Aksi Nyata Bakti untuk Negeri: LDII Gunungkidul Mobilisasi 400 Relawan Bersihkan Aliran Sungai

Aksi Nyata Bakti untuk Negeri: LDII Gunungkidul Mobilisasi 400 Relawan Bersihkan Aliran Sungai
foto: ilustrasi
  • GUNUNGKIDUL – Menunjukkan komitmen kuat dalam pelestarian ekosistem lingkungan, DPD LDII Kabupaten Gunungkidul menggerakkan lebih dari 400 warga untuk melaksanakan kerja bakti massal bertajuk "Bakti untuk Negeri". Aksi yang berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) ini menyasar pembersihan aliran sungai mulai dari kawasan kantor PLN hingga jembatan di depan RSUD Wonosari, sebuah langkah strategis dalam menjaga sanitasi wilayah perkotaan.

    ⚡ Poin Utama Berita

    • Mobilisasi Massa: Lebih dari 400 warga LDII Gunungkidul turun ke sungai untuk membersihkan timbunan sampah dalam program Bakti untuk Negeri.
    • Sinergi Strategis: Kegiatan melibatkan Pemkab Gunungkidul, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan RSUD Wonosari demi dampak yang lebih luas.
    • Fokus Keberlanjutan: LDII mendorong masyarakat tidak hanya sekadar membersihkan, tetapi mulai memilah dan mengelola sampah dari sumbernya (lingkungan rumah tangga).

    Apa Tujuan Utama Aksi 'Bakti untuk Negeri' LDII Gunungkidul?

    Kegiatan ini merupakan representasi dari delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, di mana lingkungan hidup menjadi salah satu pilar utamanya. Ketua DPD LDII Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, menegaskan bahwa gerakan ini dirancang sebagai program yang berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

    "Kami ingin kegiatan ini menjadi gerakan yang berkelanjutan. Sungai merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Kebersihannya harus dijaga bersama," ujar Wahono Budi Rustanto saat memberikan keterangan di sela-sela aksi.

    Seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan Wonosari, volume sampah yang dihasilkan pun cenderung melonjak. LDII melihat pentingnya menyelaraskan pembangunan daerah dengan manajemen lingkungan yang mumpuni. Wahono memperingatkan bahwa tanpa kesadaran kolektif, pertumbuhan wilayah justru bisa memicu krisis sampah yang lebih serius.

    "Jangan sampai Gunungkidul semakin maju, tetapi persoalan sampah justru semakin besar. Kita perlu membangun kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengelola sampah sejak dari lingkungan masing-masing," tambahnya.

    Bagaimana Sinergitas LDII dan Pemerintah Daerah dalam Menjaga Lingkungan?

    Langkah progresif LDII ini mendapatkan apresiasi langsung dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Menurutnya, inisiatif yang datang dari organisasi kemasyarakatan seperti LDII sangat membantu pemerintah dalam menangani masalah lingkungan yang bersifat kompleks. Sinergi antara pemerintah daerah, DLH, dan warga merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sanitasi kota.

    "Hari ini lebih dari 400 anggota LDII turun bersama pemerintah daerah. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi bersama," kata Bupati Endah dengan nada optimis.

    Bupati menekankan bahwa beban pengelolaan sampah tidak semestinya dipikul oleh pemerintah sendirian. Peran aktif warga dalam mencegah pembuangan sampah ke sungai menjadi krusial. Sungai, sebagai sistem drainase alami, harus tetap bersih untuk mencegah banjir dan munculnya bibit penyakit.

    Mengapa Menjaga Kebersihan Sungai Disebut Sebagai Bagian dari Ibadah?

    Menariknya, aksi bersih sungai ini juga dibingkai dalam perspektif spiritual yang mendalam. Bupati Endah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memandang kepedulian lingkungan sebagai implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, ibadah tidak terbatas pada aktivitas di dalam tempat ibadah, melainkan juga menebar manfaat bagi alam.

    "Ibadah juga dapat diwujudkan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Ketika kita membersihkan sungai dan mencegah sampah menimbulkan masalah bagi orang lain, kita sedang melakukan kebaikan yang manfaatnya dirasakan bersama," jelas Endah Subekti Kuntariningsih.

    Aksi "Bakti untuk Negeri" ini diharapkan menjadi katalisator bagi organisasi masyarakat lainnya di Gunungkidul untuk turut andil dalam menjaga estetika dan kesehatan lingkungan ruang publik secara rutin dan konsisten.

    📖 Glosarium Istilah

    • Bakti untuk Negeri: Program pengabdian masyarakat nasional yang diinisiasi oleh LDII untuk berkontribusi positif bagi pembangunan dan lingkungan.
    • 8 Bidang Pengabdian LDII: Pilar fokus perjuangan LDII yang mencakup Kebangsaan, Keagamaan, Ekonomi, Pendidikan, Teknologi, Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Ketahanan Pangan.
    • Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Praktik penanganan sampah yang tidak hanya berfokus pada pembuangan, tetapi juga pengurangan dari sumbernya dan daur ulang (reduce, reuse, recycle).
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.