Atasi Krisis Air Akibat Kemarau, LDII Pemalang Distribusikan 110.000 Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak

Atasi Krisis Air Akibat Kemarau, LDII Pemalang Distribusikan 110.000 Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak
foto: ilustrasi

Merespons krisis air bersih yang kian mencekik akibat musim kemarau panjang, DPD LDII Kabupaten Pemalang bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan sebanyak 110.000 liter air bersih bagi warga di wilayah Pemalang bagian selatan. Langkah nyata ini diambil menyusul ditetapkannya status bencana hidrometeorologi oleh pemerintah setempat, yang berdampak signifikan pada ketersediaan sumber air bagi ribuan warga di pelosok desa.

⚡ Poin Utama Berita

  • Aksi Kemanusiaan: DPD LDII Pemalang mendistribusikan total 110.000 liter air bersih menggunakan 20 armada truk tangki.
  • Cakupan Wilayah: Distribusi menyasar titik-titik krusial di Kecamatan Belik dan Kecamatan Pulosari yang mengalami kelangkaan air ekstrem.
  • Konteks Bencana: Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap penanganan status bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pemalang.

Bagaimana Detail Distribusi Air Bersih LDII di Kecamatan Belik dan Pulosari?

Penyaluran bantuan dilakukan secara terstruktur melalui program unggulan "LDII Peduli". Pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, sebanyak 20 truk tangki bergerak menuju wilayah-wilayah yang paling terdampak. Di Kecamatan Belik, delapan tangki air dialokasikan khusus untuk Desa Gombong, menyasar titik-titik pemukiman padat serta fasilitas umum.

Sekretaris DPD LDII Kabupaten Pemalang, Edy Cahyadi, menjelaskan bahwa pembagian air dilakukan secara merata di berbagai RT dan RW untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses. "Bantuan menyasar sejumlah titik permukiman warga di RT 02/RW 03, RT 07/RW 03, RT 01/RW 02, RT 10/RW 02, serta lingkungan masjid. Warga datang membawa wadah untuk menampung air yang dibagikan," ujar Edy.

Kondisi serupa terlihat di Kecamatan Pulosari. Sebanyak 12 tangki lainnya dikirimkan untuk mencakup lima desa strategis, yaitu Desa Pagenteran, Siremeng, Batursari, Clekatakan, dan Pulosari. Penentuan lokasi ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan masyarakat akan pasokan air dasar.

"Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung," tutur Edy Cahyadi.

Mengapa Aksi Sosial Ini Menjadi Prioritas DPD LDII Pemalang?

Bagi LDII Pemalang, air bersih bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat. Di tengah kemarau yang panjang, respons kolektif dari berbagai elemen organisasi menjadi kunci dalam meringankan beban pemerintah dan warga.

Edy menekankan bahwa pengabdian LDII tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan fisik sesaat. Organisasi secara aktif mendorong jajaran pengurus di tingkat daerah hingga cabang untuk senantiasa membangun komunikasi yang kuat dengan pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan sosial.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia untuk masyarakat. Kami berupaya hadir di tengah warga yang sedang mengalami kesulitan. Bantuan ini kami arahkan ke wilayah yang membutuhkan pasokan air," tambah Edy.

Selain memberikan solusi jangka pendek, program ini bertujuan mempererat kohesi sosial antarwarga. LDII berkomitmen untuk terus berkoordinasi dalam berbagai aksi kemanusiaan di lapangan guna memastikan penanganan dampak bencana lingkungan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Bagaimana Respon Pemerintah Setempat Terhadap Bantuan Ini?

Aksi sosial ini mendapat apresiasi positif dari jajaran pemerintah kecamatan. Penyerahan bantuan secara simbolis yang dilaksanakan di Kecamatan Pulosari diterima langsung oleh Sekretaris Kecamatan Pulosari, Andy A. Setyawan. Menurutnya, inisiatif dari organisasi masyarakat seperti LDII sangat membantu mempercepat penanganan krisis air di wilayahnya.

"Kami berterima kasih kepada DPD LDII Kabupaten Pemalang atas kepedulian kepada masyarakat Pulosari. Bantuan air bersih ini sangat membantu warga yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan air," ungkap Andy A. Setyawan saat menerima bantuan tersebut.

Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi antara ormas dan pemerintah dalam menghadapi tantangan lingkungan. Melalui distribusi 110.000 liter air ini, diharapkan beban masyarakat selama masa sulit ini berkurang, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

📖 Glosarium Istilah

  • Bencana Hidrometeorologi: Fenomena bencana alam yang dipicu oleh kondisi cuaca dan air, seperti kekeringan ekstrem, banjir, atau badai.
  • DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi tingkat kabupaten/kota.
  • LDII Peduli: Program bantuan kemanusiaan dan bakti sosial yang dikelola secara kolektif oleh LDII untuk masyarakat luas.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.