Perkuat Karakter Bangsa, LDII Luwu Cetak Generasi Profesional Religius di Camping CAI 2026

Perkuat Karakter Bangsa, LDII Luwu Cetak Generasi Profesional Religius di Camping CAI 2026
foto: ilustrasi
  • LUWU — Menanggapi derasnya arus disrupsi teknologi, DPD LDII Kabupaten Luwu mengambil langkah nyata dengan membekali generasi muda melalui kegiatan Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) 2026. Agenda tahunan yang sarat akan nilai pembinaan karakter ini dihelat di Bumi Perkemahan Makalua, Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada 6 hingga 9 Juli 2026.

    Membangun Integritas di Era Digital

    Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali Baso Hidayat, hadir sebagai pemateri utama yang memberikan perspektif mendalam mengenai urgensi integritas bagi pemuda saat ini. Menurutnya, pemuda tidak hanya dituntut mahir secara teknis di dunia digital, tetapi juga harus memiliki pondasi moral yang kokoh agar tidak tergerus oleh sisi negatif perkembangan zaman.

    "Pemuda adalah kunci masa depan. Semua perlu inspirasi, dan generasi penerus harus mampu menggunakan dunia digital dengan baik serta bijak. Kalau mau sukses, kita harus mempersiapkan segalanya dengan matang," ujar Ahmad Gazali Baso Hidayat saat memberikan pembekalan kepada para peserta.

    Beliau juga menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi kompas bagi generasi muda dalam berinteraksi di ruang publik maupun media sosial. Harapannya, para peserta dapat mengimplementasikan toleransi, persaudaraan, dan musyawarah sebagai gaya hidup nyata, bukan sekadar teori di atas kertas.

    Sinergi Pembinaan Sumber Daya Manusia

    Apresiasi senada datang dari Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Supriadi. Ia menilai langkah LDII dalam menyelenggarakan perkemahan ini sangat relevan dengan visi daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdisiplin, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

    "Kegiatan ini melatih kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial pemuda di lingkungan masyarakat. Saya berharap LDII dan pemerintah terus bersinergi dalam pembinaan generasi muda secara berkelanjutan di Kabupaten Luwu dalam mencetak generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral, agama, dan kebangsaan," ungkap Supriadi.

    Melalui latihan lapangan yang intensif, para peserta diajak untuk keluar dari zona nyaman dan belajar bekerja sama di alam terbuka. Hal ini dinilai mampu menumbuhkan empati yang seringkali tumpul akibat terlalu lama berinteraksi dengan gawai secara individualis.

    Lima Belas Tahun Konsistensi CAI

    Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Luwu, Supardi, menjelaskan bahwa Camping CAI tahun ini merupakan edisi ke-15. Angka ini mencerminkan konsistensi organisasi dalam merawat keberlanjutan regenerasi kepemimpinan yang berakhlakul karimah di wilayah Sulawesi Selatan.

    "CAI ke-15 ini membuktikan konsistensi pembinaan generasi penerus selama 15 tahun. Konsepnya memadukan karakter, spiritual, kepemimpinan, kebangsaan, kemandirian, dan lingkungan untuk membangun kerja sama, disiplin, serta gotong royong," jelas Supardi dengan rinci.

    Program ini dirancang secara komprehensif agar generasi penerus memiliki kemandirian ekonomi sekaligus keteguhan spiritual. Dengan perpaduan tersebut, LDII Luwu optimis para alumnus CAI akan menjadi aktor pembangunan yang memberikan kontribusi nyata, baik di tingkat lokal Kabupaten Luwu maupun di kancah nasional.

    Informasi lebih lanjut mengenai pembinaan generasi muda dapat dilihat melalui tautan CAI 2026.

    Glossary Istilah

    • CAI (Cinta Alam Indonesia): Program perkemahan tahunan LDII yang fokus pada pembinaan karakter, pelestarian alam, dan wawasan kebangsaan.
    • Profesional Religius: Profil individu yang memiliki keahlian mumpuni dalam profesinya (profesional) namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama (religius).
    • Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang mulia dan terpuji sesuai ajaran agama.
    • Disrupsi Digital: Perubahan mendasar yang terjadi akibat perkembangan teknologi digital yang mengubah tatanan kehidupan lama menjadi sistem baru.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.