Muswil VI LDII Bangka Belitung: Supriyadi Terpilih Sebagai Ketua, Fokus Perkuat SDM Profesional Religius

Muswil VI LDII Bangka Belitung: Supriyadi Terpilih Sebagai Ketua, Fokus Perkuat SDM Profesional Religius
foto: ilustrasi
Muswil VI LDII Bangka Belitung: Supriyadi Terpilih Sebagai Ketua, Fokus Perkuat SDM Profesional Religius
  • Pangkalpinang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sukses menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI pada Kamis, 23 Juli 2026. Perhelatan akbar yang berlangsung di Hotel Grand Safran, Pangkalpinang ini mengusung tema besar “Penguatan Sumber Daya Manusia Profesional Religius untuk Mewujudkan Kepulauan Bangka Belitung Berdaya”. Melalui proses demokrasi yang khidmat, Supriyadi resmi terpilih sebagai Ketua DPW LDII Babel masa bakti 2026-2031, menggantikan kepengurusan sebelumnya.

    Momentum Evaluasi dan Strategi Pengabdian Lima Tahun Ke Depan

    Agenda lima tahunan ini tidak hanya dirancang sebagai seremoni pergantian pimpinan. Muswil VI menjadi pijakan strategis bagi organisasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta menyusun peta jalan pengabdian LDII kepada masyarakat di Bumi Serumpun Sebalai.

    “Muswil VI bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih kepengurusan baru. Tetapi menjadi momentum evaluasi, konsolidasi, dan penyusunan arah pengabdian LDII Babel lima tahun ke depan,” ujar Ketua DPW LDII Babel periode sebelumnya, Ari Sriyanto.

    Selama masa jabatannya, Ari menekankan bahwa LDII Babel telah aktif menjalankan delapan program pengabdian untuk bangsa. Program-program tersebut mencakup bidang kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan, lingkungan hidup, teknologi digital, hingga pengembangan energi baru terbarukan.

    Kolaborasi menjadi kunci utama dalam merealisasikan visi tersebut. LDII Babel menjalin sinergi erat dengan berbagai mitra strategis, mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, hingga institusi pendidikan tinggi. Langkah ini diambil guna memastikan kehadiran organisasi memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

    Membentuk Generasi “Tiga Sukses” di Tengah Tantangan Global

    Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, yang hadir dalam kesempatan tersebut, menitipkan pesan mendalam bagi seluruh warga LDII. Ia menegaskan pentingnya karakter individu yang melampaui kepentingan diri sendiri dan keluarga.

    “Kami ingin membentuk generasi penerus yang memiliki tiga sukses. Yaitu berakhlakul karimah, alim fakih dalam ilmu agama dan rajin beribadah, serta mandiri secara ekonomi maupun mental. Untuk menghadapi situasi global yang penuh tantangan,” tutur Dody Taufiq Wijaya.

    Ia mendorong penerapan 29 karakter luhur sebagai fondasi perilaku sehari-hari. Selain itu, di tengah derasnya arus informasi digital, Dody mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi perpecahan. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks, adu domba, maupun opini yang menyesatkan yang kerap berseliweran di media sosial.

    Kemitraan Strategis dengan Pemerintah Provinsi

    Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, M. Yasir Mustafa, yang hadir mewakili Gubernur Hidayat Arsani, mengapresiasi peran ormas keagamaan sebagai pilar pembangunan daerah.

    “Keputusan yang bijaksana dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan negara. Ormas keagamaan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan beragama, dan meningkatkan kualitas SDM. Serta, menanamkan nilai-nilai moral dan kebangsaan,” kata M. Yasir Mustafa saat membacakan sambutan Gubernur.

    Yasir juga menggarisbawahi bahwa toleransi dan kerukunan umat beragama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya. Stabilitas ini menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan Bangka Belitung yang aman, damai, dan sejahtera.

    Capaian Nyata: Peresmian Rusun Santri Ponpes Arroyan

    Selain menetapkan Supriyadi sebagai Ketua dan Nardi Pratomo sebagai Sekretaris untuk periode 2026-2031, Muswil VI ini juga menandai langkah konkret dalam bidang pendidikan. Acara ini dirangkaikan dengan peresmian rumah susun (rusun) santri di Pondok Pesantren Arroyan. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang unggul secara intelektual dan spiritual.

    Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Babel, tokoh-tokoh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dewan Masjid Indonesia, serta perwakilan dari Bank Syariah Indonesia, Baznas, dan Kementerian Agama. Kehadiran Anggota DPD RI Bahar Buasan dan Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya sebagai narasumber menambah bobot diskusi dalam rangkaian sidang pleno tersebut.

    Dengan kepengurusan yang baru, LDII Babel diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi, memperkuat kemandirian ekonomi umat, dan terus konsisten dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional sekaligus religius.

  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.