AMBON – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Maluku menggelar agenda konsolidasi organisasi yang melibatkan jajaran pengurus dari enam kabupaten dan kota di seluruh wilayah Maluku pada Sabtu (18/7/2026). Pertemuan strategis ini dirancang sebagai langkah nyata untuk memperkuat soliditas internal sekaligus memastikan bahwa kontribusi organisasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Ketua DPW LDII Provinsi Maluku, Jamaludin Wabula, menegaskan bahwa proses konsolidasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan fondasi utama dalam merespons dinamika zaman yang terus berubah. Menurutnya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menyatukan persepsi pengurus dari tingkat wilayah hingga unit terkecil di lapangan.
“Melalui konsolidasi ini, kami ingin memastikan seluruh jajaran memiliki semangat, visi, dan komitmen yang sama dalam menjalankan program organisasi. Serta memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ujar Jamaludin Wabula.
Sinergi Lintas Wilayah dan Penguatan Struktur
Agenda besar yang berlangsung di Kota Ambon ini dihadiri oleh utusan pengurus LDII dari berbagai daerah kunci, meliputi Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Buru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, hingga Kota Tual. Forum ini berfungsi sebagai wadah koordinasi untuk menyelaraskan program kerja agar implementasinya berjalan efektif di tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Selain penguatan struktur, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk mendiskusikan berbagai isu aktual yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga Maluku. Jamaludin memberikan perhatian khusus pada tantangan lingkungan hidup, salah satunya adalah fenomena El Nino yang sedang membayangi Indonesia. Ia memperingatkan bahwa ancaman kemarau panjang dapat memicu penurunan produktivitas pertanian dan kerawanan pangan jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Oleh karena itu, kami mendorong seluruh jajaran LDII untuk memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan melalui langkah-langkah nyata. Seperti penguatan ketahanan pangan, penghijauan, pengelolaan sumber daya alam yang bijak, dan edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim,” tegas Jamaludin Wabula dalam arahannya.
Delapan Klaster Kontribusi LDII untuk Maluku
Dalam kesempatan tersebut, DPW LDII Maluku kembali menekankan pentingnya pelaksanaan delapan bidang pengabdian organisasi sebagai pilar utama kontribusi terhadap pembangunan daerah. Delapan klaster tersebut mencakup wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, hingga pengembangan energi baru terbarukan.
Sinergi antara pengurus di enam kabupaten/kota ini diharapkan menciptakan satu arah gerak yang harmonis. Dengan struktur yang kokoh hingga lapisan terbawah, LDII Maluku memproyeksikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang lebih maju, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi di tengah tantangan global.
Glossary: Mengenal Istilah Organisasi
- DPW (Dewan Pimpinan Wilayah): Struktur kepengurusan organisasi di tingkat Provinsi.
- PC (Pimpinan Cabang): Struktur kepengurusan organisasi di tingkat Kecamatan.
- PAC (Pimpinan Anak Cabang): Struktur kepengurusan organisasi di tingkat Desa atau Kelurahan.
- Konsolidasi: Tindakan memperkuat atau menyatukan berbagai elemen agar menjadi lebih solid dan tangguh.
- El Nino: Fenomena pemanasan suhu muka laut yang berdampak pada perubahan pola cuaca ekstrem, biasanya memicu kemarau panjang di wilayah Indonesia.
- Akar Rumput: Istilah yang merujuk pada masyarakat atau anggota organisasi di tingkat paling dasar (masyarakat umum).
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.