Muswil VI LDII Bangka Belitung: Ketua PERSINAS ASAD Tekankan Sinergi dalam Pembangunan SDM Berkarakter Luhur

Muswil VI LDII Bangka Belitung: Ketua PERSINAS ASAD Tekankan Sinergi dalam Pembangunan SDM Berkarakter Luhur
foto: ilustrasi

PANGKALPINANG – Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Kepulauan Bangka Belitung menghadiri perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 24 Juli 2026. Kehadiran pimpinan organisasi pencak silat tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah manifestasi nyata dari komitmen lintas lembaga dalam mengakselerasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai religius di wilayah Negeri Laskar Pelangi tersebut.

Kolaborasi Strategis untuk Pembangunan Daerah

Muswil VI LDII Bangka Belitung kali ini mengangkat tema sentral mengenai penguatan internal organisasi dan kontribusi konkret bagi pembangunan daerah. Agenda besar ini menjadi magnet bagi berbagai pemangku kepentingan di Bangka Belitung. Terlihat hadir dalam forum tersebut, jajaran pengurus pusat dari DPP LDII, fungsionaris DPW LDII Bangka Belitung, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain itu, deretan tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi kemasyarakatan turut memadati ruangan, menandakan betapa strategisnya posisi LDII dalam dinamika sosial kemasyarakatan di wilayah tersebut.

Kehadiran Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Bangka Belitung di tengah-tengah forum musyawarah ini mempertegas hubungan kelembagaan yang telah terjalin harmonis selama ini. PERSINAS ASAD, sebagai organisasi yang berfokus pada pelestarian seni beladiri nasional, melihat LDII sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan integritas moral yang kokoh.

Membangun Karakter Generasi Muda yang Berakhlak Mulia

Dalam pandangan PERSINAS ASAD, pencak silat bukan hanya urusan teknik bela diri atau mengejar medali emas di gelanggang pertandingan. Lebih dari itu, organisasi ini mengusung misi membentuk atlet yang memiliki karakter mulia, disiplin yang teruji, serta jiwa nasionalisme yang membaja. Visi inilah yang bersinggungan langsung dengan upaya LDII dalam membina umat.

Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Bangka Belitung memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas konsistensi LDII dalam menyelenggarakan forum strategis ini. Bagi beliau, Muswil merupakan titik tolak untuk menentukan arah baru organisasi yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

“Musyawarah Wilayah merupakan momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mempererat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Kami berharap kepengurusan yang terbentuk nantinya mampu terus bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam membangun karakter generasi muda serta mendukung pembangunan daerah,” ujar Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Bangka Belitung.

Sinergi yang diharapkan bukan tanpa alasan. Kedua organisasi ini memiliki irisan visi yang sangat tajam dalam urusan pembinaan pemuda. Gabungan antara kesehatan jasmani, kekuatan mental, prestasi olahraga, dan fondasi nilai agama menjadi modal utama bagi kemajuan masyarakat Bangka Belitung di masa depan.

Estafet Kepemimpinan dan Program Kerja Strategis

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, memaparkan signifikansi dari pelaksanaan Muswil VI ini. Beliau menekankan bahwa agenda utama musyawarah ini mencakup evaluasi mendalam terhadap capaian kinerja kepengurusan periode sebelumnya serta pemilihan nakhoda baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan LDII di Bangka Belitung selama lima tahun ke depan.

LDII secara konsisten terus menyasar pembentukan SDM yang 'Profesional Religius'. Hal ini diimplementasikan melalui delapan klaster kontribusi LDII untuk bangsa, yang meliputi bidang pengabdian pendidikan, dakwah, wawasan kebangsaan, kesehatan herbal, lingkungan hidup, ekonomi syariah, hingga ketahanan pangan.

“LDII terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang profesional religius melalui berbagai program pengabdian di bidang pendidikan, dakwah, kebangsaan, kesehatan, lingkungan hidup, ekonomi syariah, ketahanan pangan, serta pengembangan generasi muda,” tegas Dody Taufiq Wijaya.

Harapan besar pun disematkan pada hasil Muswil VI ini. Semua pihak menginginkan lahirnya struktur kepengurusan yang lebih solid, lincah, dan mampu mempererat kemitraan dengan pemerintah daerah serta organisasi lintas sektoral. Tujuan akhirnya jelas: mewujudkan masyarakat Bangka Belitung yang lebih maju, harmonis, dan memiliki daya saing kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.