Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, secara eksplisit memberikan apresiasi terhadap kontribusi berkelanjutan DPD LDII Kabupaten Maros dalam memperkuat karakter kolektif masyarakat di wilayahnya. Penegasan ini disampaikan saat beliau menghadiri pengajian rutin bertajuk “Peran LDII dalam Membangun Daerah di Kabupaten Maros” yang berlangsung khidmat di Masjid Miftahul Jannah, Sulawesi Selatan, pada Minggu (2/8/2026). Menurut Chaidir, di tengah tantangan sosial yang kian kompleks, pembinaan mental generasi muda merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar lagi.
Dalam orasinya, Chaidir menekankan bahwa posisi Maros sebagai wilayah penyangga Kota Makassar membawa dinamika sosial tersendiri yang memerlukan benteng moral kokoh. Ia mengakui bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran vital dalam mengawal tumbuh kembang pemuda agar tidak tergerus arus negatif modernisasi.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Maros, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan warga LDII yang selama ini telah memberikan sumbangsih, bukan hanya membangun secara fisik, tetapi juga membangun mental dan karakter masyarakat,” ujar Andi Syafril Chaidir Syam.
Fokus pada Pembangunan Karakter Manusia
Membangun infrastruktur fisik, menurut Chaidir, seringkali hanya perkara ketersediaan anggaran. Namun, membentuk mentalitas dan integritas manusia jauh lebih menantang dan memerlukan konsistensi lintas generasi. Ia menilai LDII telah melangkah jauh melampaui sekadar retorika dengan menghadirkan sistem pembinaan yang terukur.
Ketertarikan Bupati Maros tertuju pada implementasi "29 Karakter Luhur" dan "Tri Sukses Generasi Penerus" yang menjadi pilar utama dakwah LDII. Beliau menghubungkan program ini dengan tantangan besar Indonesia yang sedang berada di gerbang bonus demografi, di mana sekitar 52 persen populasi berada pada usia produktif.
“Bonus demografi tidak akan menjadi Indonesia Emas apabila generasi mudanya tidak dibina. Saya melihat LDII telah memiliki sistem pembinaan yang baik melalui pengajian di setiap jenjang usia dan penanaman 29 Karakter Luhur. Ini menjadi modal yang sangat baik,” ungkap Chaidir optimis.
Ia mendorong seluruh warga LDII untuk terus memberikan dedikasi terbaiknya bagi Kabupaten Maros, apapun profesi yang dijalani. Sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dianggap sebagai kunci utama pembangunan daerah yang inklusif.
Semangat Kolaborasi: Bersanding, Bukan Bersaing
Senada dengan Bupati, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan komitmen organisasi untuk mengimplementasikan tiga prinsip utama: karya, komunikasi, dan kontribusi. Ia mengajak setiap individu di LDII untuk terus menebar manfaat sekecil apapun di lingkungannya.
“Setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Karya tidak harus besar. Menanam pohon, membersihkan lingkungan, memilah sampah, hingga membantu masyarakat adalah bentuk amal yang bernilai dan akan terus mengalir pahalanya,” tutur Asdar Mattiro.
Asdar juga membedah konsep Tri Sukses Generasi Penerus—yakni alim-faqih (paham agama), berakhlakul karimah, dan mandiri—sebagai kurikulum pembinaan yang memberikan benteng moral kuat bagi pemuda LDII. Ia menekankan bahwa LDII hadir bukan untuk menjadi rival bagi pihak lain, melainkan sebagai mitra strategis bagi semua pemangku kepentingan.
“Komitmen kami adalah selalu ingin bersanding, bukan bersaing. Kami ingin menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat,” tegas Asdar dengan nada mantap.
Konsistensi Pembinaan Berjenjang
Kehadiran orang nomor satu di Maros ini menjadi suntikan motivasi bagi pengurus daerah. Ketua DPD LDII Kabupaten Maros, Ibnu Rusyd, menjelaskan bahwa pihaknya secara disiplin menyelenggarakan pembinaan Al-Quran dan Al-Hadist yang menjangkau seluruh lapisan usia, mulai dari cabi (anak usia dini) hingga warga lanjut usia.
Pengajian yang dilakukan secara berjenjang di tingkat Pimpinan Cabang (PC) maupun DPD setiap bulan bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang "Profesional Religius". Visi ini mengarahkan setiap individu agar memiliki kompetensi mumpuni di bidang pekerjaannya tanpa menanggalkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua III MUI Kabupaten Maros KH Syamsuddin Adam, unsur Forkopimcam, babinsa, serta tokoh agama setempat, yang semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah dan sinergi lintas sektoral di Kabupaten Maros.
📖 Glosarium Istilah
- 29 Karakter Luhur: Serangkaian nilai budi pekerti dalam LDII yang mencakup sifat-sifat mulia untuk membentuk kepribadian unggul.
- Bonus Demografi: Kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia non-produktif.
- Tri Sukses: Tiga target pembinaan generasi muda LDII yang meliputi paham agama (alim-faqih), akhlak mulia, dan kemandirian.
- Profesional Religius: Visi SDM yang ahli di bidang profesinya sekaligus memiliki landasan spiritual yang kuat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.