Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, pada Kamis (23/7/2026). Pertemuan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah langkah strategis untuk mempererat sinergi antara institusi kepolisian dan lembaga pendidikan Islam dalam menjaga pilar-pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penanaman Karakter Cinta Tanah Air Sejak Dini
Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, Habib Ubaidillah Al Hasany memberikan penekanan khusus pada urgensi internalisasi nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Menurutnya, pondasi utama persatuan nasional adalah kecintaan yang tulus terhadap tanah air, yang harus dipupuk melalui karakter yang kuat dan disiplin. Nilai ini selaras dengan doktrin yang dipegang teguh oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengayomi masyarakat.
"Rasa cinta tanah air harus ditanamkan sejak dini pada setiap individu. Tidak hanya mengobarkan slogan 'NKRI Harga Mati', tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari," tegas Habib Ubaidillah.
Pengasuh pesantren ini juga berbagi perspektif mendalam berdasarkan pengalaman pribadinya saat melanglang buana ke berbagai belahan dunia. Setelah menyaksikan dinamika kehidupan di berbagai negara, termasuk di kawasan Timur Tengah, ia sampai pada kesimpulan bahwa Indonesia adalah rumah yang paling aman dan damai.
"Saya kerap menjelajahi luar negeri, seperti Timur Tengah dan negara lainnya. Setelah saya rasakan, Indonesia adalah tempat tinggal yang paling nyaman. Kita harus bersyukur hidup di negara yang tenang, tenteram, dan tidak dilanda konflik peperangan. Itu adalah sebuah anugerah," imbuh Habib Ubaidillah dengan nada syukur.
Komitmen Polri Hadir di Tengah Masyarakat
Merespons pernyataan Habib, AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa Polres Nganjuk berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas wilayah melalui pendekatan humanis. Ia menjelaskan bahwa jajarannya secara rutin melakukan pemantauan langsung di lapangan guna menyerap aspirasi dan mendeteksi potensi masalah sebelum berkembang menjadi konflik sosial.
"Kami rutin turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat. Tujuannya agar kami mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi, menemukan akar masalahnya, lalu mencari solusi bersama," papar AKBP Suria Miftah Irawan.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga Kabupaten Nganjuk agar tetap berada dalam suasana yang kondusif, rukun, dan harmonis. Kehadiran polisi di tengah warga menjadi jembatan komunikasi yang efektif untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.
Kolaborasi Lintas Sektoral di Pesantren
Pesantren Al Ubaidah Kertosono sendiri menunjukkan keterbukaan yang luar biasa dalam memperkaya wawasan para santrinya. Humas Ponpes Al Ubaidah, Abdul Khohar, mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan mereka terus menjalin kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah demi membentuk santri yang berwawasan luas.
"Ponpes Al Ubaidah Kertosono selalu menggandeng berbagai instansi pemerintah untuk memperkuat wawasan kebangsaan para santri. Kami menghadirkan pemateri dari Kementerian Agama, Kejaksaan, Kepolisian, hingga Kodim sebagai bagian dari ikhtiar menjaga keutuhan NKRI," ujar Abdul Khohar.
Melalui kurikulum yang mengintegrasikan pemahaman spiritualitas yang mendalam dan literasi hukum serta kebangsaan, pesantren ini berupaya melahirkan generasi yang tidak hanya saleh secara agama, tetapi juga memiliki loyalitas tinggi terhadap kedaulatan negara. Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren dan Polri memiliki kecintaan yang sama besar dalam menjaga marwah Indonesia di masa depan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.