Warga Padukuhan Kembang Gencarkan Gotong Royong Jelang Muswil VIII LDII DIY, Perkuat Budaya Kampung Proklim

Warga Padukuhan Kembang Gencarkan Gotong Royong Jelang Muswil VIII LDII DIY, Perkuat Budaya Kampung Proklim
foto: ilustrasi
  • KULON PROGO – Semangat kolektif terpancar jelas di lereng perbukitan Menoreh saat puluhan warga Padukuhan Kembang, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, turun ke jalan pada Minggu (5/7). Aksi gotong royong berskala besar ini dilakukan untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan menata keasrian lingkungan padukuhan. Kegiatan yang melibatkan sekitar 60 partisipan dari lintas elemen—mulai dari warga setempat, Karang Taruna, hingga warga LDII—ini digelar bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari rangkaian menyambut Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Manifestasi Kampung Proklim dalam Aksi Nyata

    Sejak mentari pagi mulai meninggi, harmoni kerja sama terlihat saat warga bahu-membahu mengaduk semen dan menata batu untuk menambal ruas-ruas jalan yang mulai tergerus usia. Sebagian lainnya tampak sibuk membersihkan drainase dari tumpukan sedimen, serta merapikan vegetasi di sepanjang bahu jalan. Langkah ini diambil guna memastikan aksesibilitas dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga bagi seluruh masyarakat.

    Padukuhan Kembang sendiri bukanlah wilayah sembarangan; ia merupakan role model sebagai Kampung Program Kampung Iklim (Proklim). Penghargaan yang pernah diraih wilayah ini menjadi pelecut semangat bagi warga untuk tetap konsisten menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.

    "Kampung Proklim tidak berhenti setelah memperoleh penghargaan. Justru penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus merawat alam dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan," tegas Samidi, Penggerak Kampung Proklim Padukuhan Kembang.

    Samidi, yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat (Wanhat) PAC LDII Jatimulyo, menekankan bahwa keberhasilan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal sangat bergantung pada transformasi budaya masyarakat. Menurutnya, kerja bakti adalah instrumen paling efektif untuk menanamkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap alam sekitar.

    "Melalui kerja bakti seperti ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. Tidak hanya bagi orang tua, tetapi juga generasi muda agar mereka memiliki kepedulian untuk menjaga alam sejak dini," imbuh Samidi.

    Nilai Karakter Luhur dan Solidaritas Sosial

    Keterlibatan aktif warga LDII dalam agenda kemasyarakatan ini menjadi cerminan dari penguatan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, khususnya pada aspek lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan. Sinergi antara organisasi dakwah dengan entitas lokal seperti Karang Taruna membuktikan bahwa isu lingkungan adalah pemersatu yang kuat.

    Ketua PC LDII Kapanewon Girimulyo, H. Abdul Hadi, menjelaskan bahwa partisipasi ini merupakan implementasi nyata dari pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan kepada warga LDII. Nilai-nilai rukun, kompak, dan kerja sama yang baik bukan hanya menjadi slogan di dalam masjid, tetapi harus tampak dalam interaksi sosial sehari-hari.

    "Melalui gotong royong seperti ini, nilai rukun, kompak, dan kerja sama dapat diwujudkan secara nyata. Ketika seluruh warga saling membantu tanpa membedakan latar belakang, pekerjaan menjadi ringan dan hasilnya dapat dirasakan bersama. Nilai-nilai inilah yang terus kami tanamkan dalam kehidupan bermasyarakat," jelas H. Abdul Hadi.

    Sembari menyongsong perhelatan Muswil VIII LDII DIY, kegiatan di tingkat akar rumput ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang panjang. Kerja bakti ini menjadi bukti bahwa kesiapan organisasi dalam menyambut agenda besar selalu dibarengi dengan kebermanfaatan bagi lingkungan sosial terdekat. Semangat kolaboratif ini diharapkan terus mengakar, menjadikan kepedulian lingkungan bukan sebagai beban program, melainkan gaya hidup yang mendarah daging di tengah masyarakat Kulon Progo.

    Glossary: Memahami Istilah Berita

    • Muswil (Musyawarah Wilayah): Forum pengambilan keputusan tertinggi tingkat provinsi bagi organisasi LDII untuk menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan.
    • Kampung Proklim: Program nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
    • PAC (Pimpinan Anak Cabang): Struktur organisasi LDII di tingkat kelurahan atau desa.
    • Kapanewon: Istilah wilayah administratif di Daerah Istimewa Yogyakarta yang setara dengan kecamatan.
    • Wanhat (Dewan Penasehat): Tokoh senior dalam struktur LDII yang bertugas memberikan arahan, pertimbangan, dan bimbingan moral kepada pengurus.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.