Songsong Muswil VIII, LDII NTB Gembleng Generasi Muda Peduli Lingkungan Lewat Permata CAI

Songsong Muswil VIII, LDII NTB Gembleng Generasi Muda Peduli Lingkungan Lewat Permata CAI
foto: ilustrasi
Songsong Muswil VIII, LDII NTB Gembleng Generasi Muda Peduli Lingkungan Lewat Permata CAI
  • LOMBOK BARAT – Sebagai langkah konkret memperkuat karakter generasi penerus bangsa sekaligus rangkaian menuju Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses menyelenggarakan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI). Kegiatan edukatif ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Pathfinder Outbond, Lombok Barat, dan berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026, dengan fokus utama pada pembentukan kepemimpinan dan kesadaran ekologis.

    Filosofi Cinta Alam Sebagai Manifestasi Iman

    Permata CAI bukan sekadar ajang berkumpul rutin tahunan. Agenda ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi 100 pemuda LDII dari berbagai daerah di NTB. Melalui pendekatan yang humanis namun disiplin, para peserta ditempa untuk memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari nilai-nilai spiritualitas.

    ”Di LDII, cinta alam adalah bagian dari iman. Melalui CAI, kita ingin mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berakhlak, tetapi juga punya kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Karena kerusakan alam adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Amad Yusuf, Ketua Panitia CAI dan Muswil VIII, saat menjelaskan esensi kegiatan tersebut.

    Selama pelaksanaan perkemahan, dinamika kegiatan diatur untuk menyeimbangkan antara kecakapan fisik dan wawasan intelektual. Para peserta menerima materi intensif mengenai teknik survival, kepemimpinan transformatif, serta penguatan wawasan kebangsaan guna menumbuhkan rasa memiliki terhadap tanah air.

    Menjawab Tantangan Darurat Sampah NTB

    Isu lingkungan menjadi sorotan tajam dalam Permata CAI tahun ini, mengingat kondisi pengelolaan sampah di wilayah NTB yang kian mengkhawatirkan. Menanggapi realitas tersebut, panitia menghadirkan I Made Wibisisana, Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Dalam paparannya yang bertajuk “Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masjid”, Wibi menekankan urgensi tindakan kolektif.

    Wibi memaparkan fakta pahit bahwa saat ini Provinsi NTB masih menyandang status “Darurat Sampah”. Beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian melampaui kapasitas memerlukan solusi dari hulu, yakni masyarakat itu sendiri.

    “Penyelesaiannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus dimulai dari rumah, dari masjid, dari komunitas. Apa yang dilakukan adik-adik LDII hari ini, yaitu memilah sampah dan mengolahnya, adalah langkah paling strategis,” tegas I Made Wibisisana di hadapan para peserta.

    Tak berhenti pada teori, para peserta langsung melakukan praktik lapangan. Mereka diajarkan mengolah sampah organik dari sisa dapur perkemahan menjadi kompos serta mengubah sampah plastik menjadi ecobrick yang memiliki nilai guna. Aksi nyata ini diakhiri dengan kegiatan bersih-bersih masal di kawasan sekitar perkemahan untuk memastikan lokasi tetap asri pasca-kegiatan.

    Sinergi Strategis LDII untuk Pembangunan Daerah

    Sekretaris DPW LDII NTB, M Ramadhani, menegaskan bahwa Permata CAI merupakan manifestasi dari “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa”, khususnya dalam pilar lingkungan hidup dan pendidikan. Momentum ini dipandang sebagai pemanasan krusial sebelum perhelatan Muswil VIII LDII NTB mendatang.

    ”Ini adalah pemanasan sebelum Muswil VIII nanti. Kami ingin menunjukkan bahwa LDII siap bersinergi dengan pemerintah dalam menyelesaikan masalah strategis daerah, salah satunya darurat sampah,” kata M Ramadhani dengan nada optimis.

    Lebih lanjut, Ramadhani berharap output dari kegiatan ini mampu mentransformasi masjid dan pondok pesantren di bawah naungan LDII di seluruh Pulau Lombok menjadi pionir dalam gerakan “Masjid Bebas Sampah”. Dengan pengembangan bank sampah di tingkat komunitas terkecil, LDII optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap target pengurangan sampah di tingkat provinsi secara berkelanjutan.

  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.