Strategi LDII Muba Cetak Generasi Profesional Religius Lewat Festival Anak Saleh 2026

Strategi LDII Muba Cetak Generasi Profesional Religius Lewat Festival Anak Saleh 2026

MUSI BANYUASIN – Menutup kalender pendidikan semester ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Musi Banyuasin (Muba) mengambil langkah progresif dengan menggelar Festival Anak Saleh (FAS) di Komplek Masjid Al Huda, Kayuara. Bukan sekadar seremoni pengisi libur sekolah, ajang ini menjadi instrumen krusial bagi organisasi untuk mengevaluasi secara mendalam hasil pembinaan karakter religius dan kemandirian terhadap sekitar 200 peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMP.

Evaluasi Berkelanjutan di Masa Libur Sekolah

Kegiatan yang berlangsung selama masa liburan sekolah tersebut dirancang untuk menyaring potensi terbaik dari tiap pangkalan. Dibuka oleh Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) LDII Muba, H. Agus Wahyudi, festival ini menjadi panggung bagi para santri untuk menunjukkan hasil belajar mereka selama setahun terakhir. Agenda ini resmi ditutup pada Rabu siang oleh Wanhat KH Achmadi melalui prosesi doa bersama yang khidmat.

Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Penanggung Jawab Kegiatan H. Suyono, S.Pd., M.M., serta jajaran ustaz-ustazah dari Zona Barat memberikan sinyal kuat akan urgensi acara ini. Tak ketinggalan, Satuan Komunitas (SAKO) Sekawan Persada Nusantara (SPN) Kwartir Cabang (KAKAK) yang dipimpin Kak Maryadi turut mengawal jalannya kompetisi kepanduan yang integratif.

"Kegiatan ini merupakan ajang untuk mengukur hasil pembinaan yang telah dilaksanakan di setiap Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kita mempersiapkan generasi muda yang profesional dan religius dalam menyongsong bonus demografi Indonesia pada 2030 hingga 2045," ujar H. Agus Wahyudi saat memberikan sambutan pembukaan.

Sinergi Dakwah dan Kepramukaan

FAS 2026 di Musi Banyuasin menampilkan kompetisi yang komprehensif. Panitia memadukan aspek kognitif keagamaan dengan ketangkasan fisik. Ketua pelaksana, H. Suyono, menegaskan bahwa masa libur adalah momentum emas untuk mempertebal karakter tanpa tekanan kurikulum sekolah formal.

Di lapangan, antusiasme peserta terlihat saat mereka beradu kemampuan dalam berbagai cabang lomba. Kak Maryadi selaku Ketua SAKO SPN KAKAK Muba Zona Barat merinci bahwa materi lomba tidak hanya berkutat pada teks agama saja.

"Selain lomba adzan, nasihat agama, cerdas cermat Islam, dan tahfiz Al-Qur'an, kami juga mengadakan perlombaan keterampilan kepramukaan seperti mendirikan tenda, tali-temali, serta Peraturan Baris Berbaris (PBB). Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kerja sama anak-anak," jelas Kak Maryadi dengan antusias.

Menyiapkan Generasi Qurani Menuju Indonesia Emas

Di balik kemeriahan lomba, terdapat filosofi besar mengenai keberlanjutan dakwah. Ketua DPD LDII Musi Banyuasin, Daud Sobri, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor internal organisasi. Baginya, melahirkan generasi unggul memerlukan kerja kolektif antara pengajar agama, pembina pramuka, dan orang tua.

"Sinergi antara bidang dakwah, SAKO SPN, dan para pembina generasi merupakan ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi Qurani yang berwawasan luas, berakhlak mulia, serta siap melanjutkan estafet dakwah sesuai bidang pengabdian dan lokasi penugasannya di masa mendatang," tegas Daud Sobri di sela-sela penutupan acara.

Melalui Festival Anak Saleh ini, LDII Musi Banyuasin menaruh harapan besar akan lahirnya tunas-tunas bangsa yang memiliki triksukses generus: alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Bekal inilah yang diyakini menjadi pondasi kuat bagi pemuda dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks, sekaligus menjadi kontribusi nyata LDII dalam menjemput visi Indonesia Emas 2045.

Glossary Festival Anak Saleh

  • FAS (Festival Anak Saleh): Program rutin tahunan LDII untuk mengevaluasi capaian belajar santri TPA/TPQ.
  • Wanhat (Dewan Penasehat): Unsur pimpinan dalam struktur organisasi LDII yang memberikan arahan strategis.
  • Sako SPN (Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara): Organisasi kepanduan/pramuka di bawah naungan LDII yang berbasis masjid dan komunitas.
  • Bonus Demografi: Kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia non-produktif, diprediksi terjadi di Indonesia pada 2030-2045.
  • PPG (Penggerak Pembina Generasi): Tim khusus yang fokus pada pembinaan karakter dan kurikulum generasi muda di LDII.
  • Generasi Qurani: Generasi yang menjadikan Al-Qur'an dan Al-Hadist sebagai pedoman utama dalam berperilaku dan berpikir.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.