PERSINAS ASAD Pukau Peserta CAI ke-47 Sarolangun, Fokus Bentuk Karakter Pemuda Profesional Religius

PERSINAS ASAD Pukau Peserta CAI ke-47 Sarolangun, Fokus Bentuk Karakter Pemuda Profesional Religius
foto: ilustrasi

SAROLANGUN, JAMBI – Ratusan pemuda dan pemudi dari berbagai penjuru Kabupaten Sarolangun memadati halaman kantor sekretariat DPD LDII Kabupaten Sarolangun pada Senin, 27 Juli 2026. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti pembukaan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47, sebuah ajang pembinaan karakter tahunan yang kali ini tampil lebih energetik berkat atraksi bela diri memukau dari PERSINAS ASAD. Lewat sinergi olahraga dan nilai keagamaan, acara ini memproyeksikan lahirnya generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, namun juga memiliki integritas moral yang berlandaskan Pancasila dalam bingkai NKRI.

Sinergi Program Sarolangun MAJU dan Karakter Pemuda

Penyelenggaraan CAI ke-47 di tingkat daerah ini membawa misi besar untuk mencetak profil pemuda yang profesional dan religius. Langkah ini dipandang sangat relevan dengan visi pembangunan daerah yang sedang digalakkan oleh pemerintah setempat. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sarolangun, Hudri, S.Pd.I., M.Pd.I., yang hadir membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi tinggi terhadap pola pembinaan yang dilakukan oleh LDII.

“Tema yang diangkat dalam kegiatan ini selaras dengan program dari Kabupaten saat ini, yaitu ‘Sarolangun Maju’ (Muda, Agamis, Jujur, Unggul),” ujar Hudri, S.Pd.I., M.Pd.I. saat memberikan sambutan di hadapan para peserta.

Beliau menekankan bahwa transformasi pemuda menjadi pribadi yang unggul dan berakhlak mulia memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan. Semangat "Sarolangun MAJU" diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, melainkan terinternalisasi dalam diri setiap peserta CAI melalui berbagai materi pelatihan yang diberikan selama perkemahan berlangsung.

Atraksi PERSINAS ASAD: Lebih dari Sekadar Bela Diri

Momen yang paling dinantikan dalam prosesi pembukaan adalah unjuk kebolehan dari para pesilat PERSINAS ASAD Kabupaten Sarolangun. Dengan gerakan yang presisi, dinamis, dan sarat akan nilai seni, atraksi ini berhasil membius perhatian seluruh tamu undangan dan peserta. Pencak silat dalam konteks CAI bukan hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan instrumen edukasi untuk menanamkan kedisiplinan, keberanian, serta sportivitas yang tinggi.

Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Sarolangun, Naim Yusuf, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menggelar kegiatan semacam ini. Menurutnya, pencak silat adalah media efektif untuk membangun kepercayaan diri generasi muda di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

“Kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan dan dikemas lebih menarik lagi,” tutur Naim Yusuf dengan penuh optimisme.

Baginya, nilai-nilai luhur dalam pencak silat seperti kejujuran dan tanggung jawab merupakan fondasi utama bagi pemuda untuk menjadi pemimpin di masa depan. Persaudaraan yang erat di antara para pesilat juga menjadi cerminan dari semangat persatuan yang ingin ditularkan kepada seluruh peserta CAI.

Konteks Nasional: Bagian dari Permata CAI

Pelaksanaan CAI ke-47 di Sarolangun ini merupakan bagian dari rangkaian besar Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia yang berskala nasional. Sebelumnya, kegiatan induk telah dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, Jombang, pada akhir Juni lalu. Hal ini menunjukkan adanya garis koordinasi yang kuat dalam upaya mencetak generasi emas Indonesia.

Acara pembukaan diakhiri dengan suasana khidmat melalui doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sarolangun. Dengan dimulainya CAI ke-47 ini, diharapkan para peserta dapat menyerap seluruh materi pembinaan untuk diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, guna memperkokoh eksistensi bangsa yang religius dan profesional.

Glossary: Mengenal Istilah dalam Artikel

  • PERSINAS ASAD: Perguruan Silat Nasional ASAD, organisasi bela diri yang fokus pada pelestarian pencak silat sekaligus pembinaan karakter budi pekerti luhur.
  • CAI (Cinta Alam Indonesia): Program perkemahan tahunan yang diselenggarakan untuk membina kemandirian, kerukunan, dan kecintaan generasi muda terhadap lingkungan dan tanah air.
  • Sarolangun MAJU: Program unggulan Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang merupakan akronim dari Muda, Agamis, Jujur, dan Unggul.
  • Permata: Singkatan dari Perkemahan Akhir Tahun Ajaran, momentum edukasi luar ruangan bagi pelajar dan pemuda.
  • LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan berbasis Islam yang menjadi penyelenggara utama kegiatan CAI.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.