Perkokoh Silaturahmi dan Karakter Bangsa, PC LDII Babat Helat Pengajian Umum di Masjid Baitul Firdaus

Perkokoh Silaturahmi dan Karakter Bangsa, PC LDII Babat Helat Pengajian Umum di Masjid Baitul Firdaus
foto: ilustrasi
















  • Upaya Berkelanjutan Meningkatkan Kualitas Iman dan Persaudaraan

    BABAT – Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Babat kembali menunjukkan komitmennya dalam membina umat melalui perhelatan Pengajian Umum yang berlangsung khidmat di Masjid Baitul Firdaus, Kebalandono, Babat. Agenda yang digelar pada Minggu (19/7) tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas spiritual, melainkan instrumen strategis untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menyelaraskan visi di tengah kompleksitas kehidupan modern.

    Majelis ilmu ini dibuka langsung oleh Ketua PC LDII Babat, M. Sumarlin Putra, yang memandu jalannya acara dengan penuh antusiasme. Dalam pidato pembukanya, Sumarlin memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya forum-forum kajian seperti ini sebagai wadah kolektif untuk merawat nilai-nilai kebersamaan.

    “Majelis ilmu ini adalah wadah bagi kita untuk terus mengasah kerukunan, kekompakan, dan kerja sama yang baik. Melalui pengajian umum ini, kami berharap seluruh jamaah dapat memperkuat tali silaturahmi sekaligus menjaga semangat untuk terus beribadah dengan istiqomah di tengah dinamika masyarakat saat ini,” ujar M. Sumarlin Putra dengan lugas.

    Membenteng Generasi Muda dari Arus Negatif

    Fokus pembinaan kali ini menyasar elemen paling krusial dalam masyarakat, yakni generasi muda. Nurtaneo, yang hadir sebagai pemateri, membedah secara mendalam tantangan yang dihadapi kaum milenial dan Gen-Z saat ini. Menurutnya, pendampingan spiritual yang intensif bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk mencegah degradasi moral akibat pengaruh lingkungan yang kian terbuka.

    Nurtaneo menjabarkan bahwa target utama pembinaan adalah membentuk figur muda yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga kokoh secara spiritual. Ia menyebutkan empat pilar kemandirian yang harus dimiliki setiap pemuda LDII: alim, faqih, mandiri, dan berakhlakul karimah.

    “Generasi muda adalah aset masa depan yang harus dibentengi dengan pondasi agama yang kokoh. Mereka tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga wajib memiliki karakter akhlakul karimah serta kemandirian yang kuat. Dengan membekali mereka sejak dini, kita sebenarnya sedang menyiapkan generasi penerus yang alim, faqih, mandiri, dan memiliki budi pekerti luhur,” jelas Nurtaneo di hadapan ratusan jamaah.

    Nasehat Strategis: Iman, Karakter, dan Nilai Organisasi

    Sebagai puncak dari rangkaian acara, Dewan Penasihat LDII Babat, KH. Achmat Anas, S.T., memberikan tausiyah penutup yang bersifat aplikatif. Beliau memetakan tiga poin fundamental yang harus diinternalisasi oleh setiap jamaah agar mampu bertahan dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

    Tiga poin tersebut meliputi peningkatan kualitas keimanan harian, implementasi konkret dari 29 Karakter Luhur, serta pemahaman yang lurus terhadap nilai-nilai keorganisasian. KH. Achmat Anas menekankan bahwa identitas seorang mukmin tercermin dari bagaimana ia berinteraksi dengan sesama dalam harmoni.

    “Peningkatan keimanan harus menjadi prioritas utama kita setiap hari agar hati senantiasa terjaga. Selain itu, tanamkanlah 29 Karakter Luhur dalam setiap langkah perilaku kita sehari-hari, karena itulah identitas nyata seorang mukmin yang berbudi pekerti. Terakhir, pahami dan amalkan nilai-nilai ke-LDII-an dengan benar, jaga kerukunan, kekompakan, dan kerjasama yang baik dengan sesama, agar kita senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam setiap urusan,” tegas KH. Achmat Anas.

    Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini ditutup dengan doa bersama yang memohon keberkahan dan perlindungan bagi umat. Menariknya, suasana kekeluargaan semakin terasa saat seluruh jamaah melaksanakan agenda makan bersama di area masjid. Momen sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa visi dakwah LDII yang mengedepankan kerukunan dan keharmonisan dapat terwujud secara alami dalam kehidupan bermasyarakat.

    Glossary Istilah

    • PC LDII: Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia tingkat kecamatan.
    • Alim-Faqih: Kondisi seseorang yang memiliki kedalaman ilmu agama dan memahaminya secara benar (pemahaman hukum islam).
    • Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang mulia sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadist.
    • 29 Karakter Luhur: Kumpulan nilai-nilai moral yang menjadi pedoman warga LDII dalam berperilaku, mencakup rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, hingga mujhid-muzhid (hemat dan kerja keras).
    • Istiqomah: Sikap teguh pendirian dan konsisten dalam menjalankan ibadah atau kebaikan.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.