Pangkalpinang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sukses menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI pada Kamis (23/7) di Hotel Grand Safran, Pangkalpinang. Mengangkat tema besar “Penguatan Sumber Daya Manusia Profesional Religius untuk Mewujudkan Kepulauan Bangka Belitung Berdaya”, perhelatan akbar ini tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga penajaman arah perjuangan organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Muswil VI ini menandai langkah strategis LDII di Negeri Laskar Pelangi dalam menjawab tantangan zaman yang kian kompleks. Fokus utama yang ditekankan adalah bagaimana mencetak individu yang tidak hanya unggul secara kompetensi profesional (skill), namun juga memiliki pondasi spiritual yang kokoh.
Momentum Evaluasi dan Pengabdian Berkelanjutan
Ari Sriyanto, yang menjabat sebagai Ketua DPW LDII Babel periode sebelumnya, menegaskan bahwa Muswil ini memiliki nilai lebih dari sekadar rutinitas organisasi. Menurutnya, ini adalah titik balik untuk menakar efektivitas pengabdian yang telah dilakukan serta merancang peta jalan untuk lima tahun ke depan.
“Muswil VI bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih kepengurusan baru. Tetapi menjadi momentum evaluasi, konsolidasi, dan penyusunan arah pengabdian LDII Babel lima tahun ke depan,” ujar Ari Sriyanto.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Ari memaparkan bahwa LDII Babel telah bergerak masif melalui delapan program pengabdian LDII untuk bangsa. Cakupannya sangat luas, mulai dari penguatan wawasan kebangsaan, dakwah yang menyejukkan, pendidikan karakter, hingga sektor-sektor krusial seperti ekonomi syariah, kesehatan, lingkungan hidup, teknologi digital, dan pengembangan energi baru terbarukan.
Keberhasilan program-program tersebut, lanjut Ari, tidak lepas dari sinergi yang harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan. “Semuanya dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat. Semuanya bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Ari dengan nada optimis.
Membentuk Karakter di Tengah Arus Digitalisasi
Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, yang hadir secara langsung, memberikan arahan khusus mengenai pentingnya kontribusi sosial warga LDII. Ia berpesan agar setiap individu menjadi motor penggerak kebaikan di lingkungannya masing-masing.
“Tetapi juga bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya,” pungkas Dody Taufiq Wijaya saat meminta warga LDII memberikan manfaat luas.
Dody juga menyoroti urgensi internalisasi 29 karakter luhur sebagai tameng menghadapi tantangan global. Targetnya adalah melahirkan generasi penerus yang memiliki "Tri Sukses": berakhlakul karimah, alim-fakih dalam ilmu agama, serta mandiri secara ekonomi dan mental.
Di sisi lain, kewaspadaan terhadap informasi di dunia maya juga menjadi perhatian serius DPP LDII. Mengingat maraknya polarisasi di media sosial, Dody mengimbau warga untuk selalu melakukan kroscek terhadap setiap informasi yang beredar.
“Kami mengimbau warga LDII agar berhati-hati terhadap hoaks, adu domba, dan opini yang menyesatkan. Tetap bekerja, beribadah, dan mengedepankan yang akhlak mulia. Jaga kekompakan, kejujuran, amanah, serta kerja keras,” tuturnya memperingatkan.
Dukungan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi LDII sebagai mitra pembangunan. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Babel, M. Yasir Mustafa, yang hadir mewakili Gubernur Hidayat Arsani, berharap Muswil ini mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang selaras dengan kebutuhan daerah.
“Keputusan yang bijaksana dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan negara. Ormas keagamaan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan beragama, dan meningkatkan kualitas SDM, serta menanamkan nilai-nilai moral dan kebangsaan,” ungkap Yasir saat membacakan sambutan pembukaan.
Ia menekankan bahwa modal sosial terbesar Bangka Belitung adalah kerukunan antarumat beragama dan toleransi yang terjaga. Hal ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan wilayah yang aman, damai, dan sejahtera.
Estafet Kepemimpinan Baru: Supriyadi Terpilih sebagai Ketua
Melalui Sidang Pleno yang berjalan demokratis, Muswil VI akhirnya menetapkan Supriyadi sebagai Ketua DPW LDII Bangka Belitung untuk masa bakti 2026-2031. Ia akan didampingi oleh Nardi Pratomo yang dipercaya menjabat sebagai Sekretaris. Duet kepemimpinan baru ini memikul tanggung jawab besar untuk membawa organisasi melangkah lebih jauh di tengah dinamika provinsi kepulauan tersebut.
Selain agenda pemilihan pengurus, momen istimewa dalam rangkaian Muswil ini adalah peresmian rumah susun (Rusun) santri di Pondok Pesantren Arroyan. Fasilitas ini diharapkan menjadi kawah candradimuka dalam membina generasi muda yang berkarakter dan mandiri.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dewan Masjid Indonesia, serta jajaran perbankan syariah dan instansi vertikal lainnya. Kehadiran tokoh nasional seperti Anggota DPD RI Bahar Buasan dan Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya sebagai narasumber menambah bobot diskusi dalam forum tersebut, memberikan perspektif kebijakan publik bagi para peserta dari tujuh DPD LDII kabupaten/kota se-Bangka Belitung.
Glossary Muswil VI LDII Babel
- Muswil: Musyawarah Wilayah, forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat provinsi.
- SDM Profesional Religius: Konsep pengembangan manusia yang menyeimbangkan keahlian teknis dengan integritas moral berdasarkan nilai agama.
- Tri Sukses: Target pembinaan generasi muda LDII yang meliputi Alim-Faqih (berilmu), Akhlakul Karimah (berbudi pekerti), dan Mandiri.
- 8 Program Pengabdian: Fokus pengabdian LDII yang meliputi wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan, lingkungan, teknologi digital, dan energi terbarukan.
- 29 Karakter Luhur: Kumpulan sifat-sifat mulia yang menjadi dasar pembinaan karakter warga LDII dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.