Sinergi Ulama dan Umaro, LDII Lamongan Beri Apresiasi Tinggi Laga Bhineka Friendly Match

Sinergi Ulama dan Umaro, LDII Lamongan Beri Apresiasi Tinggi Laga Bhineka Friendly Match
foto: ilustrasi
  • LAMONGAN — Lapangan hijau Stadion Surajaya menjadi saksi bisu cairnya komunikasi antara birokrasi, pemuka agama, dan tokoh masyarakat dalam perhelatan Bhineka Friendly Match yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan pada Jumat (17/7). DPD LDII Kabupaten Lamongan memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap agenda pertandingan persahabatan ini, yang dinilai bukan sekadar ajang olah fisik, melainkan jembatan diplomasi informal untuk memperkokoh silaturahmi dan kolaborasi lintas sektor demi kemajuan daerah.

    Mempererat Sinergi Melalui Olahraga

    Laga sepak bola yang mempertemukan unsur pemerintah, ulama, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) ini dirancang sebagai ruang terbuka untuk saling bertukar pikiran dalam suasana yang rileks. Kehadiran para pemangku kebijakan dan tokoh agama di tengah lapangan menunjukkan pesan kuat bahwa menjaga kondusivitas wilayah memerlukan kerja sama yang harmonis dan komunikasi yang tanpa sekat.

    Bupati Lamongan, Yuhronur Efendy, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa kebersamaan ini merupakan fondasi utama dalam mengawal roda pembangunan di Kabupaten Lamongan agar tetap sasaran dan inklusif bagi semua lapisan.

    “Dengan kebersamaan yang terus terjalin, diharapkan pembangunan di Kabupaten Lamongan dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujar Yuhronur Efendy menekankan urgensi kolaborasi tersebut.

    Media Perekat Antarlembaga

    Senada dengan Bupati, Ketua DPD LDII Kabupaten Lamongan, Agus Yudi, melihat olahraga sepak bola memiliki daya tarik universal yang mampu mencairkan ketegangan formalitas. Menurut pandangannya, interaksi di luar meja rapat sering kali justru menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam antarlembaga.

    “Olahraga, khususnya sepak bola dalam Laga Persahabatan Bhineka, menjadi media perekat untuk menjaga hubungan harmonis antarlembaga di Lamongan,” ungkap Agus Yudi saat memberikan keterangannya.

    Agus menilai, forum-forum non-formal seperti ini memberikan ruang perjumpaan yang lebih akrab. Di mana para tokoh bisa saling mengenal secara personal, yang nantinya akan mempermudah koordinasi jika terdapat permasalahan di masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat dan terpadu.

    Momen Relevan di Tengah Euforia Sepak Bola Global

    Pemilihan sepak bola sebagai sarana pemersatu dianggap sangat tepat sasaran. Apalagi, saat ini atmosfer sepak bola tengah berada di puncaknya seiring dengan berlangsungnya Piala Dunia 2026. Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap cabang olahraga ini menjadi momentum yang pas untuk menyatukan visi pembangunan lewat semangat sportivitas.

    “Sepertinya ini momen yang tepat memanfaatkan olahraga sepak bola untuk mempererat silaturahim antarlembaga, terlebih bertepatan dengan Piala Dunia 2026,” tambah Agus Yudi.

    LDII Lamongan berharap semangat sportivitas dan kebersamaan yang lahir dari Stadion Surajaya ini tidak berhenti saat peluit panjang dibunyikan. Harmonisasi antara pemerintah (umaro), pemuka agama (ulama), dan elemen masyarakat lainnya merupakan modal sosial yang sangat mahal untuk mewujudkan wilayah yang aman, damai, serta kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

    “Kami berharap hubungan antarlembaga di Kabupaten Lamongan terus harmonis. LDII Lamongan siap berkolaborasi untuk mewujudkan Lamongan yang maju, aman, kondusif, dan damai,” tutur Agus Yudi menutup pernyataannya.

    Glossary: Mengenal Istilah dalam Berita

    • Ulama: Pemuka atau ahli dalam ilmu agama Islam yang memiliki peran strategis dalam membimbing umat secara spiritual.
    • Umaro: Pemimpin atau jajaran pemerintahan yang bertanggung jawab atas kebijakan publik dan administrasi negara.
    • Ormas: Organisasi Kemasyarakatan; wadah bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan berdasarkan kesamaan aspirasi atau tujuan.
    • Sinergi: Bentuk kerja sama yang menghasilkan nilai tambah lebih besar daripada bekerja secara mandiri.
    • Kondusif: Suatu kondisi yang tenang, mendukung, atau menguntungkan bagi terlaksananya sebuah kegiatan atau tujuan tertentu.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.