Sinergi Strategis LDII Babel dan Korem 045/Garuda Jaya: Perkokoh Pondasi Kebangsaan Lewat Muswil VI

Sinergi Strategis LDII Babel dan Korem 045/Garuda Jaya: Perkokoh Pondasi Kebangsaan Lewat Muswil VI

PANGKALPINANG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan langkah proaktif dalam memperkuat nilai-nilai patriotisme melalui audiensi strategis bersama Korem 045/Garuda Jaya. Pertemuan yang berlangsung di Makorem 045/Garuda Jaya, Pangkalpinang, pada Senin (29/6/2026) ini, menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi pembinaan umat dengan semangat bela negara demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengawal Muswil VI dengan Spirit Kebangsaan

Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah koordinasi persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI LDII Kepulauan Bangka Belitung yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli 2026 mendatang. Kehadiran jajaran pengurus LDII disambut hangat oleh pihak Korem sebagai bentuk keterbukaan institusi militer terhadap organisasi kemasyarakatan yang memiliki komitmen pada pembangunan karakter bangsa.

Dewan Penasihat DPW LDII Kepulauan Bangka Belitung, Supriyadi, menjelaskan bahwa agenda utama audiensi ini adalah mengundang Komandan Korem (Danrem) 045/Garuda Jaya secara resmi untuk menjadi figur kunci dalam forum Muswil tersebut.

“Kami mengundang Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi menjadi narasumber Muswil VI LDII Kepulauan Bangka Belitung. Untuk memperkuat wawasan kebangsaan, bela negara, persatuan dan pengabdian pada bangsa dan negara,” ujar Supriyadi.

Supriyadi menekankan bahwa perhelatan lima tahunan ini mengusung tema besar, yakni “Penguatan Sumber Daya Manusia Profesional Religius untuk Mewujudkan Kepulauan Bangka Belitung Berdaya”. Tema ini sengaja diangkat untuk menunjukkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kedalaman spiritual dan loyalitas terhadap tanah air.

Bagi LDII, forum Muswil bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan internal. Lebih jauh, ini adalah platform untuk merumuskan kontribusi nyata organisasi terhadap dinamika pembangunan di Bangka Belitung.

“Muswil ini, bagi kami, bukan sekadar agenda lima tahunan. Tetapi juga untuk memperkuat kontribusi LDII dalam pembangunan daerah. Melalui pembinaan sumber daya manusia yang profesional, religius, dan berkarakter, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kuat,” tegas Supriyadi dengan nada optimis.

Respons Positif Danrem: Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Menanggapi inisiatif tersebut, Brigjen TNI Nur Wahyudi memberikan apresiasi tinggi. Menurut jenderal bintang satu ini, ketahanan nasional di era modern tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista), melainkan harus didukung oleh ketangguhan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

“Potensi SDM ataupun sumber daya lainnya, perlu diberdayakan sebagai kekuatan menjaga keutuhan bangsa,” tegas Brigjen TNI Nur Wahyudi di hadapan delegasi LDII.

Beliau menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan organisasi kemasyarakatan seperti LDII merupakan pengejawantahan dari konsep kemanunggalan TNI-Rakyat. Hubungan harmonis ini diyakini mampu menjadi benteng pertahanan yang solid terhadap ideologi atau pengaruh negatif yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Sinergi ini tidak hanya menciptakan stabilitas dan keamanan, tetapi juga memperkuat kepedulian masyarakat terhadap persatuan, cinta tanah air, dan pembangunan bangsa,” pungkas Nur Wahyudi menutup diskusi tersebut.

Pertemuan ini menegaskan posisi LDII sebagai organisasi dakwah yang tidak hanya fokus pada urusan ukhrawi, tetapi juga menempatkan wawasan kebangsaan sebagai pilar utama dalam mencetak generasi masa depan yang tangguh dan berintegritas.

Glossary Berita:

  • Audiensi: Pertemuan resmi yang dilakukan untuk bertukar informasi atau menyampaikan aspirasi antara organisasi dengan pemangku kebijakan.
  • Muswil (Musyawarah Wilayah): Forum pengambilan keputusan tertinggi tingkat provinsi dalam organisasi LDII yang diadakan setiap lima tahun.
  • Wawasan Kebangsaan: Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat.
  • SDM Profesional Religius: Konsep pengembangan manusia yang tidak hanya unggul dalam keahlian teknis (profesional), tetapi juga memiliki landasan moral dan etika agama yang kuat (religius).
  • Kemanunggalan TNI-Rakyat: Kedekatan dan persatuan yang erat antara TNI dengan masyarakat sebagai kekuatan utama dalam sistem pertahanan rakyat semesta.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.