Wawako Padang Maigus Nasir Tutup CAI ke-47: Pemuda LDII Harus Jadi Teladan Digital Berbasis Akhlak

Wawako Padang Maigus Nasir Tutup CAI ke-47: Pemuda LDII Harus Jadi Teladan Digital Berbasis Akhlak
foto: ilustrasi

PADANG – Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, secara resmi menutup rangkaian kegiatan perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 yang digelar oleh DPD LDII Kota Padang pada Minggu (12/7/2026). Dalam pidato penutupnya, Maigus Nasir menekankan urgensi pembentukan karakter bagi generasi muda agar tidak sekadar mahir dalam penguasaan teknologi, namun juga memiliki integritas moral dan pemahaman agama yang kuat sebagai tameng di era disrupsi digital.

Tokoh yang akrab disapa Buya Maigus ini memberikan apresiasi mendalam terhadap pola pembinaan LDII yang konsisten melahirkan sumber daya manusia berkualitas. Menurutnya, sinergi antara kecerdasan intelektual dan kesalehan spiritual adalah kunci utama untuk menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

“Kami meyakini generasi muda saat ini tidak gagap dengan teknologi. Berbekal karakter dan ilmu agama yang kokoh, teknologi justru dapat dioptimalkan untuk memberikan kemanfaatan luas bagi masyarakat, umat, dan bangsa,” ujar H. Maigus Nasir saat memberikan pengarahan di hadapan ratusan peserta.

Sinergi Program Padang Juara dan Akses Pendidikan Internasional

Maigus Nasir juga menyampaikan pesan khusus dari Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang pada saat bersamaan tengah berada di China. Kehadiran Wali Kota di Beijing University of Technology adalah bagian dari misi diplomatik untuk memaparkan Program Padang Juara dalam ajang China-Indonesia Education Cooperation Symposium.

Langkah strategis tersebut bertujuan untuk membuka akses beasiswa luar negeri dan membangun kemitraan langsung antara perguruan tinggi di Kota Padang dengan universitas terkemuka di China. Program ini mencakup skema gelar ganda (dual degree) yang diproyeksikan menyasar lebih dari 30.000 pelajar di Kota Padang.

“Program Padang Juara memiliki jangkauan yang sangat masif. Kami sangat berharap generasi penerus LDII ke depan dapat mengambil peluang ini untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi di kancah internasional,” tambah Buya Maigus.

Integrasi Nilai Spiritual dan Teknologi melalui Smart Surau

Pemerintah Kota Padang saat ini juga tengah menggalakkan program Smart Surau. Sebuah inisiatif yang memadukan nilai-nilai spiritual tradisional dengan infrastruktur digital modern. Maigus menilai, apa yang telah diterapkan dalam kurikulum CAI ke-47 LDII sangat sejalan dengan filosofi Smart Surau dan Program Padang Juara.

Pembinaan yang menyentuh aspek wawasan kebangsaan, kemandirian, dan kecakapan sosial dipandang sebagai modal sosial yang sangat berharga. Bagi pemerintah daerah, keberadaan organisasi yang fokus pada pembangunan manusia seperti LDII sangat membantu dalam mewujudkan visi Kota Padang yang religius dan kompetitif.

Aset Strategis Bangsa: Fokus Pembinaan Generasi Mandiri

Ketua DPD LDII Kota Padang, H. Muhammad Iqbal, dalam laporannya menjelaskan bahwa CAI merupakan agenda tahunan yang menyasar kelompok usia produktif, mulai dari jenjang SMP hingga usia mandiri. Iqbal, yang saat ini juga sedang menempuh studi doktoral di Universitas Andalas, menegaskan bahwa pemuda adalah aset strategis yang menentukan arah pembangunan daerah di masa depan.

“Melalui kegiatan ini, peserta dibekali materi ke-LDII-an, metodologi dakwah, focus group discussion (FGD), hingga outbound untuk mengasah kerja sama tim. Harapannya, mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” jelas H. Muhammad Iqbal.

Iqbal juga memacu para peserta untuk tidak ragu menjadi duta kebaikan di lingkungannya masing-masing, baik di sekolah, kampus, maupun tempat kerja. Ia mendorong penggunaan platform digital sebagai sarana dakwah yang santun dan informatif.

“Pemuda LDII harus mampu menjadi teladan di mana pun berada. Jadilah individu yang mampu menyampaikan kebaikan dengan akhlak dan ilmu, baik melalui interaksi langsung maupun melalui jagat maya yang kini menjadi ruang publik utama,” pungkasnya.

Melalui kesuksesan penyelenggaraan CAI ke-47 ini, LDII Kota Padang semakin memantapkan komitmennya dalam mencetak generasi yang profesional religius. Fokus utama tetap pada kemandirian, penguatan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan kepemudaan dan agenda tahun mendatang, silakan kunjungi CAI 2026.

Glossary CAI & Pembinaan LDII

  • CAI (Cinta Alam Indonesia): Program perkemahan tahunan LDII untuk pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, dan kemandirian generus.
  • Profesional Religius: Visi pembangunan SDM yang menyeimbangkan keahlian profesi duniawi dengan ketaatan beragama.
  • Usia Mandiri: Kategori pembinaan untuk pemuda yang sudah memasuki fase usia kerja atau pasca-pendidikan tinggi.
  • Smart Surau: Program Pemko Padang yang mengintegrasikan fungsi rumah ibadah dengan literasi digital dan pendidikan karakter.
  • Dual Degree: Program gelar ganda hasil kerja sama antar universitas lintas negara.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.