam menyerap materi keagamaan yang telah dipelajari.
- Generus: Singkatan dari Generasi Penerus, sebutan bagi para pemuda dan anak-anak dalam lingkungan pembinaan LDII.
- 29 Karakter Luhur: Kumpulan nilai-nilai moral dan etika yang menjadi standar pembinaan karakter dalam organisasi LDII.
- PAC: Pimpinan Anak Cabang, struktur organisasi tingkat kelurahan atau desa.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.