SIDOARJO – Pelaksana Tugas (Plt) Camat Krian, Kusdianto, S.H., M.H., secara resmi menutup perhelatan Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) ke-47 tingkat Kecamatan Krian pada Selasa malam (7/7/2026). Seremoni penutupan yang berlangsung khidmat di Masjid Baitul Jannah, Sirapan, Desa Kraton, Kabupaten Sidoarjo ini, menandai berakhirnya rangkaian pembinaan karakter intensif bagi ratusan pemuda dan pelajar di wilayah tersebut selama masa liburan sekolah.
Kehadiran Kusdianto didampingi langsung oleh Ketua PC LDII Kecamatan Krian, Tri Wahyu Utomo, beserta jajaran Dewan Penasehat organisasi. Turut hadir mengamankan jalannya acara, personel Senkom Mitra Polri Kecamatan Krian yang memastikan aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif hingga akhir kegiatan. Sinergi lintas sektoral ini menunjukkan betapa seriusnya pembinaan generasi muda dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
Fokus pada Disiplin dan Kemandirian
Sebagai agenda tahunan yang telah mencapai dekade ke-4, PERMATA CAI dirancang sebagai antithesis dari kegiatan libur sekolah yang pasif. Tahun ini, para peserta diajak untuk keluar dari zona nyaman, berinteraksi dengan alam, dan menyelami nilai-nilai kebangsaan serta religiusitas. Plt Camat Krian dalam orasinya memberikan apresiasi tinggi terhadap LDII yang konsisten menyediakan ruang bagi remaja untuk mengasah ketahanan mental.
“Kegiatan seperti PERMATA CAI menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk belajar disiplin, mandiri, bekerja sama, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” ujar Kusdianto, S.H., M.H., di hadapan para peserta yang tampak antusias meskipun rangkaian acara telah berlangsung cukup lama.
Menurut Kusdianto, momentum libur sekolah seringkali menjadi waktu yang rawan jika tidak diisi dengan kegiatan terstruktur. Melalui skema perkemahan di alam terbuka, para pelajar dipaksa untuk mengelola waktu secara efektif, membagi tugas kelompok, dan menumbuhkan empati sosial yang sulit didapatkan dalam pendidikan formal di dalam kelas.
Menerapkan Nilai dalam Kehidupan Bermasyarakat
Bukan sekadar formalitas, harapan besar diletakkan pada pundak setiap peserta setelah mereka kembali ke lingkungan masing-masing. Penutupan acara ini bukan merupakan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari implementasi karakter yang telah ditempa selama perkemahan. Karakter-karakter unggul seperti tanggung jawab dan kepemimpinan diharapkan mampu menjadi pembeda di tengah masyarakat.
“Harapan kami, nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti perkemahan ini benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas,” tambah Kusdianto menutup pernyataannya. Pesan ini selaras dengan misi besar dalam menyiapkan generasi emas Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga tangguh secara moral.
Acara PERMATA CAI 2026 Krian ini juga menjadi kelanjutan dari semangat nasional setelah sebelumnya dibuka secara resmi oleh pimpinan nasional. Di tingkat lokal, keberhasilan penyelenggaraan ke-47 ini membuktikan bahwa semangat pengabdian dan cinta alam Indonesia masih tertanam kuat di hati masyarakat Sidoarjo, khususnya di Kecamatan Krian.
📖 Glossary: Mengenal Istilah Berita
- PERMATA CAI: Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia, ajang pembinaan karakter rutin yang diinisiasi oleh LDII.
- Kamtibmas: Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, merujuk pada situasi kondusif di suatu wilayah.
- Senkom Mitra Polri: Organisasi kemasyarakatan yang bertugas membantu Polri dalam urusan informasi dan pengamanan lingkungan.
- LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan berbasis Islam yang aktif dalam pembinaan karakter bangsa.
- Plt Camat: Pelaksana Tugas Camat, pejabat yang ditunjuk sementara untuk menjalankan tugas kepala kecamatan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.