Perkuat Sinergi Internal, DPW LDII Kalimantan Barat Gelar Konsolidasi Strategis Jelang Muswil VIII 2026

Perkuat Sinergi Internal, DPW LDII Kalimantan Barat Gelar Konsolidasi Strategis Jelang Muswil VIII 2026
  • PONTIANAK – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat mengambil langkah proaktif dalam memantapkan struktur organisasinya. Menjelang perhelatan akbar Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026, jajaran pengurus wilayah mulai melakukan sosialisasi intensif dan konsolidasi yang menjangkau hingga tingkat akar rumput. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen kepengurusan, mulai dari DPD di tingkat kabupaten/kota, Pengurus Cabang (PC) di tingkat kecamatan, hingga Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kelurahan dan desa.

    Menjaring Aspirasi dari Akar Rumput

    Langkah konsolidasi yang digelar pada Minggu (21/6/2026) ini bukan sekadar pertemuan rutin. DPW LDII Kalbar memanfaatkannya sebagai momentum vital untuk menjaring berbagai usulan program kerja dan aspirasi dari pengurus daerah. Dengan mendengarkan langsung dinamika yang terjadi di lapangan, organisasi berharap dapat menyusun kebijakan yang lebih akurat dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas.

    Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto, menegaskan bahwa Muswil adalah kedaulatan tertinggi bagi organisasi di tingkat provinsi. Menurutnya, keterlibatan aktif setiap anggota menjadi kunci utama dalam menentukan arah masa depan LDII di Bumi Khatulistiwa.

    “Hari ini kami bergerak memperkuat konsolidasi organisasi melalui sosialisasi rencana Muswil. Forum ini merupakan wadah kedaulatan bagi seluruh warga LDII di Kalimantan Barat,” ujar Susanto.

    Responsif Terhadap Persoalan Sosial

    Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, LDII Kalbar menyadari bahwa organisasi tidak boleh eksklusif. Susanto menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk membuka ruang dialog yang lebar. Aspirasi dan masukan mengenai berbagai problem sosial kemasyarakatan yang sedang berkembang di Kalimantan Barat menjadi poin utama yang dicatat oleh tim penyusun program.

    Hasil dari penjaringan usulan ini nantinya akan diolah secara profesional untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun program kontribusi LDII pada periode mendatang. Isu-isu lokal yang mendesak diharapkan dapat ditransformasikan menjadi aksi nyata yang memiliki dampak positif dan relevan bagi publik.

    Membangun Sinergi demi Pembangunan Daerah

    Penyelenggaraan Muswil VIII diproyeksikan menjadi titik balik strategis bagi LDII dalam mempertegas perannya sebagai mitra pemerintah. Susanto menggarisbawahi bahwa penyelesaian tatanan sosial tidak mungkin hanya bertumpu pada pundak pemerintah pusat maupun daerah. Diperlukan kolaborasi lintas sektoral, termasuk dari organisasi kemasyarakatan.

    “LDII harus terus memperkuat kontribusi melalui sinergi dengan berbagai pihak agar dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tegas Susanto kembali.

    Beliau menambahkan bahwa Muswil bukan hanya sekadar agenda seremonial lima tahunan untuk pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, forum ini adalah ruang evaluasi sekaligus perumusan strategi agar organisasi tetap adaptif, profesional, dan responsif terhadap denyut nadi perkembangan zaman.

    Fokus pada Transformasi dan Pengabdian

    Selama ini, LDII Kalimantan Barat telah menjalankan berbagai program berkelanjutan, mulai dari pembinaan karakter generasi muda, penguatan ketahanan keluarga, hingga pelestarian lingkungan hidup dan penguatan wawasan kebangsaan. Dalam forum sosialisasi tersebut, muncul beberapa usulan menarik seperti peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), percepatan transformasi digital organisasi, serta pemberdayaan ekonomi umat berbasis syariah.

    Menutup pernyataannya, Susanto menekankan filosofi pengabdian yang menjadi landasan utama organisasi. Semangat inilah yang ingin ditularkan ke seluruh jenjang pengurus agar Muswil mendatang menghasilkan kebijakan yang visioner.

    “Muswil harus menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen pengabdian serta memperbesar manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Susanto mengakhiri pembicaraan.

    Glossary Istilah Organisasi:

    • Muswil (Musyawarah Wilayah): Forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi LDII di tingkat Provinsi.
    • DPW (Dewan Pimpinan Wilayah): Struktur kepengurusan LDII di tingkat Provinsi.
    • DPD (Dewan Pimpinan Daerah): Struktur kepengurusan LDII di tingkat Kabupaten/Kota.
    • PC (Pengurus Cabang): Struktur kepengurusan LDII di tingkat Kecamatan.
    • PAC (Pengurus Anak Cabang): Struktur kepengurusan LDII di tingkat Kelurahan/Desa.
    • Konsolidasi: Tindakan memperkuat atau menyatukan elemen-elemen organisasi agar lebih solid dan efektif.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.