Pererat Ukhuwah, Cendekiawan NU Dr. Ahmad Ali Bedah Nilai Kebajikan di DPD LDII Kudus

Pererat Ukhuwah, Cendekiawan NU Dr. Ahmad Ali Bedah Nilai Kebajikan di DPD LDII Kudus
foto: ilustrasi

Kudus – Dalam upaya memperkokoh jalinan komunikasi lintas organisasi keagamaan, cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Dr. Ahmad Ali, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Kudus pada Rabu, 22 Juli 2026. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang temu muka, melainkan sebuah dialog strategis untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan merancang sinergi antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) demi terciptanya tatanan sosial yang harmonis dan rukun di tengah masyarakat.

Kehadiran Dr. Ahmad Ali di jantung Kota Kretek tersebut tidak sendirian. Ia didampingi oleh Dr. Dwi Pramono, Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII. Rombongan ini disambut hangat oleh jajaran pengurus harian DPD LDII Kabupaten Kudus dalam atmosfer yang penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat inklusivitas yang terus dibangun oleh kedua belah pihak.

Perspektif Akademik terhadap Ekosistem LDII

Dr. Ahmad Ali dikenal luas sebagai akademisi yang memiliki atensi besar terhadap perkembangan LDII. Ketertarikannya bukan tanpa dasar; ia telah menelurkan dua karya literatur yang mengulas LDII secara komprehensif. Buku pertamanya yang bertajuk "Nilai Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII" dan karya terbarunya, "Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke", menjadi bukti kontribusi akademiknya dalam menyajikan pemahaman yang objektif bagi publik.

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, berbagai isu krusial dibahas, mulai dari teknik menjaga kerukunan umat hingga peran vital ormas dalam memberikan kontribusi konkret bagi kemajuan bangsa. Dr. Ahmad Ali menekankan bahwa ukhuwah merupakan fondasi yang tidak bisa ditawar dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia yang begitu kompleks.

"Ukhuwah menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Dengan komunikasi yang baik dan saling memahami, setiap organisasi dapat saling melengkapi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Dr. Ahmad Ali di hadapan jajaran pengurus.

Urgensi Evaluasi dan Parameter Kebajikan

Lebih jauh, Dr. Ahmad Ali melontarkan pemikiran segar mengenai pentingnya pengukuran objektif terhadap implementasi nilai-nilai agama di lapangan. Ia menyarankan adanya instrumen penilaian atau scoring yang dapat dijadikan bahan refleksi bagi organisasi. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai kebajikan yang diajarkan dalam pengajian telah benar-benar terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari warga LDII.

Menurutnya, standarisasi ini sangat relevan mengingat setiap wilayah di Indonesia memiliki tantangan geografis dan sosiokultural yang berbeda-beda. Penilaian yang terukur akan memudahkan organisasi untuk mengidentifikasi aspek mana yang sudah berjalan optimal dan bagian mana yang memerlukan penguatan lebih lanjut.

"Setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, implementasi nilai-nilai kebajikan perlu diukur secara objektif agar dapat diketahui bagian mana yang sudah berjalan baik dan mana yang masih perlu ditingkatkan," ungkap Dr. Ahmad Ali menambahkan.

Merespons masukan konstruktif tersebut, jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Kudus menyatakan apresiasi yang mendalam. Mereka memandang perspektif dari luar, khususnya dari kalangan akademisi NU, sebagai asupan penting untuk terus melakukan perbaikan internal. Silaturahmi ini pun diharapkan menjadi pemantik bagi ruang-ruang dialog selanjutnya yang lebih inklusif, sekaligus mempertegas posisi ormas Islam sebagai pilar penjaga stabilitas dan kemaslahatan umat di tingkat daerah maupun nasional.

Glossary: Mengenal Istilah dalam Berita

  • Ukhuwah: Persaudaraan yang didasarkan pada kesamaan agama, kemanusiaan, atau kebangsaan.
  • Cendekiawan: Orang yang memiliki pengetahuan luas dan menggunakan kecerdasannya untuk kepentingan masyarakat.
  • Inklusivitas: Sikap terbuka untuk melibatkan berbagai pihak tanpa membeda-bedakan latar belakang.
  • Sinergi: Kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk menghasilkan dampak yang lebih besar daripada bekerja sendiri.
  • Komprehensif: Luas dan menyeluruh; menyentuh segala aspek secara detail.
  • Platform Profesional Religius: Visi pendidikan LDII yang menggabungkan keahlian profesi dengan nilai-nilai religiusitas yang kuat.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.