Suasana penuh keakraban dan khidmat menyelimuti kawasan Jalan Hasanuddin, Gang Ketapang, Mimika, Papua Tengah. Bupati Mimika secara resmi hadir untuk meresmikan Masjid Miftahul Huda yang berada di bawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Mimika tersebut tidak hanya menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap sarana ibadah, tetapi juga menjadi ajang unjuk budaya melalui sambutan meriah dari para pendekar pencak silat Persinas ASAD.
Penyambutan Meriah dengan Atraksi Budaya Pencak Silat
Begitu tiba di lokasi acara, rombongan Bupati Mimika langsung disambut dengan deretan pesilat yang mengenakan seragam khas Persinas ASAD. Atraksi pencak silat yang ditampilkan di sepanjang jalan menuju area masjid menjadi pusat perhatian warga dan tamu undangan. Langkah-langkah tegap dan gerakan seni bela diri yang presisi ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus simbol pengamanan tradisi dalam setiap momentum penting di wilayah tersebut.
Iring-iringan ini mengantarkan Bupati menuju gerbang utama Masjid Miftahul Huda. Kehadiran beliau dipandang sebagai bentuk apresiasi terhadap kemandirian umat dalam membangun fasilitas religi yang megah dan representatif bagi masyarakat sekitar. Kemeriahan ini mencerminkan sinergi yang harmonis antara umaro (pemerintah) dan ulama serta organisasi kemasyarakatan di Papua Tengah.
Penandatanganan Prasasti sebagai Simbol Peresmian Masjid
Agenda utama dalam kunjungan kerja ini adalah peresmian fisik Masjid Miftahul Huda. Bupati Mimika secara simbolis melakukan penandatanganan prasasti Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Miftahul Huda sebagai tanda bahwa fasilitas ibadah tersebut telah siap digunakan secara penuh untuk kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Prosesi ini disaksikan langsung oleh tokoh-tokoh agama, pengurus LDII, serta warga setempat yang telah lama menantikan rampungnya pembangunan masjid ini.
"Puncak peresmian Masjid Miftahul Huda Naungan LDII dan Penandatanganan Prasasti DKM Miftahul Huda ini berlokasi di Jalan Hasanuddin Gang Ketapang,"
Pembangunan masjid ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter dan moral masyarakat. Letaknya yang strategis di Gang Ketapang menjadikannya titik kumpul penting bagi warga dalam menjalankan ibadah rutin serta kegiatan sosial lainnya yang mempererat tali silaturahmi antarwarga di Mimika.
Sinergi Pemerintah dan Organisasi Keagamaan di Papua Tengah
Kehadiran pejabat daerah dalam peresmian sarana ibadah menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga toleransi dan mendukung pembangunan infrastruktur spiritual. Masjid Miftahul Huda kini berdiri sebagai salah satu ikon kerukunan di wilayah tersebut. Peran aktif LDII dalam menyediakan fasilitas ini mendapat apresiasi positif karena dinilai membantu pemerintah dalam menyediakan ruang edukasi agama yang inklusif.
Dengan selesainya penandatanganan prasasti dan serangkaian seremoni budaya, Masjid Miftahul Huda resmi memulai babak baru sebagai pusat dakwah yang sejuk. Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah yang memperlihatkan kedekatan antara pemimpin daerah dengan masyarakatnya, mengukuhkan tekad bersama untuk membangun Mimika yang lebih religius dan damai.
📖 Glosarium Istilah
- Persinas ASAD: Perguruan Silat Nasional ASAD, organisasi bela diri yang fokus pada pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.
- DKM: Dewan Kemakmuran Masjid, organisasi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan, pemeliharaan, dan pengembangan kegiatan di sebuah masjid.
- LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial.
- Prasasti: Piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan keras dan tahan lama sebagai tanda peringatan sebuah peristiwa penting seperti peresmian bangunan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.