Logo dan Tema Muktamar NU ke-35 di Jombang, Simak Makna Filosofis dan Link Downloadnya

PBNU Resmi Luncurkan Logo dan Tema Muktamar NU ke-35 di Jombang, Simak Makna Filosofis dan Link Downloadnya
foto: ilustrasi
  • Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui jajaran Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU resmi meluncurkan identitas visual berupa logo dan tema sentral untuk agenda permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut. Perhelatan akbar ini dijadwalkan akan memusatkan kegiatannya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari konsolidasi awal untuk menyambut ribuan nahdliyin yang akan berkumpul di kota santri tersebut.

    Filosofi Mendalam di Balik Angka dan Lingkaran

    Identitas visual Muktamar NU kali ini tidak hadir tanpa makna. Pilihan desain yang mempertemukan angka 3 dan 5 dalam bentuk lingkaran yang saling bertaut merefleksikan nilai kesinambungan. Gerakan melingkar ini menyiratkan sebuah pesan kuat tentang harmoni dan persatuan yang menjadi akar jati diri Nahdlatul Ulama selama lebih dari satu abad.

    "Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah penetapan logo resmi dan tema untuk Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama," ujar Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU, H Amin Said Husni.

    Penjelasan lebih rinci mengenai desain tersebut mengungkapkan bahwa bentuk lingkaran merupakan simbol nilai-nilai perjuangan yang tidak mengenal titik henti. Dari generasi ke generasi, semangat dakwah, pendidikan, dan pengabdian NU kepada umat diibaratkan sebagai mata rantai yang terus bersambung. Kurva dinamis pada logo ini juga mempertegas komitmen organisasi untuk selalu merangkul berbagai elemen bangsa dalam satu bingkai ukhuwah.

    Menara Tambakberas: Poros Ilmu dan Peradaban

    Satu elemen yang mencolok mata adalah kehadiran ilustrasi menara berkubah emas yang ditempatkan tepat di jantung logo. Simbol ini bukan sekadar penanda lokasi perhelatan di Pesantren Tambakberas, melainkan pengakuan atas peran pesantren sebagai poros peradaban. Menara tersebut melambangkan kejayaan ilmu pengetahuan dan benteng pertahanan dakwah Islam yang moderat di tanah air.

    "Posisi menara berada di pusat logo sebagai lambang bahwa pesantren tetap menjadi poros peradaban Nahdlatul Ulama," tutur H Amin Said Husni menjelaskan kedudukan simbolis tersebut.

    Gerak visual yang dinamis pada identitas ini juga memberikan sinyal bahwa NU merupakan organisasi yang responsif terhadap perubahan zaman dan modernitas, namun tetap berdiri tegak di atas landasan kokoh Ahlussunnah wal Jama'ah. Panitia berharap identitas visual ini mampu membangkitkan gairah kolektif warga Nahdliyin untuk menyukseskan Muktamar mendatang.

    Tema Besar: Menjaga Marwah dan Khidmat Bangsa

    Sejalan dengan peluncuran logo, PBNU juga menetapkan tema resmi Muktamar ke-35 NU, yakni: "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa". Kalimat ini menjadi komitmen moral bagi seluruh pengurus dan anggota organisasi untuk mempertegas posisi NU sebagai penjaga nilai keislaman dan kebangsaan di tengah fluktuasi tantangan global.

    Panitia telah mempermudah akses bagi warga Nahdliyin maupun masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam sosialisasi kegiatan ini. Aset visual resmi dalam berbagai format kini telah tersedia untuk diunduh melalui saluran komunikasi resmi panitia, guna memastikan keseragaman identitas visual di seluruh platform publikasi.

    Link Download Aset Visual Muktamar NU ke-35 Jombang:

    Masyarakat dapat mengunduh logo resmi dalam berbagai format melalui tautan resmi yang telah dirilis oleh Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU untuk keperluan sosialisasi dan publikasi non-komersial.

  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.