Perkokoh Silaturahmi, Puluhan Pelatih Persinas ASAD Banjarbaru-Banjar Asah Kualitas Teknik dan Karakter

Perkokoh Silaturahmi, Puluhan Pelatih Persinas ASAD Banjarbaru-Banjar Asah Kualitas Teknik dan Karakter
foto: ilustrasi
  • BANJARBARU — Puluhan instruktur pencak silat yang tergabung dalam jajaran pelatih Persinas ASAD lintas wilayah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru berkumpul di kawasan Galam Rabah, Kecamatan Sungai Tabuk, pada Minggu (5/7). Agenda besar ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya strategis untuk mengintegrasikan penguatan teknik bela diri dengan pemantapan karakter luhur di tingkat pelatih sebagai garda terdepan organisasi.

    Sinergi Lintas Wilayah di Sungai Tabuk

    Kegiatan yang berlangsung di bawah terik matahari namun penuh semangat ini dirancang oleh Pengurus Persinas ASAD Kota Banjarbaru sebagai wadah konsolidasi internal. Tak hanya berfokus pada ketangkasan fisik, latihan bersama tersebut menjadi ajang menyamakan persepsi dan metode pengajaran agar standar kualitas pendekar Persinas ASAD tetap terjaga secara konsisten di berbagai daerah.

    Ketua Persinas ASAD Kota Banjarbaru, Aris Julianto, menekankan bahwa di balik gerakan fisik yang dinamis, tersimpan visi besar untuk mempertautkan emosional antar-pelatih. Menurutnya, kesolidan instruktur adalah kunci utama keberhasilan pembinaan atlet di akar rumput.

    "Kegiatan ini bukan hanya sekadar latihan, tetapi juga momen untuk memperkuat silaturahmi antar-pelatih dan meningkatkan kualitas masing-masing," ujar Aris Julianto saat ditemui di lokasi kegiatan.

    Membentengi Generasi Muda dari Arus Digital

    Dalam dunia persilatan modern, tantangan yang dihadapi bukan lagi sekadar lawan di atas gelanggang. Aris menyoroti derasnya arus teknologi dan keterbukaan informasi yang mampu mengikis moralitas jika tidak dibentengi dengan karakter yang kuat. Ia menaruh perhatian khusus pada para pelatih muda yang menjadi teladan bagi ribuan santri atau siswa silat lainnya.

    “Zaman yang semakin canggih ini, para pelatih khususnya para pelatih muda jangan mudah terpengaruh, apalagi terlibat dengan pergaulan bebas di luar sana," tegas Aris Julianto mengingatkan.

    Bagi Persinas ASAD, pencak silat adalah media pendidikan karakter (character building). Latihan disiplin yang keras diharapkan mampu menumbuhkan 29 karakter luhur dalam diri setiap pelatih. Karakter ini mencakup aspek kejujuran, kedisiplinan, hingga kepedulian sosial, yang diproyeksikan menjadi fondasi kokoh dalam menghadapi dinamika zaman yang kian kompleks.

    Visi Jangka Panjang Persinas ASAD

    Pertemuan di Sungai Tabuk ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi. Langkah konsolidasi ini merupakan bagian dari cetak biru jangka panjang untuk membawa seni bela diri asli Indonesia ini menuju prestasi gemilang di kancah regional maupun nasional.

    Melalui rutinitas latihan bersama yang berkelanjutan, Persinas ASAD Banjarbaru dan Banjar berupaya memastikan bahwa setiap instruktur memiliki kompetensi teknis mumpuni sekaligus integritas moral yang tinggi. Hal ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga bermartabat di tengah masyarakat.

    Glossary Berita:

    • Persinas ASAD: Perguruan Silat Nasional ASAD, organisasi pencak silat yang fokus pada pelestarian budaya dan pembentukan karakter.
    • Konsolidasi: Tindakan memperkuat atau mempersatukan hubungan antaranggota organisasi.
    • Silaturahmi: Tradisi menjalin tali persaudaraan atau hubungan kasih sayang antarmanusia.
    • Karakter Luhur: Kumpulan nilai moral dan etika positif yang ditanamkan kepada anggota organisasi sebagai pedoman perilaku.
    • Instruktur: Orang yang bertugas memberikan latihan atau pengajaran teknik pencak silat kepada para siswa/atlet.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.