Mukerda MUI Pemalang: LDII Pertegas Komitmen Sinergi Kebangkitan Ekonomi Umat

Mukerda MUI Pemalang: LDII Pertegas Komitmen Sinergi Kebangkitan Ekonomi Umat
foto: ilustrasi

PEMALANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pemalang secara resmi menghadiri pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pemalang pada Sabtu (4/7). Acara yang berlangsung di Hotel Grand Royal, Beji, Kecamatan Taman tersebut menjadi momentum strategis bagi LDII untuk memperkuat sinergi lintas organisasi dalam rangka membangkitkan kemandirian ekonomi umat di wilayah Kabupaten Pemalang.

Urgensi Pemberdayaan Ekonomi dalam Mukerda MUI

Mukerda kali ini mengusung tajuk yang sarat akan visi kesejahteraan, yakni “Penguatan Program Kerja untuk Mengoptimalkan Peran MUI dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat”. Fokus ini sejalan dengan arah perjuangan LDII yang selama ini konsisten mendorong ekonomi syariah di akar rumput. Kehadiran LDII dalam forum ini menunjukkan kedewasaan berorganisasi sekaligus keinginan kuat untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Pemalang, H. Tarsidik, S.IP., S.H., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Pemalang, membuka secara resmi agenda tahunan ini. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kolaborasi antar-ormas Islam bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan program kerja pemerintah maupun organisasi keagamaan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh rakyat.

“LDII Kabupaten Pemalang siap bersinergi dan mendukung penuh hasil ketetapan Mukerda ini, baik dalam implementasi pemberdayaan ekonomi umat melalui pemberdayaan usaha mikro, maupun dalam menyukseskan aksi sosial seperti gerakan kebersihan tempat ibadah,” ujar Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang, H. Agus Sarwono.

Kolaborasi Lintas Ormas dan Program Sosial GEMA

Selain menitikberatkan pada sektor ekonomi, forum ini juga menyuarakan pentingnya penguatan program kerja kemasyarakatan lainnya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah gerakan GEMA Bersih-bersih Masjid dan Musholah. Program ini dinilai mampu meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mempererat kerukunan antarwarga di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Alur diskusi dalam Mukerda ini berjalan dinamis dengan menghadirkan perspektif dari berbagai narasumber kompeten. Paparan materi disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah serta Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang. Keberagaman pemikiran ini justru menjadi kekuatan utama dalam merumuskan langkah strategis MUI ke depan.

Eksistensi DPD LDII Pemalang di tengah-tengah ormas besar lainnya seperti Muhammadiyah, NU, dan Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) menjadi simbol ukhuwah Islamiyah yang kokoh. LDII berharap, kesepahaman yang lahir dari Mukerda ini tidak hanya berhenti di atas kertas, namun bermanifestasi menjadi aksi konkret yang inklusif. Dengan demikian, kualitas spiritual dan kesejahteraan ekonomi warga Pemalang dapat meningkat secara beriringan.

Glossary: Mengenal Istilah dalam Mukerda MUI

  • Mukerda: Singkatan dari Musyawarah Kerja Daerah, sebuah forum pengambilan keputusan untuk merumuskan program kerja organisasi di tingkat kabupaten/kota.
  • Ukhuwah Islamiyah: Ikatan persaudaraan antar sesama umat Muslim tanpa memandang perbedaan organisasi atau mazhab.
  • GEMA: Akronim dari Gerakan Masyarakat, dalam konteks ini merujuk pada gerakan bersih-bersih masjid yang melibatkan partisipasi aktif publik.
  • Ekonomi Syariah: Sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip hukum Islam guna mencapai keadilan sosial dan keberkahan.
  • Ormas Islam: Organisasi Kemasyarakatan berbasis agama Islam yang berperan dalam pembinaan umat dan pembangunan sosial.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.