Puluhan warga PAC LDII Talang Kelapa menunjukkan aksi nyata dalam mendukung pembangunan infrastruktur publik di wilayah Sumatera Selatan. Secara sukarela, mereka bahu-membahu melaksanakan aksi gotong royong untuk membuka lahan yang diproyeksikan sebagai lokasi pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang. Kegiatan produktif yang berlangsung pada Jumat pagi ini melibatkan sedikitnya 20 warga LDII yang bekerja sama dengan tokoh masyarakat setempat.
Aksi Nyata di Lapangan: Membuka Akses dan Membersihkan Lahan
Sejak matahari baru saja meninggi, semangat kebersamaan sudah terpancar di lokasi calon kantor pelayanan publik tersebut. Dengan peralatan kerja lengkap, para relawan fokus melakukan pembersihan area yang sebelumnya tertutup vegetasi liar.
“Sejak pagi hari, warga LDII Talang Kelapa bergotong royong membersihkan semak belukar. Menebang tanaman liar dan membuka akses jalan menuju lokasi pembangunan KUA,” ujar Sekretaris DPW LDII Sumsel, Jusef Imelsa.
Upaya ini bukan sekadar aktivitas fisik rutin. Jusef menekankan bahwa partisipasi aktif warga merupakan manifestasi dari nilai-nilai kerja sama dalam kebaikan yang selama ini ditanamkan dalam organisasi. Langkah ini juga menjadi bukti konkret komitmen LDII untuk senantiasa berjalan selaras dengan program-program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan bagi masyarakat luas di daerah.
Menjaga Karakter Gotong Royong di Tengah Modernisasi
Di tempat yang sama, Ketua DPD LDII Kota Palembang, Kisworo, memberikan pandangannya mengenai urgensi kegiatan ini. Baginya, gotong royong bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dihidupkan oleh setiap warga LDII dalam kehidupan bermasyarakat.
“Budaya gotong royong merupakan bagian dari karakter warga LDII yang terus dijaga. Selain mempererat ukhuwah dan silaturahim, kegiatan itu sebagai komitmen pengabdian warga LDII bagi masyarakat,” pungkas Kisworo.
Sentuhan sosial ini terbukti mampu merekatkan hubungan antara ormas keagamaan dengan lingkungan sekitarnya. Dengan lahan yang kini sudah terbuka dan akses yang lebih mudah dijangkau, proses konstruksi fisik gedung KUA diharapkan dapat berjalan lebih cepat tanpa kendala teknis pada tahap awal pembersihan lahan.
Apresiasi dari Otoritas Setempat
Inisiatif ini pun mendapat respons positif dari pihak pemerintah. Kepala KUA Alang-alang Lebar, Zulfikar Ali Fajri, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi dan sumbangan tenaga yang diberikan oleh warga LDII. Kehadiran ormas keagamaan dalam membantu tugas-tugas teknis di lapangan seperti ini dinilai sangat membantu percepatan persiapan pembangunan.
“Terima kasih telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu proses pembukaan lahan. Ini contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan ormas keagamaan untuk mewujudkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” tutup Zulfikar Ali Fajri.
Kolaborasi semacam ini menjadi preseden baik di Palembang, di mana elemen masyarakat tidak hanya menunggu fasilitas terbangun, tetapi turut serta memberikan andil sejak tahap persiapan lahan paling dasar.
Glossary Istilah
- PAC: Pengurus Anak Cabang, struktur organisasi LDII di tingkat kelurahan/desa.
- DPW: Dewan Pimpinan Wilayah, struktur organisasi LDII di tingkat provinsi.
- DPD: Dewan Pimpinan Daerah, struktur organisasi LDII di tingkat kota/kabupaten.
- KUA: Kantor Urusan Agama, instansi di bawah Kementerian Agama yang melayani urusan keagamaan di tingkat kecamatan.
- Ukhuwah: Persaudaraan, dalam hal ini merujuk pada ikatan kekeluargaan antar sesama umat manusia dan warga.
- LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi sosial keagamaan yang aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.