MAROS – Guna memperkokoh jembatan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Maros menggelar audiensi strategis dengan Bupati Maros, A.S. Chaidir Syam. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Maros, Sulawesi Selatan, pada Senin (29/6/2026) ini difokuskan pada upaya integrasi program pembangunan karakter dan kesejahteraan masyarakat yang selaras dengan visi pemerintah daerah.
Dalam pertemuan formal tersebut, delegasi LDII Maros dipimpin langsung oleh Ketua DPD LDII Maros, Ibnu Rusyd, dengan pendampingan dari Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro. Hadir pula jajaran pengurus inti seperti Sekretaris Agus Pujiono, Ketua PC LDII Kecamatan Bontoa Lukman, serta jajaran Dewan Penasehat yang terdiri dari H. Ahmad Dahlan, Agus, dan Serma (Purn.) H. Syamsuddin.
Filosofi 3K: Pilar Kontribusi LDII untuk Maros
Langkah LDII dalam mendukung gerak pembangunan di Maros tidaklah tanpa dasar. Ibnu Rusyd menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen penuh menjadi mitra strategis pemerintah melalui implementasi konsep 3K, yaitu Karya, Komunikasi, dan Kontribusi. LDII ingin memastikan setiap langkah organisasi memiliki dampak nyata bagi masyarakat luas.
“Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat pembangunan karakter sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Maros,” ujar Ibnu Rusyd saat memaparkan arah kebijakan organisasi di depan Bupati.
Lebih lanjut, Ibnu menguraikan portofolio kegiatan yang telah dilaksanakan secara konsisten. Program-program tersebut mencakup pelayanan cek kesehatan gratis bagi warga, aksi sosial bertajuk "Kerja Bersama Bakti untuk Negeri", hingga pembinaan spiritual rutin yang digelar dua kali sepekan di tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Mencetak Generasi Profesional Religius
Di hadapan Bupati, LDII menekankan pentingnya pembentukan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi pembangunan daerah. Fokus utama pembinaan diarahkan pada generasi muda agar memiliki tiga pilar karakter utama: akhlakul karimah (berbudi pekerti luhur), alim-fakih (berilmu dan paham agama), serta mandiri.
“Seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membentuk sumber daya manusia yang unggul melalui pembinaan karakter dan spiritual,” imbuh Ibnu Rusyd.
Sebagai bentuk undangan terbuka dan penguatan silaturahmi, pengurus LDII juga secara resmi mengundang Bupati Chaidir Syam untuk hadir dalam agenda Pengajian Umum LDII yang dijadwalkan pada 19 Juli 2026 mendatang. Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang dialog interaktif antara pimpinan daerah dan warga.
Respons Positif Pemerintah Kabupaten Maros
Bupati Maros, A.S. Chaidir Syam, menyambut hangat paparan program tersebut. Ia menilai peran organisasi keagamaan seperti LDII sangat krusial dalam menjaga stabilitas moral dan sosial di tengah dinamika pembangunan yang kian kompleks. Didampingi Kepala Bagian Pemerintahan Setda Maros, H. Andi Darmawan, Bupati memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi nyata LDII.
“Pemerintah Kabupaten Maros menyambut baik kontribusi organisasi kemasyarakatan seperti LDII. Kolaborasi yang selama ini terjalin perlu terus diperkuat agar mampu mendukung terwujudnya masyarakat Maros yang religius, harmonis, dan memiliki daya saing,” ungkap Chaidir Syam.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan simbolis sejumlah publikasi resmi organisasi kepada Bupati Maros. Di antaranya adalah Buku Pedoman Ibadah Warga LDII dan Majalah Nuansa edisi terbaru. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari transparansi organisasi dan sarana edukasi bagi pemerintah daerah mengenai kiprah LDII secara nasional maupun regional.
Melalui momentum audiensi ini, terbangun harapan besar akan lahirnya program-program kolaboratif yang lebih luas di masa depan, yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual tetapi juga pembangunan sosial-ekonomi yang inklusif di Kabupaten Maros.
Glossary Berita:
- Audiensi: Pertemuan resmi yang dilakukan oleh suatu organisasi dengan pejabat pemerintah atau tokoh penting untuk menyampaikan aspirasi atau program.
- Konsep 3K: Tagline kontribusi LDII yang mencakup Karya (hasil nyata), Komunikasi (dialog intensif), dan Kontribusi (sumbangsih positif).
- Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang mulia dan terpuji sesuai ajaran agama.
- Alim-Fakih: Kemampuan individu yang memiliki kedalaman ilmu pengetahuan sekaligus pemahaman agama yang kuat.
- SDM Unggul: Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi, karakter, dan integritas tinggi untuk bersaing di era modern.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.