SUKOHARJO – Dalam upaya konsisten membangun pondasi karakter bangsa sejak dini, Pimpinan Cabang (PC) LDII Kartasura menyelenggarakan agenda besar bertajuk Evaluasi Akhir Tahun bagi Generasi Penerus Usia Dini atau yang akrab disapa Caberawit. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baitul Makmur, Pabelan, Kartasura pada Minggu (21/6/2026) ini mengusung visi besar untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki integritas moral yang luhur.
Membentuk Generasi Profesional Religius
Langkah strategis ini diikuti oleh ratusan anak dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di seluruh wilayah Kartasura. Dengan mengangkat tema "Membentuk Generasi Penerus Berakhlak Mulia, Profesional Religius, dan Mandiri", LDII berupaya memberikan ruang bagi anak-anak untuk menguji sejauh mana pemahaman agama dan implementasi nilai-nilai kebaikan yang telah mereka pelajari selama setahun terakhir.
Proses evaluasi ini dirancang secara komprehensif, mencakup aspek kognitif hingga praktik ibadah. Dimulai dengan ujian tertulis, para peserta dihadapkan pada materi yang telah disusun secara sistematis berdasarkan kurikulum pembinaan generasi menerus LDII. Cakupan materinya cukup luas, mulai dari dasar-dasar fikih, hafalan doa harian, surat-surat pendek, hingga edukasi mengenai kemandirian dan penerapan makarimal akhlak dalam interaksi sosial sehari-hari.
Uji Kompetensi Al-Qur'an dan Tilawati
Ketelitian dalam membaca kalam Ilahi menjadi titik tekan berikutnya. Setelah merampungkan sesi tertulis, anak-anak mengikuti penyimakan bacaan Tilawati dan Al-Qur'an. Di hadapan para penguji yang kompeten, kemampuan tajwid dan makharijul huruf setiap peserta dipantau dengan saksama. Hal ini merupakan bagian dari standar kualitas pendidikan di lingkungan LDII untuk memastikan setiap generasi mampu membaca Al-Qur'an dengan benar dan tartil.
Suasana di lokasi kegiatan tampak begitu hidup. Meski kompetitif, semangat kekeluargaan tetap mendominasi. Anak-anak yang antusias didampingi oleh para guru dan orang tua, menciptakan sinergi positif dalam ekosistem pendidikan karakter. Dukungan penuh dari orang tua dinilai menjadi katalisator utama keberhasilan transformasi perilaku anak di luar lingkungan pengajian.
"Melalui evaluasi ini kami ingin mengetahui perkembangan setiap anak secara menyeluruh. Yang terpenting bukan hanya kemampuan membaca Al-Qur'an atau hafalan, tetapi bagaimana mereka mulai membiasakan diri berakhlakul karimah, mandiri, disiplin, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," ujar Drs. H. Edi Sanusi, Ketua PC LDII Kartasura.
Sinergi Keluarga dan Lembaga Pendidikan
Drs. H. Edi Sanusi menekankan bahwa pembinaan generasi penerus bukanlah proyek instan, melainkan program jangka panjang yang terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, lembaga pendidikan hanya merupakan salah satu pilar, sementara pilar terkuat tetap berada di tangan keluarga. Kolaborasi yang harmonis antara guru di kelas pengajian dengan orang tua di rumah menjadi kunci agar karakter anak tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
"Kami berharap sinergi antara orang tua dan para pendidik terus terjalin dengan baik. Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Jika sejak dini mereka dibekali akhlak mulia, ilmu agama yang benar, serta kemandirian, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi generasi profesional religius yang mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara," tambah Edi dengan nada penuh optimisme.
Melalui momentum evaluasi akhir tahun ini, PC LDII Kartasura berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan metode pengajaran. Harapannya, kualitas pembinaan akan terus naik kelas dari tahun ke tahun, melahirkan pemuda-pemudi yang tangguh, memiliki keimanan yang kokoh, serta siap berkontribusi secara positif bagi kemajuan masyarakat luas.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.