Strategi Parenting Era Digital: LDII Bandar Lampung Bekali Orang Tua Kunci Hadapi Dampak Gadget pada Anak

Strategi Parenting Era Digital: LDII Bandar Lampung Bekali Orang Tua Kunci Hadapi Dampak Gadget pada Anak
foto: ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Menanggapi tantangan kompleks pengasuhan anak di tengah masifnya penetrasi teknologi informasi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Bandar Lampung menggelar seminar parenting skill bertajuk “Menjadi Orang Tua Hebat di Era Digital”. Perhelatan yang berlangsung di Masjid Hisbullah, Bandar Lampung, pada Minggu (12/7/2026) ini menyasar para orang tua serta wali murid TPA/TPQ dari wilayah Kecamatan Rajabasa dan Tanjung Senang sebagai audiens utama.

Urgensi Pola Asuh Adaptif di Tengah Gempuran Teknologi

Dinamika perkembangan zaman menuntut orang tua untuk tidak lagi bersikap konvensional dalam mendidik anak. Penggunaan gawai atau gadget yang kian tak terpisahkan dari aktivitas harian anak-anak menjadi sorotan utama dalam seminar ini. Paparan radiasi layar dan konten digital jika tidak dikelola dengan bijak, dikhawatirkan dapat mengikis nilai-nilai dasar kepribadian anak.

“Penggunaan gadget yang tidak terkontrol akan berdampak pada perkembangan fisik, emosional, sosial dan spiritual anak. Oleh karena itu, orang tua dituntut memiliki pola asuh yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa mengabaikan nilai-nilai pendidikan karakter dan kedekatan emosional dalam keluarga,” ujar Hanif Anshori, pemateri seminar tersebut saat memberikan paparan di hadapan peserta.

Hanif menekankan bahwa kunci utama menghadapi tantangan ini bukanlah tindakan represif atau sekadar menjauhkan perangkat teknologi dari jangkauan anak secara paksa. Ia berargumen bahwa pendekatan yang lebih organik dan sistemik jauh lebih efektif untuk jangka panjang.

“Yang lebih penting adalah membangun ekosistem keluarga yang sehat. Melalui komunikasi yang baik, keteladanan, dan aktivitas alternatif yang lebih bermanfaat,” tutur Hanif menjelaskan visi pengasuhan yang ideal.

Langkah Taktis Rehabilitasi Penggunaan Gawai

Guna memberikan panduan konkret bagi orang tua, seminar ini merumuskan empat langkah strategis dalam melakukan rehabilitasi atau manajemen penggunaan gawai pada anak. Pertama, penetapan batasan durasi yang jelas agar anak memahami manajemen waktu. Kedua, penerapan zona bebas gadget di area-area tertentu dalam rumah untuk mengembalikan fungsi ruang sosial keluarga.

Ketiga, pemberian apresiasi atas kepatuhan anak dalam menghindari penggunaan gadget untuk hal-hal yang tidak produktif. Terakhir, yang paling krusial, adalah menjadikan orang tua sebagai role model atau teladan utama dalam menggunakan perangkat digital secara bertanggung jawab. Konsistensi antara ucapan dan tindakan orang tua dianggap sebagai fondasi utama keberhasilan pola asuh ini.

Menghadapi Fase Resistensi dan Tantrum

Perubahan kebiasaan lama menuju tatanan baru dalam keluarga tentu tidak selalu berjalan mulus. Rudi Iswanto, pemateri lainnya dalam seminar tersebut, mengingatkan para orang tua untuk bersiap menghadapi gejolak emosional anak saat aturan baru diterapkan.

“Upaya pengubahan perilaku anak memerlukan proses yang tidak instan. Penerapan aturan baru akan diawali dengan fase penolakan, atau bahkan kondisi tantrum pada anak,” kata Rudi memberikan peringatan realistis.

Ia menegaskan bahwa keteguhan hati dan konsistensi dari seluruh anggota keluarga menjadi prasyarat mutlak. Tanpa kekompakan antara ayah dan ibu dalam menjalankan aturan, anak akan menemukan celah untuk kembali pada kebiasaan lama.

Melalui pembekalan intensif ini, Tim Bimbingan Konseling (BK) PPG Kota Bandar Lampung berharap lahirnya generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual yang mumpuni.

“Harapannya, generasi muda LDII dapat memanfaatkan teknologi secara bijak. Tumbuh dengan karakter yang kuat, serta memiliki keseimbangan antara perkembangan akademik, spiritual dan sosial,” pungkas Rudi mengakhiri sesi materi.

Glossary: Istilah Penting Parenting Digital

  • Parenting Skill: Keterampilan dan kemahiran yang dibutuhkan orang tua dalam membimbing, melindungi, dan merawat anak agar tumbuh optimal.
  • Pola Asuh Adaptif: Gaya pengasuhan yang fleksibel dan menyesuaikan dengan perubahan zaman namun tetap memegang teguh prinsip moral.
  • Tantrum: Ledakan emosi, biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, atau menjerit, yang sering terjadi pada anak-anak saat keinginan mereka tidak terpenuhi.
  • Ekosistem Keluarga: Lingkungan internal rumah tangga yang mencakup interaksi, kebiasaan, dan nilai-nilai yang membentuk karakter anak.
  • Zona Bebas Gadget: Area atau waktu tertentu di mana semua anggota keluarga dilarang menggunakan perangkat elektronik untuk meningkatkan kualitas komunikasi tatap muka.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.