GOMBONG, KEBUMEN – Menghadapi dinamika zaman yang kian kompleks, Pimpinan Cabang (PC) LDII Gombong mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) 2026. Bertempat di Komplek Masjid Al-Ikhsan, Desa Wero, Kecamatan Gombong, agenda tahunan ini resmi digelar selama tiga hari, mulai Senin (20/7/2026) hingga Rabu (22/7/2026), dengan fokus utama pada penguatan karakter serta kapasitas kepemimpinan bagi puluhan pemuda utusan berbagai wilayah di Kebumen.
Kegiatan ini menjadi magnet bagi elemen pemuda dari berbagai lintas kecamatan. Tercatat, puluhan delegasi dari PC dan PAC LDII wilayah Gombong, Karanganyar, Sempor, Adimulyo, Rowokele, Puring, Kuwarasan, hingga Karanggayam memadati lokasi acara. Partisipasi luas ini menunjukkan urgensi pembinaan generasi penerus yang terintegrasi di tingkat daerah untuk membangun kolektivitas yang solid.
Fondasi Karakter: 29 Nilai Luhur sebagai Kompas Moral
Selama perhelatan berlangsung, para peserta tidak sekadar berkemah, namun mendapatkan asupan spiritual dan manajerial yang intensif. Kurikulum pembinaan dirancang secara interaktif, memadukan doktrin keagamaan yang moderat dengan pelatihan kepemimpinan praktis. Hal ini dimaksudkan agar output dari kegiatan ini adalah individu yang religius namun tetap profesional dan mandiri.
Dewan Penasihat (Wanhat) DPD LDII Kabupaten Kebumen, Drs. Sudiyono, dalam sesi pembukaan memberikan penekanan khusus pada internalisasi nilai. Beliau menyebut bahwa 29 Karakter Luhur LDII harus menjadi DNA setiap pemuda dalam berperilaku di tengah masyarakat.
“Penerapan 29 karakter luhur LDII tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan pribadi, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta generasi yang mampu menjadi teladan dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa,” ujar Sudiyono di hadapan para peserta.
Guna memperdalam pemahaman tersebut, rangkaian materi disampaikan secara estafet oleh sejumlah tokoh kompeten seperti Ustaz Fahrudin, Ustaz Nandang, dan Ustaz Chafid. Ketiganya mengupas tuntas strategi peningkatan kapasitas diri serta cara bijak merespons arus globalisasi yang seringkali menggerus nilai-nilai moral tradisional.
Metode Analitis: Melatih Ketajaman Berpikir melalui FGD
Salah satu terobosan dalam Permata CAI 2026 kali ini adalah penggunaan metode Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada hari pamungkas. Peserta ditantang untuk keluar dari zona nyaman dengan melakukan bedah masalah terhadap kendala pembinaan pemuda di akar rumput. Menggunakan analisis manajerial yang sistematis, setiap kelompok kerja wajib merumuskan solusi realistis yang dapat diimplementasikan di wilayah masing-masing.
Presentasi hasil diskusi dipantau langsung oleh panel juri yang terdiri dari Ketua DPD LDII Kabupaten Kebumen H. Gunardi, jajaran Dewan Penasihat, serta para pembina dari berbagai PC. Simulasi ini melahirkan perdebatan konstruktif yang menunjukkan kematangan cara berpikir para peserta.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kebumen, H. Gunardi, menjelaskan bahwa simulasi FGD sengaja dirancang untuk mengasah kepekaan sosial dan logika pemecahan masalah (problem solving).
“Melalui metode analitis seperti ini, kami berharap peserta tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang profesional, religius, mandiri, serta memiliki karakter luhur dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Gunardi menjelaskan visi besar di balik kegiatan tersebut.
Membangun Estafet Kepemimpinan Masa Depan
Antusiasme terlihat jelas saat enam kelompok kerja memaparkan gagasan mereka. Para fasilitator memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian peserta dalam berargumentasi serta ketajaman mereka dalam memetakan persoalan remaja saat ini. Melalui pendekatan ini, LDII Kebumen berupaya memastikan bahwa regenerasi kepemimpinan organisasi dan bangsa tetap berada di jalur yang benar.
Dengan berakhirnya Permata CAI 2026, para peserta diharapkan membawa pulang bekal akhlakul karimah dan semangat pengabdian. Transformasi dari pemuda biasa menjadi penggerak masyarakat yang solutif adalah target jangka panjang yang ingin dicapai. LDII terus berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban bangsa yang bermartabat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.