JAKARTA – Sebagai langkah nyata dalam memperkokoh kohesi sosial dan menangkal paham radikalisme, Ketua DPP LDII Dwi Pramono melakukan kunjungan silaturahim strategis dengan Muhammad Suaib Tahir, Staf Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bidang Pencegahan. Pertemuan yang berlangsung khidmat di kompleks Universitas PTIQ Jakarta pada Rabu (15/7) tersebut, menjadi panggung krusial bagi kedua belah pihak untuk menyatukan visi dalam menjaga kedaulatan ideologi bangsa melalui moderasi beragama.
Sinergi Antarlembaga dalam Pencegahan Radikalisme
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formalitas. Di balik meja diskusi, tersirat agenda besar untuk mempererat ukhuwah antarlembaga Islam di Indonesia. Muhammad Suaib Tahir, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Darud Dakwah wal Irsyad (PB DDI) sekaligus akademisi di Universitas PTIQ, menyambut hangat inisiatif LDII. Fokus utama dialog mereka berpusat pada bagaimana organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam mampu bertransformasi menjadi benteng pertahanan pertama melawan infiltrasi kelompok radikal.
Suaib Tahir selama ini dikenal vokal dalam merumuskan kontra-narasi untuk mematahkan propaganda kelompok ekstrem. Dalam pandangannya, Ormas memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi yang jernih kepada umat agar tidak terjebak dalam arus pemikiran yang memecah belah.
Pesan Strategis: Inklusivitas Adalah Kunci
Dalam dialog tersebut, Suaib Tahir memberikan catatan penting bagi perjalanan LDII ke depan. Ia menekankan bahwa di tengah kemajemukan Indonesia, keterbukaan atau inklusivitas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi setiap lembaga dakwah. LDII didorong untuk terus membuka diri dan menjalin relasi yang lebih luas dengan seluruh spektrum masyarakat.
“LDII perlu terus memperkuat sikap inklusif dan memperluas silaturahim dengan berbagai kalangan. Selain itu, berbagai kontribusi LDII dalam pembangunan bangsa dan kehidupan bernegara perlu terus diinformasikan kepada masyarakat agar semakin dikenal secara luas,” ujar Suaib Tahir.
Beliau menambahkan bahwa transparansi mengenai kerja-kerja nyata organisasi akan sangat membantu publik dalam memahami posisi LDII sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan karakter bangsa.
Komitmen LDII: Membangun Jembatan Ukhuwah
Menanggapi poin-poin yang disampaikan oleh Staf Ahli BNPT tersebut, Ketua DPP LDII Dwi Pramono menyatakan kesiapan dan apresiasinya. Menurut Dwi, masukan tersebut selaras dengan peta jalan organisasi yang saat ini memang fokus pada penguatan komunikasi dan kolaborasi lintas sektoral, baik dengan lembaga pemerintah maupun tokoh-tokoh lintas agama.
“Kami berterima kasih atas nasihat dan masukan dari Bapak Muhammad Suaib Tahir. Bagi LDII, silaturahim merupakan bagian dari ikhtiar membangun ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Karena itu, kami akan terus membuka ruang dialog dan bekerja sama dengan berbagai pihak demi kemaslahatan bangsa,” tegas Dwi Pramono.
Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa LDII telah lama menjalankan berbagai program pengabdian yang mencakup delapan klaster kontribusi, mulai dari pendidikan karakter, ketahanan pangan, energi terbarukan, hingga pelestarian lingkungan hidup. Namun, ia mengakui bahwa narasi mengenai kontribusi nyata ini perlu terus digaungkan agar tidak terjadi misinformasi di akar rumput.
Kontribusi Nyata sebagai Solusi Persoalan Bangsa
Dwi Pramono menegaskan bahwa niat LDII dalam mempublikasikan setiap capaian programnya bukanlah untuk menunjukkan eksklusivitas atau sekadar mencari apresiasi publik. Sebaliknya, hal ini merupakan bagian dari akuntabilitas organisasi terhadap NKRI.
“Kami menyadari pentingnya menyampaikan berbagai karya dan kontribusi LDII kepada masyarakat. Bukan untuk mencari pengakuan, tetapi agar terbangun pemahaman yang utuh bahwa LDII berkomitmen menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan bangsa serta terus berkontribusi dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambah Dwi Pramono dengan lugas.
Kunjungan ini diakhiri dengan harapan kuat akan lahirnya sinergi yang lebih taktis antara LDII, BNPT, dan elemen bangsa lainnya. Dengan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, Indonesia diharapkan tetap kokoh berdiri di atas fondasi kebinekaan, jauh dari ancaman paham-paham yang mencederai nilai kemanusiaan.
Glossary: Memahami Istilah Berita
- BNPT: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas merumuskan kebijakan dan koordinasi dalam penanganan terorisme.
- Inklusivitas: Sikap atau komitmen untuk melibatkan dan merangkul berbagai kelompok masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang.
- Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan sesama pemeluk agama Islam.
- Ukhuwah Wathaniyah: Persaudaraan yang didasarkan pada kesamaan tanah air atau kebangsaan.
- Ukhuwah Insaniyah: Persaudaraan antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras, maupun agama.
- Moderasi Beragama: Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.