Aksi Gotong Royong 100 Warga LDII Mukomuko: Bersihkan Masjid dan Fasum demi Karakter Bangsa

Aksi Gotong Royong 100 Warga LDII Mukomuko: Bersihkan Masjid dan Fasum demi Karakter Bangsa
foto: ilustrasi

MUKOMUKO – Atmosfer kebersamaan begitu kental terasa di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Ipuh, saat ratusan warga menyingsingkan lengan baju dalam agenda Gerakan Kerja Bakti Nasional 2026. Setidaknya 100 warga dan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Mukomuko turun langsung melakukan aksi bersih-bersih lingkungan yang dipusatkan di Masjid Al Manshurin pada Jumat (14/8/2026). Langkah nyata ini bukan sekadar rutinitas menjaga kebersihan, melainkan manifestasi dari semangat pengabdian tanpa batas untuk masyarakat sekitar.

⚡ Poin Utama Berita

  • Gerakan Kerja Bakti Nasional 2026: Inisiatif serentak LDII untuk memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di seluruh Indonesia.
  • Lokasi Strategis: Aksi difokuskan pada Masjid Al Manshurin, lapangan sepak bola, hingga Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Manunggal Jaya.
  • Sinergi Masyarakat: Kolaborasi melibatkan pengurus PAC LDII, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa setempat.

Kegiatan yang mengusung tema besar “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” ini dimulai sejak pagi buta. Tak hanya halaman masjid yang dipoles, namun fasilitas publik lainnya seperti lapangan olahraga hingga tempat peristirahatan terakhir warga (TPU) tak luput dari sasaran gotong royong. Gerakan ini menjadi bukti bahwa ormas keagamaan memiliki peran krusial dalam menjaga harmoni sosial dan kelestarian infrastruktur desa.

Apa Fokus Gerakan Kerja Bakti Nasional LDII di Mukomuko?

Fokus utama dari pergerakan massal ini adalah optimalisasi fasilitas ibadah dan fasilitas umum agar lebih nyaman digunakan oleh seluruh lapisan warga. Di Masjid Al Manshurin, para relawan secara telaten merapikan halaman, membersihkan area suci, serta merawat sarana penunjang ibadah. Di sisi lain, kelompok pemuda dan bapak-bapak dikerahkan untuk membersihkan area lapangan sepak bola dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Manunggal Jaya agar tetap rapi dan terawat.

Aksi ini dipimpin langsung oleh jajaran DPD LDII Kabupaten Mukomuko melalui koordinasi Ketua PAC LDII Desa Manunggal Jaya, Dedi Setiawan, A.Md.Kep. Kehadiran Kepala Desa Manunggal Jaya, Suyut, dalam kegiatan ini pun menambah legitimasi bahwa sinergi antara lembaga dakwah dan pemerintah desa berjalan sangat harmonis.

“Kerja bakti memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjaga kebersihan. Ini merupakan latihan pengabdian yang dimulai dari lingkungan terdekat. Ketika kita mampu peduli terhadap masjid, lingkungan, dan fasilitas umum, insya Allah kepedulian itu akan berkembang menjadi kepedulian terhadap masyarakat dan negeri,” ujar Ketua DPD LDII Kabupaten Mukomuko, H. Warsito, S.Pd., M.T.Pd.

Mengapa Kegiatan Ini Sangat Penting Bagi Karakter Warga?

H. Warsito menekankan bahwa aksi fisik di lapangan hanyalah sarana. Tujuan yang lebih dalam adalah pembentukan karakter warga yang memiliki jiwa melayani dan peka terhadap kondisi sosial. Menurutnya, tema “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” adalah pengingat bahwa perubahan besar bagi bangsa selalu dimulai dari langkah-langkah sederhana di lingkungan terkecil.

Senada dengan hal tersebut, Dedi Setiawan selaku Ketua PAC LDII Desa Manunggal Jaya melihat bahwa momen ini adalah ruang interaksi yang sangat efektif bagi warga di tengah kesibukan masing-masing. Di sela-sela memegang cangkul dan sapu, terjadi dialog dan tawa yang mempererat ikatan persaudaraan antarwarga.

“Gotong royong bukan hanya membuat lingkungan menjadi bersih, tetapi juga mempererat kebersamaan. Dari kegiatan sederhana seperti ini kita belajar bahwa fasilitas umum dan lingkungan sekitar adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Dedi Setiawan.

Kesan positif juga datang dari akar rumput. Abdul Syukur, salah satu warga yang turut berpartisipasi, mengaku sangat senang dengan adanya agenda rutin seperti ini. Baginya, rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas desa akan tumbuh kuat jika warga terlibat langsung dalam perawatannya.

“Alhamdulillah, kegiatan seperti ini sangat positif. Kami bisa berkumpul, saling membantu dan bersama-sama membuat lingkungan masjid serta fasilitas umum menjadi lebih bersih dan nyaman. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin,” ungkap Abdul Syukur dengan penuh antusias.

Bagaimana Dampak Sinergi Ini Bagi Masyarakat Desa?

Kehadiran ratusan relawan LDII yang bekerja secara sukarela mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah desa. Kepala Desa Manunggal Jaya, Suyut, berharap budaya gotong royong ini tidak luntur tergerus zaman. Ia melihat aksi LDII bisa menjadi pemantik bagi organisasi lain untuk melakukan hal serupa demi kemajuan desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan kerja bakti ini. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk bersama-sama merawat lingkungan serta fasilitas umum,” kata Suyut saat meninjau lokasi kerja bakti.

Gerakan yang dilakukan secara serentak di berbagai penjuru tanah air ini menunjukkan komitmen LDII untuk berkontribusi secara nyata di luar ranah dakwah lisan. Melalui aksi membersihkan rumah ibadah dan fasilitas umum, warga diajak untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, membangun bangsa lewat tangan-tangan yang peduli pada kebersihan dan kenyamanan bersama.

📖 Glosarium Istilah

  • DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi di tingkat Kabupaten/Kota.
  • PAC: Pimpinan Anak Cabang, struktur organisasi LDII di tingkat Desa atau Kelurahan.
  • Fasum (Fasilitas Umum): Sarana yang disediakan untuk kepentingan masyarakat luas, seperti lapangan dan makam.
  • Ukhuwah: Konsep persaudaraan dalam Islam yang menekankan kasih sayang dan persatuan.
  • TPU: Tempat Pemakaman Umum, area lahan yang disediakan untuk keperluan pemakaman jenazah bagi masyarakat.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.