Forum Tertinggi Organisasi untuk Menentukan Arah Kebijakan Masa Depan
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sumenep secara resmi menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) X pada Sabtu, 4 Juli 2026. Perhelatan yang berlangsung khidmat di Graha Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep ini merupakan agenda konstitusional organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali guna memastikan estafet kepemimpinan dan keberlanjutan program dakwah di wilayah tersebut.
Ketua DPD LDII Kabupaten Sumenep, Musaheri, menegaskan bahwa Musda X bukan sekadar seremoni rutin, melainkan sebuah forum tertinggi yang memegang mandat strategis dalam merumuskan arah kebijakan organisasi untuk periode lima tahun mendatang. Menurutnya, dinamika sosial yang cepat menuntut organisasi untuk terus melakukan evaluasi dan penyesuaian struktural agar tetap relevan dalam melayani umat dan masyarakat.
"Musda ini merupakan amanat organisasi yang digelar minimal lima tahun sekali. Forum ini menjadi tonggak kemajuan organisasi karena menentukan kepengurusan dan arah program ke depan," ujar Musaheri di sela-sela kegiatan tersebut.
Mekanisme Pemilihan dan Penyusunan Program Strategis
Agenda utama dalam Musda X ini mencakup beberapa poin krusial, di antaranya adalah pemilihan jajaran pengurus baru yang meliputi posisi Ketua serta Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Sumenep. Selain itu, forum ini juga menjadi ajang penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari kepengurusan periode sebelumnya sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas internal organisasi.
Penyusunan program kerja juga menjadi sorotan utama. LDII berkomitmen untuk terus menyelaraskan visi dakwahnya dengan program pembangunan daerah, baik dalam aspek penguatan moral, ekonomi syariah, maupun kontribusi sosial kemasyarakatan. Seluruh keputusan strategis yang dihasilkan dalam Musda ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan karakter bangsa di tingkat lokal.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus harian, perwakilan Pimpinan Cabang (PC), serta Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sumenep. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah dan mitra lintas organisasi juga menunjukkan kuatnya sinergitas LDII dalam membangun komunikasi yang inklusif di Kabupaten Sumenep.
Harapan untuk Inovasi Kepengurusan Baru
Musaheri menitipkan harapan besar bagi figur-figur yang nantinya mengemban amanah di periode baru. Ia menekankan pentingnya menjaga ritme program yang sudah berjalan dengan baik, sembari tetap membuka ruang bagi inovasi-inovasi segar untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Pengurus baru harus mampu melanjutkan program yang sudah baik sekaligus menghadirkan inovasi agar keberadaan organisasi semakin memberi manfaat bagi masyarakat," pungkas Musaheri dengan penuh optimisme.
Dengan berakhirnya Musda X ini, LDII Sumenep diharapkan dapat segera tancap gas dalam mengimplementasikan hasil-hasil keputusan musyawarah, memperkuat peran dakwah yang santun, serta terus berkontribusi dalam menciptakan suasana kondusif dan harmonis di tengah masyarakat Sumenep.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.