Aksi Nyata LDII Gunungkidul Gandeng Pemda Bersihkan Sungai Wonosari: Wujud Ibadah Lewat Aksi Lingkungan

Aksi Nyata LDII Gunungkidul Gandeng Pemda Bersihkan Sungai Wonosari: Wujud Ibadah Lewat Aksi Lingkungan
foto: ilustrasi

Gunungkidul – Mengusung semangat pengabdian tanpa batas, ratusan warga LDII Kabupaten Gunungkidul turun ke aliran sungai di kawasan Kota Wonosari untuk melakukan aksi bersih-bersih massal. Kegiatan bertajuk "Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri" ini dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026) sebagai bagian dari program nasional LDII yang menyasar langsung problematika lingkungan di tingkat lokal. Dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan berbagai instansi terkait, aksi ini membuktikan bahwa sinergi lintas sektoral menjadi kunci dalam menjaga kelestarian alam.

⚡ Poin Utama Berita

  • Kolaborasi Strategis: LDII Gunungkidul bersinergi dengan Pemkab Gunungkidul, DLH, dan RSUD Wonosari untuk membersihkan aliran sungai.
  • Cakupan Area: Pembersihan difokuskan pada saluran sungai mulai dari kawasan kantor PLN hingga jembatan di depan RSUD Wonosari.
  • Filosofi Ibadah: Bupati Gunungkidul menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bentuk ibadah nyata di luar tempat ibadah konvensional.

Bagaimana Kolaborasi LDII dan Pemerintah dalam Aksi Bersih Sungai ini?

Kegiatan yang melibatkan ratusan relawan ini tidak hanya menjadi simbol seremonial semata. Partisipasi aktif datang dari berbagai unsur, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tenaga medis RSUD Wonosari, hingga masyarakat umum yang bahu-membahu menyisir sampah di sepanjang aliran sungai. Fokus utama aksi ini adalah memulihkan fungsi saluran air dari tumpukan sampah domestik yang kerap menghambat aliran dari area kantor PLN menuju jembatan utama di depan RSUD.

Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata dari delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, khususnya di bidang lingkungan hidup. Ia menyatakan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ketika pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat bekerja bersama, persoalan lingkungan dapat ditangani dengan lebih kuat,” ujar Wahono di sela-sela kegiatan.

Apa Pesan Bupati Gunungkidul Terkait Inisiatif Lingkungan Ini?

Kehadiran Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memberikan suntikan semangat bagi para peserta. Dalam pandangannya, inisiatif yang diambil oleh LDII Gunungkidul merupakan langkah cerdas yang membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya tata kelola sampah yang baik. Beliau memberikan perspektif spiritual yang menarik mengenai aksi sosial ini.

“Ibadah tidak hanya dilakukan di tempat ibadah. Ibadah juga dapat dilakukan di tempat yang mungkin tidak banyak orang mau masuk seperti sungai untuk membersihkan sampah,” tutur Endah penuh apresiasi.

Bupati Endah juga menambahkan bahwa kebijakan pemerintah dalam menyediakan fasilitas pengelolaan lingkungan akan menjadi sia-sia tanpa adanya kesadaran kolektif dari warga. Baginya, menjaga kebersihan harus bertransformasi menjadi sebuah kebiasaan yang mendarah daging, bukan sekadar gerakan musiman.

Bagaimana Harapan LDII untuk Masa Depan Sungai di Wonosari?

Bagi LDII, aksi bersih sungai ini hanyalah pintu masuk menuju edukasi yang lebih luas. Wahono Budi Rustanto menekankan bahwa menjaga sungai agar tetap bersih jauh lebih menantang daripada sekadar membersihkannya dalam satu hari. Ia berharap kegiatan ini memicu perubahan perilaku masyarakat mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.

“Membersihkan sungai penting, tetapi menjaga sungai agar tidak kembali dipenuhi sampah jauh lebih penting. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya harus dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Wahono menambahkan.

Ke depan, LDII Gunungkidul berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kabupaten dalam program-program berkelanjutan, mulai dari penghijauan hingga edukasi pengolahan sampah mandiri. Aksi di Wonosari ini diharapkan menjadi katalisator bagi wilayah lain di Gunungkidul untuk melakukan langkah serupa demi mewujudkan kabupaten yang bersih, sehat, dan asri.

📖 Glosarium Istilah

  • DLH (Dinas Lingkungan Hidup): Perangkat daerah yang bertanggung jawab atas pengelolaan lingkungan, pengawasan limbah, dan kebersihan di tingkat kabupaten.
  • DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi di tingkat kabupaten/kota.
  • Sinergi Lintas Sektoral: Kerjasama yang melibatkan berbagai bidang atau instansi yang berbeda untuk mencapai tujuan bersama yang lebih efektif.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.