Perkuat Narasi Publikasi, LDII Jakarta Bekali Generasi Muda Kemampuan Jurnalistik Digital

Perkuat Narasi Publikasi, LDII Jakarta Bekali Generasi Muda Kemampuan Jurnalistik Digital
foto: ilustrasi
  • Di tengah pesatnya penetrasi ekosistem digital, DPW LDII DKI Jakarta mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik intensif bertajuk “Master Course”. Acara yang berlangsung di Aula DPP LDII, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026) ini dihadiri oleh puluhan perwakilan generasi muda dari berbagai wilayah administratif se-DKI Jakarta yang antusias mendalami dunia komunikasi massa.

    Mencetak Kader Kreatif di Era Disrupsi

    Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah upaya sistematis organisasi dalam membekali kader muda dengan keterampilan praktis. Ario, Anggota Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPW LDII DKI Jakarta, menekankan bahwa di era banjir informasi, kemampuan menulis rilis berita yang akurat dan menarik adalah aset yang tak ternilai harganya.

    “Kemampuan menulis rilis berita ini sangat penting agar setiap kegiatan dapat terdokumentasi dan tersampaikan dengan baik kepada pembaca,” ujar Ario saat memberikan arahan kepada para peserta.

    Ario menjelaskan lebih jauh bahwa berbagai kegiatan rutin seperti pengajian, aksi gotong royong, hingga silaturahim dengan tokoh-tokoh masyarakat memiliki nilai berita tinggi jika dikemas dengan kaidah jurnalistik yang benar. Hal ini sejalan dengan strategi utama LDII yang berfokus pada tiga pilar utama: Karya, Kontribusi, dan Komunikasi.

    Tantangan AI dan Keaslian Proses Kreatif

    Meskipun teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini marak digunakan, para praktisi media di LDII mengingatkan agar hal tersebut tidak melumpuhkan kreativitas asli manusia. Kemampuan berpikir kritis dan rasa memiliki terhadap sebuah isu tetap menjadi pondasi utama dalam menciptakan berita yang menyentuh nurani publik.

    “Dalam jurnalistik kekinian, jangan selalu mengandalkan Gemini AI atau ChatGPT. Proses kreatif dan konseptual harus tetap asli agar wawasan dalam menulis berita bisa terukur dengan baik,” tegas Ario di hadapan peserta.

    Peserta pelatihan juga diajak untuk memahami bahwa konten visual seperti fotografi dan videografi harus memiliki kedalaman narasi yang sama kuatnya dengan teks. Dengan demikian, publikasi organisasi tidak hanya sekadar formalitas administratif, tetapi menjadi instrumen komunikasi yang efektif antara LDII dengan masyarakat luas.

    Kurikulum Menyeluruh dan Etika Bermedia

    Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Master Course, Fadhly Nurman, memaparkan bahwa kurikulum yang diberikan kepada peserta telah disesuaikan dengan kebutuhan industri media digital saat ini. Materi pelatihan mencakup dasar-dasar penulisan berita, teknik desain konten kreatif, hingga manajemen produksi konten yang profesional.

    “Peserta kami bekali dengan dasar-dasar penulisan berita yang sesuai kaidah jurnalistik, desain konten, serta tata cara memproduksi konten yang baik dan benar,” jelas Fadhly secara mendalam.

    Selain fokus pada keterampilan teknis, aspek moralitas dan etika bermedia sosial juga menjadi penekanan utama. Di tengah maraknya hoaks dan konten yang bersifat memecah belah, generasi muda LDII diarahkan untuk menjadi penjaga gawang informasi yang kredibel dan menyejukkan.

    “Jangan asal membuat atau menyebarkan konten tanpa memikirkan manfaat dan mudaratnya,” pungkas Fadhly mengakhiri keterangannya.

    Glossary Informasi

    • Master Course: Program pelatihan intensif yang dirancang untuk meningkatkan keahlian spesifik dalam bidang jurnalistik dan publikasi.
    • Biro KIM: Biro Komunikasi, Informasi, dan Media; divisi yang bertanggung jawab atas pengelolaan arus informasi dan hubungan media dalam organisasi LDII.
    • Kaidah Jurnalistik: Aturan baku dalam penulisan berita, termasuk unsur 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, How) dan prinsip objektivitas.
    • Karya, Kontribusi, Komunikasi: Tiga pilar strategis LDII untuk menunjukkan peran aktif organisasi di tengah masyarakat.
    • Proses Konseptual: Tahapan dalam menyusun ide atau kerangka berpikir sebelum dituangkan ke dalam bentuk karya tulisan atau konten.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.