BATAM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kepulauan Riau mengambil langkah nyata dalam membentengi generasi muda muslimah dari distorsi standar kecantikan modern. Melalui Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK), LDII menyelenggarakan Beauty Class eksklusif bertajuk "Cantik Menyeluruh, Luar dan Dalam" di Graha Serbaguna Baitul Jannah, Plamo Garden, Batam, Sabtu (19/7/2026). Acara yang menggandeng jenama kosmetik halal ternama, Wardah, ini dihadiri lebih dari 150 peserta yang antusias mendalami seni berhias tanpa menanggalkan identitas kesantunan.
Menyeimbangkan Estetika dan Ketakwaan
Di era media sosial yang kerap mengeksploitasi penampilan fisik, LDII Kepri mencoba menawarkan narasi tandingan bahwa estetika lahiriah harus berjalan beriringan dengan kemurnian tauhid. Kesadaran inilah yang mendasari pemilihan tema kegiatan, di mana kecantikan tidak hanya didefinisikan oleh pulasan warna di wajah, melainkan dari pancaran akhlakul karimah.
"Pengajian keputrian memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus sekaligus memperkuat ketahanan keluarga," tegas Wakil Ketua DPW LDII Kepri, H. Siajis, saat memberikan sambutan pembukaan.
Menurut Siajis, perempuan memegang kendali utama sebagai pendidik pertama (madrasatul ula) dalam keluarga. Oleh karena itu, kemampuan merawat diri dan berhias harus ditempatkan pada proporsi yang tepat—yakni sebagai bentuk syukur dan menjaga keharmonisan, bukan sekadar memuaskan pandangan publik yang tidak berkepentingan.
Larangan Tabarruj dan Esensi Self-Care dalam Islam
Acara tidak hanya berisi tutorial teknis, tetapi juga dibekali dengan landasan teologis yang kuat. Ustazah Hj. Minung Fahrudin dan Ustazah Hj. Anisa Rahmawati hadir memberikan penguatan materi mengenai batasan-batasan berhias dalam Islam. Mereka menekankan pentingnya menghindari tabarruj, yaitu perilaku memamerkan perhiasan atau kecantikan secara berlebihan untuk menarik perhatian lawan jenis yang bukan mahram.
"Islam mendorong umatnya menjaga kebersihan dan penampilan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, namun tetap dalam koridor syariat, menghindari tabarruj atau berhias berlebihan yang dapat mengundang perhatian lawan jenis," urai Ustazah Hj. Minung Fahrudin di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, para pemateri menjelaskan bahwa self-care bagi seorang muslimah mencakup aspek yang holistik. Mencuci wajah, menggunakan pelembap, hingga merapikan pakaian adalah bagian dari menjaga amanah fisik yang diberikan Tuhan. Namun, hal itu harus dibalut dengan kualitas ibadah yang konsisten serta penggunaan produk yang terjamin kehalalannya.
Tutorial Riasan Natural dan Halal Bersama Wardah
Memasuki sesi inti, Shahrani selaku konsultan kecantikan syar'i dari Wardah membedah teknik tata rias yang light dan breathable. Fokus utama dari sesi ini adalah bagaimana tampil segar (fresh) tanpa terlihat mencolok. Shahrani membagikan tips mengenai pemilihan warna yang mendekati rona alami kulit serta cara mengaplikasikan produk yang tidak menghalangi air wudu untuk meresap ke pori-pori.
Interaksi hangat terjadi saat para peserta mencoba mempraktikkan langsung teknik tersebut. Wardah, yang dikenal dengan kampanye kecantikan halalnya, memberikan edukasi bahwa pemilihan bahan baku kosmetik sangat krusial agar ibadah harian tetap sah dan hati merasa tenang saat mengenakannya.
Fondasi Akhlak Sebagai Kecantikan Hakiki
Menjelang penutupan, Dewan Penasihat DPW LDII Kepri, H. Abdul Arif, memberikan pesan filosofis yang menyentuh esensi kewanitaan dalam Islam. Ia mengingatkan bahwa standar kecantikan manusia bersifat fana dan akan memudar seiring usia, sementara kecantikan batiniah akan terus bersinar hingga ke liang lahat.
"Ukuran kecantikan dalam Islam tidak berhenti pada aspek fisik. Akhlak mulia, ketaatan kepada Allah SWT, serta kemampuan menjaga kehormatan diri dan keluarga merupakan fondasi utama yang menjadikan seorang wanita bernilai tinggi di sisi agama," pungkas H. Abdul Arif.
Melalui inisiatif ini, LDII Kepri berharap para muslimah muda di Batam tidak hanya mahir dalam merias wajah, tetapi juga menjadi pribadi yang tangguh secara mental dan spiritual. Kepercayaan diri yang bersumber dari keimanan diharapkan mampu menjadi perisai dari tekanan tren global yang seringkali tidak searah dengan nilai-nilai luhur keislaman.
📚 Glosarium Mini: Memahami Istilah Kunci
- Syariat: Hukum atau aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim.
- Tabarruj: Menonjolkan perhiasan atau kecantikan wanita secara berlebihan di depan lelaki yang bukan mahramnya.
- Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang mulia dan terpuji.
- Mahram: Orang-orang yang haram dinikahi karena hubungan darah atau persusuan.
- Halal-Certified: Produk yang telah melewati verifikasi ketat dan tidak mengandung unsur yang dilarang dalam agama Islam.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.