Sinergi LDII dan Undip: Bedah Buku Pendidikan Profesional Religius untuk SDM Unggul Nasional

Sinergi LDII dan Undip: Bedah Buku Pendidikan Profesional Religius untuk SDM Unggul Nasional
foto: ilustrasi
  • SEMARANG — Memperkuat ekosistem pendidikan karakter yang adaptif terhadap dinamika zaman, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Tengah menggandeng Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) untuk menggelar bedah buku berskala nasional pada Sabtu (18/7/2026). Acara yang dipusatkan di Art Center FIB Undip, Semarang ini, membedah secara tuntas karya literasi bertajuk “Sistem, Model, dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke”.

    Integrasi Nilai Agama dan Profesionalisme

    Kegiatan ini bukan sekadar seremoni akademik biasa. Ia dirancang sebagai ruang diskursus ilmiah yang transparan untuk memotret bagaimana pendidikan berbasis keagamaan di lingkungan LDII diimplementasikan secara sistemik di seluruh Indonesia. Buku tersebut mengupas tuntas formulasi integratif antara penguatan moral spiritual dengan kompetensi profesional untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki integritas kebangsaan yang kokoh.

    Melalui forum ini, LDII ingin menegaskan komitmennya bahwa pendidikan keagamaan harus bergerak dinamis dalam menjawab tantangan global. Platform "Profesional Religius" yang diusung menjadi antitesis terhadap kekhawatiran degradasi moral di tengah kemajuan teknologi. Fokus utamanya adalah melahirkan individu yang mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.

    "Sinergi strategis antara institusi kampus dan organisasi kemasyarakatan seperti ini sangat krusial. Kita perlu memastikan bahwa peta jalan pendidikan nasional benar-benar mampu menghasilkan manusia Indonesia yang kompeten sekaligus memiliki akar karakter yang kuat," ujar salah satu panitia penyelenggara terkait esensi kolaborasi tersebut.

    Kolaborasi Strategis Kampus dan Ormas

    Keterlibatan FIB Universitas Diponegoro dalam agenda ini mempertegas watak kegiatan yang objektif, kritis, dan ilmiah. Sinergi ini mempertemukan kalangan akademisi, praktisi pendidikan, dan tokoh masyarakat dalam satu meja diskusi untuk merumuskan masa depan pendidikan Islam yang inklusif di Indonesia.

    Sebagai bentuk legalitas atas visi yang sama, agenda ini juga mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara DPW LDII Jawa Tengah dan FIB Undip. Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi payung hukum bagi berbagai kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, serta pengembangan literasi di masa mendatang.

    Rangkaian acara ini dibuka dengan sambutan dari Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., dan Dekan FIB Undip, Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum. Tak kalah penting, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E., hadir memberikan keynote speech yang menekankan pentingnya peran ormas dalam menopang pilar pendidikan nasional.

    Bedah Mendalam dari Perspektif Multidisiplin

    Buku karya Dr. Ahmad Ali M.D., M.A. ini dibedah oleh panelis yang ahli di bidangnya. Para pakar yang memberikan tanggapan antara lain Dr. K.H. Tafsir, M.Ag., Ibnu Fikri, M.Si., Ph.D., Dr. Rabith Jihan Amaruli, M.Hum., serta Dr. Miftahudin, S.Pd., M.Si. Kehadiran para panelis ini memastikan bahwa isi buku dikaji secara komprehensif, mulai dari sudut pandang sosiologi, sejarah, hingga pedagogi agama.

    Diskusi yang dipandu oleh moderator Dr. A.M. Jumai, S.E., M.M. ini berjalan interaktif. Penekanan diskusi berfokus pada bagaimana konsep "Profesional Religius" dapat menjadi wacana ilmiah yang menawarkan solusi nyata bagi pembentukan manusia Indonesia yang toleran, disiplin, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

    Glossary Berita: Memahami Istilah

    • Profesional Religius: Konsep pendidikan yang menyeimbangkan antara keahlian duniawi (skill/kompetensi) dengan ketaatan spiritual (akhlak/ibadah).
    • Diskursus: Pertukaran ide atau pemikiran melalui diskusi ilmiah yang mendalam.
    • Peta Jalan (Roadmap): Rencana strategis yang detail untuk mencapai tujuan jangka panjang.
    • Inklusi: Pendekatan yang merangkul berbagai latar belakang tanpa membeda-bedakan.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.