Sinergi Pembangunan: PC LDII Ciparay Hadiri Rakor Kecamatan Bahas Stunting hingga Mitigasi Kemarau

Sinergi Pembangunan: PC LDII Ciparay Hadiri Rakor Kecamatan Bahas Stunting hingga Mitigasi Kemarau
foto: ilustrasi

Langkah Nyata LDII Ciparay Dukung Program Strategis Pemerintah Daerah

Pengurus Cabang (PC) LDII Kecamatan Ciparay kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan wilayah dengan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) rutin tingkat Kecamatan Ciparay pada Rabu, 22 Juli 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung di Aula Kecamatan Ciparay ini menjadi panggung penting bagi berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan solusi atas tantangan krusial, mulai dari upaya percepatan penurunan angka stunting, manajemen pengelolaan sampah, hingga kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan yang mulai membayangi lahan produktif warga.

Dipimpin langsung oleh Camat Ciparay, Anjar Lugiyana, forum ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, seluruh Kepala Desa di wilayah Ciparay, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Dalam kesempatan berharga ini, PC LDII Ciparay mendelegasikan Asep Rustandi sebagai representasi organisasi guna memberikan masukan sekaligus menyerap aspirasi pembangunan yang tengah digulirkan pemerintah kecamatan.

Prioritas Pembangunan dan Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Momen Rakor kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan Camat Anjar Lugiyana. Dalam arahannya, ia membedah sejumlah rapor pembangunan yang memerlukan perhatian ekstra. Fokus utama diarahkan pada tiga pilar: kesehatan masyarakat (stunting), lingkungan hidup (sampah), dan ketahanan pangan (mitigasi kemarau). Anjar menekankan bahwa pencapaian target tidak akan optimal tanpa dukungan penuh dari elemen pentahelix, termasuk peran aktif organisasi keagamaan dan kemasyarakatan seperti LDII.

"Terima kasih kepada seluruh unsur yang telah mendukung dan bekerja sama demi kemajuan Kecamatan Ciparay. Ke depan kami akan terus meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi, dan menjaga sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat," ujar Anjar Lugiyana saat memberikan evaluasi tahunan kinerjanya.

Selain mengevaluasi efektivitas pelayanan publik, rapat ini membedah langkah taktis mengantisipasi dampak musim kemarau. Pemerintah desa diinstruksikan untuk segera memetakan titik-titik rawan kekeringan serta mengaudit kondisi jaringan irigasi. Hal ini menjadi urgensi mengingat Ciparay memiliki aset vital berupa sekitar 2.633 hektare lahan persawahan yang menjadi tumpuan ekonomi warga. Distribusi cadangan air bersih juga mulai disiapkan sebagai langkah mitigasi dini guna mencegah krisis air di pemukiman padat penduduk.

Apresiasi dan Komitmen Dakwah Melalui Kontribusi Sosial

Kehadiran utusan LDII dalam forum resmi pemerintahan ini mendapat respons positif dari tingkat kabupaten. Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, menyatakan bahwa keterlibatan pengurus di tingkat akar rumput merupakan manifestasi dari instruksi organisasi untuk selalu menjadi solusi bagi permasalahan di sekitarnya. Menurutnya, LDII tidak hanya fokus pada pembangunan karakter religius, tetapi juga wajib peka terhadap dinamika sosial dan pembangunan fisik di wilayah masing-masing.

"Kami mengapresiasi kehadiran Asep Rustandi dari Kepengurusan PC LDII Ciparay dalam Rakor Kecamatan. Forum seperti ini menjadi wadah penting untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pembangunan yang menyentuh kepentingan warga," ujar Didin Suyadi menekankan pentingnya sinergi tersebut.

Melalui partisipasi aktif ini, LDII berharap komunikasi dua arah antara ulama, umaro (pemerintah), dan masyarakat tetap terjaga harmonis. Dengan keterbukaan informasi dalam Rakor, pengurus LDII dapat meneruskan kebijakan pemerintah kepada warga di tingkat bawah, sehingga program-program seperti penanganan stunting dan pengelolaan sampah mandiri dapat terimplementasi hingga ke lingkungan rumah tangga.

Glossary Istilah Berita

  • Stunting: Masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
  • Forkopimcam: Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil.
  • Mitigasi: Upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana bagi masyarakat di wilayah rawan bencana.
  • Sinergitas: Bentuk kerja sama yang menghasilkan output lebih besar dan efektif dibandingkan bekerja secara mandiri.
  • Rakor: Rapat Koordinasi; pertemuan formal untuk menyelaraskan program kerja antar instansi atau organisasi.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.