GRESIK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gresik secara resmi memaparkan delapan klaster program pengabdian organisasi kepada Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Dalam audiensi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Gresik pada Kamis (16/7/2026) tersebut, penguatan ekonomi syariah melalui model Usaha Bersama (UB) menjadi poin krusial yang diharapkan mampu bersinergi dengan prioritas pembangunan daerah.
Sinergi Organisasi Masyarakat dalam Pembangunan Daerah
Ketua DPD LDII Kabupaten Gresik, Khusnul Hamidi, menegaskan bahwa peran organisasi kemasyarakatan sangat vital dalam menyokong roda pembangunan yang tidak mungkin hanya dipikul oleh pemerintah sendirian. Langkah penyusunan delapan klaster program ini merupakan bentuk nyata kontribusi LDII agar setiap langkah organisasi sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Gresik.
“Pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi organisasi kemasyarakatan. Karena itu, LDII menyusun delapan klaster program sebagai arah pengabdian organisasi agar selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik,” ungkap Khusnul Hamidi di hadapan jajaran pemerintah daerah.
Fokus utama yang menjadi pembahasan hangat dalam pertemuan tersebut adalah implementasi klaster ekonomi syariah. LDII memilih jalur pengembangan Usaha Bersama (UB) yang diintegrasikan langsung dengan ekosistem masjid. Strategi ini diambil karena masjid bukan sekadar tempat ibadah ritual, melainkan episentrum aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Pengembangan UB di lingkungan masjid bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang inklusif. Menurut Khusnul, UB tidak hanya berfungsi sebagai penyedia kebutuhan pokok harian warga, tetapi juga menjadi inkubator pemberdayaan ekonomi berbasis prinsip syariah yang mengedepankan asas gotong royong.
“Program ini dikembangkan di lingkungan masjid yang menjadi pusat aktivitas warga LDII sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat,” jelas Khusnul. Ia menambahkan bahwa “pengembangan UB berangkat dari pandangan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.”
Melalui pengelolaan secara kolektif, LDII optimistis warga dapat membangun fondasi ekonomi yang kokoh sekaligus mempererat solidaritas sosial. Kemandirian ekonomi dinilai sebagai elemen fundamental dalam meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga di tingkat akar rumput.

Apresiasi Bupati: Menguatkan Ekonomi Kerakyatan
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai pola pemberdayaan yang lahir dari inisiatif masyarakat sendiri akan memiliki daya tahan yang lebih kuat dan mampu mendukung akselerasi pembangunan ekonomi daerah secara signifikan.
“Kami menilai program Usaha Bersama sejalan dengan semangat membangun kemandirian masyarakat melalui prinsip kebersamaan. Model tersebut dinilai tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan,” ujar Fandi Akhmad Yani.
Orang nomor satu di Kabupaten Gresik tersebut berharap model kolaborasi ini tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan terus berkembang menjadi kemitraan strategis antara pemerintah dan elemen masyarakat lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu menyentuh berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) hingga penciptaan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.
Menutup pertemuan tersebut, Fandi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan DPD LDII diharapkan dapat mewujudkan visi Gresik yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing melalui penguatan ekonomi masyarakat.
📖 Glosarium Istilah
- Usaha Bersama (UB): Model unit usaha yang dikelola secara kolektif oleh warga LDII dengan prinsip syariah untuk memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat.
- Ekonomi Syariah: Sistem ekonomi yang berlandaskan pada hukum Islam, mengedepankan keadilan, transparansi, dan bagi hasil tanpa unsur riba.
- Klaster Program: Pengelompokan bidang-bidang fokus pengabdian LDII yang mencakup berbagai aspek seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.