BATAM – Menyadari ketatnya persaingan di pasar kerja industri, Pimpinan Cabang (PC) LDII Sei Beduk mengambil langkah proaktif dengan menggelar pelatihan khusus bertajuk "Pengenalan Dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Kiat Menjadi Health, Safety and Environment (HSE) Profesional". Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurhuda, Batam, Kepulauan Riau pada Minggu (21/6/2026) ini, berhasil menyedot antusiasme sekitar 200 pemuda LDII dari berbagai wilayah di Kota Batam.
Komitmen Menyiapkan Generasi Profesional
Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah misi strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten secara teknis dan berwawasan luas. Sebagai kawasan yang dikelilingi oleh raksasa industri, Batam menuntut standar keselamatan yang tinggi bagi setiap pekerja yang ingin bergabung di dalamnya.
“Pembekalan ini sebagai komitmen kami menyiapkan generasi muda akan pengetahuan, keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Khususnya di sektor industri,” ujar Ketua DPW LDII Kepri Rulifa Syahroel.
Menurut Rulifa, LDII Kepulauan Riau secara konsisten telah mengagendakan pelatihan keterampilan kerja bagi para pemuda. Agenda ini tidak dijalankan sendiri, melainkan melalui sinergi yang erat dengan berbagai otoritas terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Konteks Industri Batam yang Strategis
Pemilihan topik K3 dan HSE dianggap sangat relevan mengingat karakteristik Batam sebagai poros industri nasional. Di wilayah ini, berbagai sektor unggulan tumbuh pesat, mulai dari manufaktur elektronik, konstruksi galangan kapal, hingga eksplorasi minyak dan gas bumi. Dinamika ini menjadikan sertifikasi dan pemahaman keselamatan kerja sebagai harga mati.
Arief Nurdin, seorang praktisi profesional K3 sekaligus CEO International Maritime Training Center (IMTC) yang hadir sebagai pemateri, menekankan bahwa penerapan K3 tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia menjelaskan bahwa standar keselamatan kerja berfungsi sebagai perisai utama bagi para buruh maupun profesional di lapangan.
“K3 bertujuan melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penerapannya tidak hanya berorientasi pada keselamatan kerja, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur Arief Nurdin.
Membangun Karir di Bidang HSE
Bagi para pemuda yang baru akan meniti karir, Arief mendorong mereka untuk mulai melengkapi diri dengan pendidikan relevan dan penguasaan regulasi. Salah satu kunci pembuka pintu karir di industri besar adalah kepemilikan sertifikasi resmi, seperti Sertifikasi Ahli K3 Umum yang diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Ia memaparkan bahwa jenjang karir di bidang keselamatan kerja sangat terbuka lebar. Seseorang bisa memulai perjalanannya dari posisi safety admin atau junior HSE officer. Selain itu, program magang di perusahaan konstruksi atau manufaktur bisa menjadi ladang mencari pengalaman lapangan yang berharga.
“Profesi HSE memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan keselamatan tenaga kerja, kepatuhan perusahaan terhadap regulasi, serta perlindungan lingkungan di tempat kerja. Dengan kompetensi dan pengalaman yang tepat, peluang pengembangan kariernya sangat menjanjikan,” pungkas Arief Nurdin.
Glossary Istilah Industri
- K3: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, sistem perlindungan bagi tenaga kerja untuk mencegah kecelakaan.
- HSE: Health, Safety, and Environment, departemen yang bertanggung jawab atas kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.
- Manufaktur: Sektor industri yang mengolah bahan mentah menjadi barang konsumsi atau barang modal.
- Galangan Kapal: Industri konstruksi yang berfokus pada pembuatan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal laut.
- Ahli K3 Umum: Tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar instansi pemerintah yang ditunjuk untuk mengawasi ditaatinya undang-undang keselamatan kerja.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.