Bupati Maros: 29 Karakter Luhur LDII Adalah Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas

Bupati Maros: 29 Karakter Luhur LDII Adalah Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas
foto: ilustrasi
  • Sinergi Dakwah dan Pembangunan: Upaya Mencetak Generasi Unggul di Maros

    Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, secara khusus menyoroti peran penting organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat struktur sosial dan mentalitas warga. Hal ini disampaikan saat ia menghadiri pengajian rutin yang diselenggarakan oleh DPD LDII Kabupaten Maros di Masjid Miftahul Jannah, Sulawesi Selatan, pada Minggu (2/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Chaidir menekankan bahwa penanaman 29 Karakter Luhur yang menjadi ciri khas LDII merupakan modal krusial bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam menyambut fenomena bonus demografi.

    Pengajian yang mengusung tema besar “Peran LDII dalam Membangun Daerah di Kabupaten Maros” tersebut menjadi ajang dialog antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Maros, sebagai salah satu wilayah penyangga utama Kota Makassar, saat ini menghadapi tantangan sosial yang kompleks seiring dengan pesatnya urbanisasi. Oleh karena itu, pembangunan manusia tidak bisa hanya mengandalkan aspek material semata.

    “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Maros, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan warga LDII yang selama ini telah memberikan sumbangsih, bukan hanya membangun secara fisik, tetapi juga membangun mental dan karakter masyarakat,” ujar Andi Syafril Chaidir Syam.

    Tantangan Pembangunan Manusia vs Infrastruktur

    Membangun jalan atau jembatan mungkin bisa diselesaikan dalam hitungan bulan jika anggaran tersedia. Namun, Chaidir menegaskan bahwa membentuk karakter manusia adalah proses seumur hidup yang jauh lebih menantang. Ia memberikan nilai tinggi pada konsistensi LDII yang memiliki sistem pembinaan berjenjang, mulai dari usia dini hingga lansia, yang memastikan tidak ada fase usia yang terlewatkan dari sentuhan pembinaan moral.

    Indonesia saat ini berada di ambang peluang besar dengan 52 persen penduduk berada pada usia produktif. Jika tidak dikelola dengan pendidikan karakter yang kuat, potensi ini justru bisa menjadi beban sosial. Di sinilah letak relevansi program Tri Sukses Generasi Penerus LDII yang mencakup pencapaian alim-faqih, berakhlakul karimah, dan memiliki kemandirian.

    “Bonus demografi tidak akan menjadi Indonesia Emas apabila generasi mudanya tidak dibina. Saya melihat LDII telah memiliki sistem pembinaan yang baik melalui pengajian di setiap jenjang usia dan penanaman 29 Karakter Luhur. Ini menjadi modal yang sangat baik,” ungkap Chaidir.

    Filosofi Karya, Komunikasi, dan Kontribusi

    Senada dengan Bupati, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, menjelaskan bahwa seluruh instruksi organisasi diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Warga LDII didorong untuk mengedepankan tiga prinsip utama, yakni karya, komunikasi, dan kontribusi. Pesan ini bukan sekadar slogan, melainkan panduan praktis bagi setiap individu untuk berperan aktif sesuai profesi masing-masing.

    “Setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Karya tidak harus besar. Menanam pohon, membersihkan lingkungan, memilah sampah, hingga membantu masyarakat adalah bentuk amal yang bernilai dan akan terus mengalir pahalanya,” tutur Asdar Mattiro.

    Asdar juga menegaskan posisi LDII sebagai mitra strategis pemerintah. Alih-alih berkompetisi secara negatif, LDII memilih jalan kolaborasi untuk mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal maupun nasional.

    “Komitmen kami adalah selalu ingin bersanding, bukan bersaing. Kami ingin menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat,” tegas Asdar.

    Mewujudkan SDM Profesional Religius

    Ketua DPD LDII Kabupaten Maros, Ibnu Rusyd, menambahkan bahwa kehadiran pimpinan daerah memberikan suntikan motivasi bagi seluruh pengurus. Fokus utama LDII Maros tetap pada kurikulum pembinaan Al-Quran dan Al-Hadist yang diintegrasikan dengan adab dan sopan santun. Hal ini bertujuan untuk melahirkan sumber daya manusia yang "Profesional Religius"—sosok yang ahli di bidang pekerjaannya namun tetap menjunjung tinggi integritas spiritual.

    Acara ini turut dihadiri oleh Ketua III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maros, KH Syamsuddin Adam, unsur pemerintah kecamatan, Babinsa, serta tokoh agama setempat. Kehadiran berbagai lintas sektoral ini menunjukkan adanya harmonisasi dan kerukunan beragama yang terjaga dengan baik di Kabupaten Maros.

    📖 Glosarium Istilah

    • 29 Karakter Luhur: Serangkaian nilai moral dan etika yang ditanamkan LDII kepada warganya untuk membentuk pribadi yang unggul dan berintegritas.
    • Bonus Demografi: Suatu kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia non-produktif, yang menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
    • Tri Sukses: Program pembinaan generasi muda LDII yang menargetkan tiga capaian utama: kepahaman agama, akhlak yang baik, dan kemandirian hidup.
    • Profesional Religius: Visi SDM LDII yang menggabungkan kompetensi keilmuan/profesional dengan ketaatan beragama dan moralitas tinggi.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.