Perkuat Karakter Tri Sukses, LDII Sanggau Gelar Ajang Generasi Anak Sholeh 2026

Perkuat Karakter Tri Sukses, LDII Sanggau Gelar Ajang Generasi Anak Sholeh 2026
foto: ilustrasi

SANGGAU – Menyadari pentingnya pendidikan karakter sejak dini di tengah gempuran arus digital, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sanggau kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui perhelatan Generasi Anak-anak Sholeh (GAS) 2026 yang berlangsung meriah di halaman Masjid Darul Akhirah, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Sanggau, pada Minggu (28/6/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan sebuah strategi sistematis untuk mempersiapkan para generus (generasi penerus) LDII agar memiliki mentalitas yang kokoh. Fokus utama dalam pembinaan ini adalah pencapaian target Tri Sukses, yakni melahirkan individu yang alim-faqih, memiliki akhlakul karimah, serta memiliki kemandirian yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Menyongsong Bonus Demografi dengan Karakter Luhur

Ketua DPD LDII Sanggau, Suyanto, menekankan bahwa LDII terus berupaya secara konsisten dalam mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral. Ia menyoroti bahwa Bonus Demografi yang akan dinikmati Indonesia harus disambut dengan kesiapan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.

"Tri Sukses adalah komitmen LDII menyiapkan generasi emas kedepan yakni dengan menjadi generasi berakhlakul karimah, alim faqih dan mandiri. Kegiatan ini arahnya untuk mencapai itu," ujar Suyanto.

Lebih jauh, Suyanto menjelaskan bahwa penanaman 29 karakter luhur yang menjadi pedoman LDII merupakan kunci bagi bangsa ini untuk tumbuh lebih maju dan berdaulat. Menurutnya, tanpa karakter yang kuat, potensi besar dari usia produktif penduduk bisa terbuang sia-sia atau justru tergerus oleh perubahan sosial yang negatif.

"Bonus Demografi yang akan dimiliki bangsa ini mesti diimbangi dengan penanaman karakter sejak dini. Karena nilai-nilai 29 karakter luhur menjadi kunci masa depan bangsa," jelas Suyanto.

Investasi Jangka Panjang Melalui Pembinaan Usia Dini

Pembinaan karakter dianggap LDII sebagai investasi jangka panjang. Anak-anak yang dibentuk sejak dini diharapkan mampu menjadi pribadi yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Di tengah derasnya infiltrasi budaya asing lewat perangkat digital, penguatan nilai-nilai luhur menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi.

"Karakter yang baik harus dibangun sejak usia dini. Melalui GAS, kami ingin menanamkan nilai-nilai luhur agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," tambah Suyanto.

Implementasi dari 29 karakter luhur tersebut mencakup spektrum luas mulai dari kejujuran, amanah, kerja keras, hingga kemampuan untuk hidup rukun dan kompak. Melalui kerja sama yang baik dan sikap hemat, anak-anak diajarkan untuk memiliki empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Antusiasme Peserta dan Ragam Perlombaan

Sementara itu, Ketua Panitia GAS 2026, Yusuf Abdullah, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Kelompok Belajar Mengaji (KBM) yang berada di bawah naungan PC maupun PAC LDII di seluruh Kabupaten Sanggau. Antusiasme peserta terlihat jelas dari semangat mereka mengikuti berbagai cabang lomba yang disediakan.

Adapun jenis perlombaan yang digelar meliputi:

  • Mewarnai (untuk tingkat usia dini)
  • Tahfidz Al-Qur'an
  • Lomba Adzan
  • Membaca Pegon (huruf Arab-Jawa)
  • Cerdas Cermat Agama

Yusuf berharap ajang ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan dan masuk ke dalam agenda rutin organisasi. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut perhatian yang lebih serius terhadap pembinaan generasi muda yang dikemas dalam suasana ceria namun tetap sarat makna.

"Semoga GAS ini menjadi agenda rutin tahunan LDII Sanggau. Selain manfaatnya yang besar, tantangan zaman kedepan juga kompleks sehingga mesti menjadi perhatian," pungkas Yusuf Abdullah.

Glossary Berita:

  • Tri Sukses: Tiga target utama pembinaan generasi muda LDII yang meliputi alim-faqih (paham agama), berakhlakul karimah (berbudi pekerti luhur), dan mandiri.
  • Bonus Demografi: Fenomena di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif.
  • Pegon: Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa, Sunda, atau Indonesia, biasanya digunakan di lingkungan pesantren.
  • Generus: Singkatan dari Generasi Penerus.
  • PC/PAC: Pengurus Cabang (tingkat kecamatan) dan Pengurus Anak Cabang (tingkat desa/kelurahan) dalam struktur organisasi LDII.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.