Bekali Masa Depan Generasi Muda, Pemuda LDII Karanggeneng Kenalkan Dunia Kerja dan Sekolah Kedinasan

Bekali Masa Depan Generasi Muda, Pemuda LDII Karanggeneng Kenalkan Dunia Kerja dan Sekolah Kedinasan
foto: ilustrasi
  • LAMONGAN – Pengurus Cabang (PC) Pemuda LDII Karanggeneng mengambil langkah proaktif dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dengan menyelenggarakan Seminar Pengenalan Profesi bertajuk “Mau Jadi Apa Kamu?”. Acara yang berlangsung di Gedung Dakwah Walibarokah, Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, pada Minggu (16/8/2026) ini memfokuskan pembahasan pada pemahaman mendalam mengenai karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), peluang masuk sekolah kedinasan, serta urgensi kematangan persiapan masa depan sejak usia dini.

    Seminar ini menghadirkan Kartono, seorang praktisi sekaligus Wakil Sekretaris DPD LDII Lamongan, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia tidak hanya memberikan teori mengenai dunia kerja, tetapi juga membagikan pengalaman nyata selama mengabdi sebagai penyuluh pertanian di BPP Kecamatan Kalitengah. Penekanan diberikan pada pentingnya profesionalisme dalam menjalankan amanah pelayanan publik, di mana tantangan di lapangan menuntut adaptabilitas yang tinggi.

    Pengenalan Profesi Aparatur Sipil Negara dan Dinamika Pelayanan Publik

    Dalam sesi materi, Kartono menguraikan secara komprehensif mengenai struktur Aparatur Sipil Negara yang kini mencakup dua kategori utama, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Keduanya memiliki peran sentral yang saling melengkapi dalam menggerakkan roda pemerintahan serta memberikan layanan terbaik bagi masyarakat luas.

    "Sebagai ASN kita dituntut untuk profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk pekerjaan saya sebagai Penyuluh Pertanian di BPP Kecamatan Kalitengah, tugas utamanya adalah memberikan penyuluhan, praktik lapangan, dan berinteraksi langsung dengan petani," ujar Kartono.

    Kartono menjelaskan bahwa jalur pengabdian sebagai abdi negara merupakan salah satu pilihan strategis yang dapat ditempuh oleh generasi muda. Namun, ia mengingatkan bahwa ketatnya seleksi dan beban tanggung jawab yang dipikul memerlukan landasan kompetensi yang kokoh. Tanpa kesungguhan dalam menempuh jalur pendidikan, peluang untuk berkontribusi dalam sektor publik akan sulit diraih.

    "Untuk menjadi seorang ASN diperlukan persiapan, kompetensi, dan kesungguhan dalam menempuh pendidikan serta pengembangan diri," lanjut Kartono di hadapan para peserta seminar.

    Eksplorasi Peluang Karier Melalui Sekolah Kedinasan

    Selain profesi ASN, seminar ini juga membuka wawasan peserta mengenai keunggulan menempuh pendidikan di sekolah kedinasan. Berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan kementerian dan instansi pemerintah dipaparkan sebagai jalur alternatif yang menjanjikan kepastian karier dan pengembangan keahlian spesifik.

    Beberapa institusi yang diperkenalkan antara lain Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), hingga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kartono menekankan bahwa pemilihan jalur ini harus didasarkan pada pemahaman terhadap minat dan bakat individu, bukan sekadar mengikuti tren atau dorongan lingkungan sosial semata.

    "Mengetahui minat dan bakat diri penting dilakukan agar kelak tidak bingung dalam menentukan masa depan," tegas Kartono.

    Membangun Integritas dan Kesiapan Kompetensi di Era Digital

    Dunia kerja masa depan tidak hanya menuntut kecerdasan akademik, tetapi juga integrasi antara penguasaan teknologi dan karakter yang kuat. Kartono mengajak para pemuda untuk memaksimalkan masa studi dengan meningkatkan kemampuan komunikasi, penguasaan literasi digital, kedisiplinan, serta integritas sebagai pondasi utama memasuki ekosistem profesional yang dinamis.

    Persiapan yang matang, menurutnya, tidak bisa dilakukan secara instan atau dalam waktu semalam. Dibutuhkan proses akumulasi ilmu dan pengalaman yang berkelanjutan agar generasi muda mampu menjadi motor penggerak pembangunan di daerahnya masing-masing. Memiliki visi yang jelas sejak awal akan menjadi kompas bagi para pemuda dalam menentukan setiap langkah strategis mereka.

    "Memiliki arah tujuan dan cita-cita yang jelas akan memberikan kita energi untuk berjuang," papar Kartono menutup sesinya.

    Melalui inisiatif ini, PC Pemuda LDII Karanggeneng berharap para generasi muda di wilayahnya memiliki kepercayaan diri dan peta jalan yang konkret dalam mengejar karier profesional. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk melahirkan SDM unggul yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki karakter luhur yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

    📖 Glosarium Istilah

    • ASN (Aparatur Sipil Negara): Profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
    • Sekolah Kedinasan: Perguruan tinggi yang memiliki ikatan dinas dengan kementerian atau lembaga pemerintah tertentu sebagai penyelenggara pendidikan.
    • PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja): Warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
    • BPP (Balai Penyuluhan Pertanian): Unit kerja non-struktural yang menjadi tempat koordinasi bagi para penyuluh pertanian di tingkat kecamatan.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.